• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Hal yang Bisa Memicu Timbulnya Jamur Kuku

10 Hal yang Bisa Memicu Timbulnya Jamur Kuku

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernah atau sedang mengalami masalah pada kuku seperti menebal, munculnya bintik-bintik putih, berubah warna menjadi kekuningan, hingga timbul bau yang tidak sedap? Waspada, gejala-gejala tersebut bisa menandai adanya jamur pada kuku. 

Jamur kuku atau onychomycosis adalah infeksi jamur yang bisa terjadi pada kuku tangan atau kaki. Jamur kuku ini bisa membuat kuku menjadi kasar dan rapuh. Pada beberapa kasus, jamur kuku bisa membuat kuku terpisah dengan kulit jari tempatnya menempel. Lalu, apa sih penyebab jamur kuku? Adakah hal atau kondisi yang memicu timbulnya jamur kuku?

Baca juga: Malu karena Kuku Kaki Rusak Akibat Jamur Kuku? Ini Cara Obatinya

Banyak Faktor yang Memicu Jamur Kuku

Menurut jurnal di National Institutes of Health (NIH) - Onychomycosis: A Review, ada beragam faktor yang bisa menyebabkan jamur kuku atau onychomycosis. Contohnya diabetes, penyakit arteri perifer, atau imunosupresi akibat HIV. 

Di samping itu, jamur kuku atau onychomycosis adalah penyakit yang berhubungan dengan jenis kelamin dan usia. Pasalnya, onychomycosis lebih umum terjadi pada pria, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia pada kedua jenis kelamin. 

Nah, hal yang mesti digarisbawahi, menurut ahli di NIH dan American Academy of Dermatology Association, ada beragam hal lainnya yang bisa memicu jamur kuku, yaitu: 

  1. Mengidap psoriasis.
  2. Sepatu yang terlalu ketat.
  3. Mengeluarkan banyak keringat.
  4. Memiliki pekerjaan atau hobi yang sering bersentuhan dengan air.
  5. Sering berjalan di tempat lembap atau kerumunan orang banyak (seperti kolam renang atau kamar mandi umum) tanpa alas kaki.
  6. Mengidap kutu air.
  7. Menerima transplantasi organ.
  8. Iklim, tinggi di wilayah yang beriklim panas dan lembab juga bisa meningkatkan risiko infeksi jamur kuku. 
  9. Cedera atau infeksi kuku.
  10. Mengenakan sarung tangan plastik selama berjam-jam.

Baca juga: Pakai Sepatu Tanpa Kaus Kaki Bisa Kena Jamur Kuku, Benarkah?

Di samping itu, ada beberapa hal yang harus dihindari untuk mencegah timbulnya jamur kuku, yaitu: 

  • Jangan memakai sepatu orang lain.
  • Jangan berbagi handuk dengan orang lain.
  • Jangan berbagi gunting kuku dengan orang lain.
  • Rutinlah mencuci tangan dan kaki dan lap hingga benar-benar kering.
  • Jaga kondisi kaki agar tetap bersih dan kering.
  • Kenakan kaus kaki yang mampu menyerap keringat dan bersih. 
  • Kenakan sandal jepit saat mandi di gym atau tempat pemandian di kolam renang. 
  • Obati tinea pedis, athlete’s foot, atau kutu air sesegera mungkin agar tak menyebar ke kuku.
  • Pilih salon kuku yang menggunakan alat manikur yang sudah disterilisasi.
  • Hindari menggunakan kuteks atau kuku palsu.
  • Jangan memakai sepatu yang membuat kaki terasa panas dan berkeringat.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Bisa Dilihat dari Bentuk Kuku

Atasi Segera, Komplikasi Taruhannya

Jangan menganggap remeh jamur kuku meski kelihatannya tidak berbahaya. Pasalnya, jamur kuku yang tidak ditangani dengan tepat, bisa memicu berbagai komplikasi, seperti:

  • Kerusakan permanen pada kuku.
  • Infeksi serius yang menyebar ke bagian tubuh lain (terutama pada mereka yang memiliki sistem imun yang lemah atau diabetes).
  • Infeksi bakteri pada kulit (selulitis).

Oleh sebab itu, segera atasi bila terdapat keluhan pada kuku tangan atau kaki. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui cara mengatasi jamur kuku. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. . Diakses pada 2020. Nail fungus: Overview
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Onychomycosis: A Review
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Fungal Nail 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Nail Fungus
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2020. Nail Fungus.