HaloDoc, Jakarta – Moms, jangan kira bahwa si buah hati akan aman dari hipertensi. Pola makan yang tidak sehat dan kegemaran konsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan darah tinggi (hipertensi) pada anak.

Meski tidak masuk dalam kategori penyakit yang mengkhawatirkan, namun bukan berarti hipertensi bisa dianggap remeh. Hipertensi dapat menyerang orang di segala usia. Pada sebagian besar kasus hipertensi disebabkan oleh asupan makanan dengan kandungan gula dan garam yang tinggi.

Pada orang dewasa kasus hipertensi bisa mengakitbatkan komplikasi seperti penyakit jantung. Pada anak-anak komplikasi yang sama juga dapat terjadi. Salah satu faktor risiko untuk hipertensi pada anak adalah obesitas. Pada anak-anak usia dini yang menderita hipertensi, ini akan memengaruhi proses belajar. Akibatnya, tumbuh kembang anak pun menjadi kurang maksimal.

Dampak negatif lain yang ditimbulkan adalah anak menjadi kurang leluasa bergerak, sehingga menyebabkan mereka menjadi cenderung malas. Pada kasus anak yang “enggan” bergerak ini tanpa sadar akan memupuk kolesterol dalam pembuluh darahnya.  Jika ini terjadi maka kadar kolesterol dalam darah akan tinggi dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

Untuk itu sangat dianjurkan bagi keluarga HaloDoc, untuk memberikan asupan makanan yang bergizi dan tinggi serat bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Alangkah lebih baik jika anak tidak diperkenalkan dengan junk food yang mengandung kolesterol tinggi. Makanan cepat saji dikenal lebih mudah akrab dengan anak-anak dibandingnya jenis makanan seperti buah dan sayuran.

Serangan hipertensi pada anak dapat berakibat negatif jika tidak ditangani dengan tepat. Seperti yang terjadi pada orang dewasa, hipertensi juga membuka kesempatan bagi penyakit  lain untuk datang seperti adanya serangan jantung dan stroke. Yuk, mulai dari sekarang kita jaga asupan bergizi bagi keluarga tersayang.