• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Cara yang Bisa Dilakukan saat Bayi Susah Makan MPASI

10 Cara yang Bisa Dilakukan saat Bayi Susah Makan MPASI

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ibu sudah tahu kalau kebutuhan energi dan nutrisi anak hingga enam bulan dapat tercukupi oleh pemberian air susu ibu (ASI)? Namun, apa jadinya bila bayi sudah melewati batas usia tersebut? Ketika usianya sudah menginjak enam bulan ke atas, ASI sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi untuk tubuhnya. 

Itulah pentingnya peran makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian MPASI yang sehat dan bergizi diharapkan mampu memenuhi kecukupan energi dan nutrisinya. Hati-hati, kurangnya asupan MPASI bisa menimbulkan masalah pada tubuh bayi, salah satunya kekurangan gizi. 

Masalahnya, untuk sebagian ibu memberikan MPASI pada bayi tidak mudah. Tak jarang Si Kecil menolak mentah-mentah makanan yang ditawarkan oleh ibu. Lantas, bagaimana cara mengatasi bayi yang susah makan MPASI? 

Baca juga: 6 Makanan Sehat bagi Anak yang Mulai MPASI

Beragam Tips Bisa Dicoba

Jangan buru-buru panik bila ibu kesulitan untuk memberikan MPASI pada bayi. Sebab ibu tidak sendirian kok, banyak ibu-ibu lain di luar sana yang juga menghadapi hal serupa.

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi hal ini? Nah, berikut cara-cara mengatasi bayi yang susah makan MPASI menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  1. Berikan makanan rumah yang sehat, baik untuk makanan sehari-hari maupun makanan selingan.
  2. Tawarkan selalu jenis-jenis makanan yang baru. Terkadang, makanan baru butuh ditawarkan 10-15 kali untuk dapat diterima dan dimakan dengan baik oleh anak.
  3. Sajikan jenis-jenis makanan yang baru, dan disertai makanan yang disukainya.
  4. Hindari asumsi bahwa Si Kecil tak akan suka dengan jenis-jenis makanan-makanan tertentu. 
  5. Tawarkan finger food atau makanan yang dapat digenggam oleh anak, agar dirinya bisa belajar makan secara mandiri. 
  6. Ingatlah, menolak atau susah makan adalah hal yang wajar. Hal tersebut menjadi cara mereka untuk menunjukkan diri mereka sebagai individu.
  7. Jangan memaksa anak untuk makan, sebab ibu tahu berapa banyak makanan yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Memaksa anak makan dapat mengganggu kemampuan alaminya, untuk mengetahui tanda-tanda lapar dan kenyang.
  8. Matikan TV, komputer, atau gawai lainnya saat makan.
  9. Batasi pemberian jus buah karena mengandung banyak gula sehingga membuat anak tidak berselera saat jam makan tiba.
  10. Berikan berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat untuk anak. 

Bagaimana, tertarik untuk mencobanya? 

Baca juga: Cara Mengolah MPASI yang Aman dan Sehat

Pilih MPASI yang Kaya Zat Besi

Sekali lagi, pemberian MPASI pada saat yang tepat bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil. Namun, dalam memberikan MPASI pada bayi tetap perhatikan jenis, jumlah, frekuensi, tekstur dan konsistensi makanannya. 

Menurut IDAI, masa peralihan (ASI ke MPASI) yang berlangsung antara 6 bulan sampai 23 bulan, merupakan masa rawan pertumbuhan anak Pasalnya, Si Kecil berpotensi mengalami malnutrisi bila tidak diberi makanan yang tepat baik kualitas maupun kuantitasnya. 

Lantas, bahan makanan apa yang sebaiknya digunakan untuk membuat MPASI? Masih menurut IDAI, zat besi merupakan nutrien yang paling tidak terpenuhi kebutuhannya setelah usia enam bulan. Oleh sebab itu, pilihan utama adalah memberikan makanan yang kaya akan zat besi. 

Baca juga: Manfaat Alpukat sebagai MPASI untuk Bayi

Di samping itu, makanan padat pertama yang terbaik adalah yang terbuat dari beras. Beras adalah bahan makanan yang paling hipoalergenik. Bagaimana dengan kandung atau sereal lainnya? Tundalah pemberian MPASI jenis ini hingga usianya delapan bulan, untuk menghindari timbulnya reaksi alergi dan masalah pencernaan.

Mau tahu lebih jauh mengenai cara mengatasi bayi yang susah makan MPASI ? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
IDAI. Diakses pada 2020. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)
IDAI. Diakses pada 2020. Makanan Pendamping ASI (Air Susu Ibu)
IDAI. Diakses pada 2020. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?