07 August 2017

10 Dampak Negatif Obesitas yang Harus Kamu Ketahui

10 Dampak Negatif Obesitas yang Harus Kamu Ketahui

Halodoc, Jakarta - Selain tidak baik untuk penampilan, badan yang terlalu gemuk juga berisiko mengundang datangnya berbagai penyakit berbahaya. Jangan sepelekan masalah berat badan. Selain untuk menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga baik bagi kesehatan. Karenanya penting bagi kita untuk menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk. Obesitas atau kelebihan berat badan adalah kondisi yang biasanya diakibatkan pola hidup yang tidak sehat. Kondisi ini berbahaya dan berdampak negatif bagi kesehatan karena obesitas dapat memicu datangnya penyakit yang serius seperti jantung maupun diabetes. Dampak negatif obesitas antara lain:

1.  Sulit Bernapas
Hal yang dialami orang kegemukan adalah sulit bernapas dan napasnya cenderung pendek. Disebabkan karena adanya lemak yang menumpuk pada daerah dada dan leher sehingga mengalami kesulitan bernafas baik untuk menghirup atau mengeluarkan udara.

2.  Munculnya Masalah Kulit
Salah satu dampak negatif obesitas adalah munculnya masalah pada kulit yang diakibatkan perubahan hormon. Timbunan lemak berlebih akan membuat kulit lebih lebar yang akhirnya menciptakan garis-garis halus. Lipatan lemak juga membuat jamur dan bakteri tumbuh dan berkembang yang memicu terjadi infeksi pada kulit.

3.  Nyeri Persendian dan Otot Kaki
Orang yang mengalami berat badan berlebihan sering mengalami nyeri pada pada persendian dan otot kaki. Nyeri lutut secara terus menerus dapat merusak postur tubuh. Semua hal tersebut terjadi karena kelebihan berat badan yang menambah beban atau tekanan pada lutut dan pergelangan kaki.

4.  Asam Lambung Naik
Kelebihan berat badan bisa memicu asam lambung naik hingga ke kerongkongan. Jika hal tersebut terjadi, pengidap akan merasakan sensasi terbakar, rasa sakit dan tekanan di sekitar dada dan leher. Penyebabnya adalah lemak yang menekan daerah lambung yang bersifat asam naik.

5.  Depresi
Kegemukan juga bisa memicu depresi. Orang yang merasa dirinya gendut atau kegemukan cenderung lebih mudah stres itu dikarenakan perasaan rendah diri menjadi salah satu faktor pendorong pengidap menjadi lebih mudah stres depresi.

6.  Mendengkur
Pengidap akan mengalami gangguan tidur yang identik dengan mendengkur. Mendengkur disebabkan jaringan lemak pada tubuh berkontribusi menyebakan tidur mendengkur.

7.  Sakit Punggung
Tidak sedikit dari pengidap mengeluhkan sakit punggung. Lemak yang menumpuk akan menambah beban pada tulang belakang. Jika tidak segera menurunkan berat badan, nyeri punggung bisa berlanjut dan meningkatkan patah tulang dari dalam.

8.  Hipertensi
Salah satu risiko yang dialami pengidap adalah meningkatnya tekanan darah perifer. Banyak pengidap obesitas mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi dan akhirnya memicu penyakit jantung.

9.  Menstruasi Tidak Teratur
Datang bulan atau menstruasi tidak teratur diakibatkan faktor ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan hormon pada umumnya dipicu oleh kondisi obesitas. Kelebihan lemak dapat memengaruhi keinerja hormon yang membuatnya tidak berfungsi dengan normal.

10.  Varises
Varises terjadi saat vena melebar yang diakibatkan karena melemahnya dinding pembuluh darah. Gumpalan pembuluh darah berwarna ungu atau biru menjadi pertanda munculnya varises.

Ada banyak alasan untuk menjaga agar tubuh tidak terlalu gemuk. Oleh karenanya, jangan tunda lagi untuk menjaga berat badan tetap sehat dengan menerapkan pola makan sehat dan berolahraga teratur. Dengan berat badan normal, risiko penyakit akan menjadi menurun dan kualitas hidup kamu dapat tetap maksimal.

Ingin berbicara dengan dokter spesialis tentang obesitas dan dampak negatif dari kegemukan? Kamu bisa melakukannya via aplikasi kesehatan Halodoc. Kamu juga bisa berdiskusi bersama dokter terbaik dan  melakukan chat, video call atau voice call. Download segera aplikasi Halodoc.

Baca Juga: Pahami Tips Turunkan Berat Badan untuk Anak Obesitas