• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Tromboflebitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Tromboflebitis

10 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Tromboflebitis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 13 November 2020
10 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Tromboflebitis

Halodoc, Jakarta – Penyumbatan pembuluh darah bisa terjadi bagian tubuh mana saja dan bisa dipicu oleh berbagai faktor. Tromboflebitis merupakan kondisi medis yang menyebabkan bekuan darah terbentuk dan menyumbat satu atau lebih pembuluh darah, biasanya di bagian kaki. Apabila pembuluh darah yang terkena berada di dekat permukaan kulit, maka kondisinya disebut sebagai tromboflebitis superfisial.

Tromboflebitis juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari trauma, pembedahan, atau kurang bergerak aktif. Berikut berbagai kondisi yang dapat memicu tromboflebitis yang perlu kamu waspadai.

Baca juga: Penjelasan Varises yang Berhubungan dengan Tromboflebitis

Kondisi yang Memicu Tromboflebitis

Seseorang yang terbaring di tempat tidur terlalu lama rentan mengalami kondisi ini. Umumnya, mereka yang terbaring telah mengalami trauma atau operasi. Namun, seseorang juga bisa mengalami pembekuan darah jika duduk diam terlalu lama, seperti saat naik pesawat atau naik mobil. Pembekuan darah juga bisa terjadi ketika pembuluh darah terluka atau pemasangan jarum atau kateter intravena (IV) selama prosedur medis. Ada juga beberapa hal yang dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal, seperti:

  • Memiliki varises yang merupakan penyebab umum tromboflebitis superfisial.
  • Menggunakan alat pacu jantung atau kateter di vena sentral untuk pengobatan kondisi medis. Penggunaan ini dapat mengiritasi dinding pembuluh darah dan menurunkan aliran darah.
  • Sedang hamil atau baru saja melahirkan.
  • Penggunaan pil KB atau terapi penggantian hormon dapat membuat darah lebih mudah menggumpal.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kelainan pembekuan darah atau kecenderungan untuk membentuk gumpalan darah.
  • Pernah mengalami episode tromboflebitis sebelumnya.
  • Pernah mengalami stroke.
  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Mengidap kanker.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Perokok Aktif Bisa Kena Tromboflebitis

Gejala Tromboflebitis yang Harus Diwaspadai

Gejala tromboflebitis bergantung pada jenis yang kamu alami. Namun, umumnya tromboflebitis menimbulkan gejala berikut:

  • Rasa sakit.
  • Kulit terasa hangat.
  • Kulit melunak atau lembut.
  • Pembengkakan.
  • Kemerahan.

Tromboflebitis superfisial terkadang menyebabkan vena yang terkena membengkak dan tampak merah. Jika mendapati gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Agar tidak mengantre giliran periksa dokter terlalu lama, buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc saja. Kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Bagaimana Cara Mengobati Tromboflebitis?

Dokter biasanya menyarankan pengidap untuk merawat tromboflebitis di rumah terlebih dahulu. Perawatan rumahan yang disarankan oleh dokter umumnya meliputi:

  • Menerapkan panas.
  • Memakai stoking pendukung.
  • Mengangkat tungkai.
  • Menggunakan obat anti-inflamasi, seperti ibuprofen.
  • Minum antibiotik.

Dokter mungkin perlu mengangkat vena yang terkena tromboflebitis superfisial jika menjadi tidak sedap dipandang atau menimbulkan rasa sakit permanen. Prosedur ini dikenal sebagai pengupasan vena dan prosedur ini tidak boleh memengaruhi sirkulasi darah.

Baca juga: Cegah Tromboflebitis dengan Mulai 5 Gaya Hidup Sehat Ini

Untuk orang yang mengalami tromboflebitis superfisial biasanya tidak membutuhkan pengencer darah. Namun, jika gumpalan berada di dekat persimpangan salah satu vena, pengencer darah dapat membantu untuk mengurangi risiko gumpalan superfisial menjadi deep vein thrombosis. Jika DVT tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan emboli paru (PE) atau pembekuan darah di paru-paru yang mengancam jiwa.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thrombophlebitis.
Healthline. Diakses pada 2020. Thrombophlebitis.