• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Orang yang Rentan Mengalami Gangguan Elektrolit

10 Orang yang Rentan Mengalami Gangguan Elektrolit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
10 Orang yang Rentan Mengalami Gangguan Elektrolit

Halodoc, Jakarta - Elektrolit merupakan mineral penting yang terdapat dalam tubuh, seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Mineral-mineral penting tersebut dapat ditemukan dalam darah, urine, keringat, dan cairan tubuh lainnya. Sedangkan gangguan elektrolit sendiri, merupakan istilah yang dipakai jika tubuh mengalami ketidakseimbangan mineral di dalamnya, baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Lantas, apa saja yang termasuk faktor risiko gangguan elektrolit?

Baca juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Gangguan Elektrolit

Sejumlah Kondisi yang Menjadi Faktor Risiko Gangguan Elektrolit

Elektrolit merupakan mineral penting yang memiliki fungsinya sendiri. Jika tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit, maka fungsinya akan terganggu. Secara garis besar, sejumlah manfaat elektrolit, di antaranya mengatur keseimbangan cairan dalam plasma darah, menjaga pH darah dalam batas normal, membantu otot untuk berkontraksi, proses pembekuan darah, serta proses pembentukan jaringan baru.

Gangguan elektrolit merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang siapa pun. Meski demikian, berikut beberapa kondisi yang menjadi sejumlah faktor risiko gangguan elektrolit:

  1. Mengidap bulimia,
  2. Mengidap anoreksia,
  3. Mengidap gangguan tiroid,
  4. Mengidap paratiroid,
  5. Mengidap gangguan kelenjar adrenal,
  6. Mengidap gagal jantung,
  7. Mengidap kecanduan alkohol,
  8. Mengidap luka bakar,
  9. Mengidap penyakit ginjal,
  10. Mengidap patah tulang.

Dalam kasus yang ringan, gangguan elektrolit tidak menimbulkan gejala pada pengidapnya. Kondisi tersebut seringkali tidak disadari hingga penyakit bertambah parah. Jika kamu memiliki sejumlah faktor risiko gangguan elektrolit, silahkan temui dokter di rumah sakit terdekat untuk melakukan sejumlah langkah pemeriksaan guna mengatasi penyebabnya, ya!

Baca juga: 3 Cara Atasi Gangguan Elektrolit dalam Tubuh

Apa Saja Gejala yang Tampak?

Seperti pada penjelasan sebelumnya, dalam kasus yang parah, gangguan elektrolit tidak akan menampakkan gejala. Gejala baru akan muncul saat penyakit sudah memasuki fase yang semakin parah. Jika telat ditangani, risiko paling parah yang bisa saja muncul adalah kematian. Berikut ini sejumlah gejala yang perlu kamu waspadai:

  • Detak jantung tidak beraturan,
  • Detak jantung terlalu cepat,
  • Merasa sangat kelelahan,
  • Mengalami kejang-kejang,
  • Mual dan muntah-muntah,
  • Demam,
  • Diare,
  • Sembelit atau konstipasi,
  • Sakit perut,
  • Sakit kepala,
  • Nyeri dan kelemahan pada otot,
  • Sensasi mati rasa atau kesemutan pada kulit,
  • Sesak napas,
  • Pingsan,
  • Linglung.

Penyakit ini akan muncul saat tubuh kekurangan cairan di dalamnya, karena muntah-muntah, diare, keringat, atau luka bakar. Bukan itu saja, orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memicu terjadinya gangguan elektrolit. 

Baca juga: Bahaya Kadar Elektrolit di Tubuh Tidak Seimbang

Bagaimana Langkah Pengobatan yang Dilakukan?

Pengobatan yang dilakukan akan tergantung dari jenis elektrolit apa yang mengalami gangguan serta kondisi apa yang dialami, seperti kelebihan atau kekurangan elektrolit. Berikut beberapa langkah pengobatan guna mengatasi masalah pada elektrolit:

1.Pemberian Infus

Langkah pengobatan ini dilakukan saat tubuh kehilangan banyak cairan akibat muntah-muntah atau diare. Pemberian infus dilakukan dengan memberikan cairan dengan kandungan natrium klorida. 

2.Obat Injeksi

Dalam kasus yang parah, pemberian obat secara injeksi diperlukan. Obat akan disuntikkan melalui pembuluh darah vena, untuk kondisi kekurangan kalium atau kalsium dengan gejala berat.

3.Obat Oral

Pemberian obat oral dilakukan saat gangguan elektrolit bersifat kronis, seperti pada pengidap gagal ginjal kronis atau pengidap gangguan yang menyebabkan rendahnya kadar kalsium dalam darah.

4.Cuci Darah

Cuci darah, atau yang juga dikenal dengan istilah hemodialisis dilakukan saat pengobatan tidak dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Biasanya kondisi ini dilakukan bagi pengidap yang mengalami kelebihan kalium dalam darah.

Berbagai faktor risiko gangguan elektrolit tidak semuanya dapat dicegah. Namun beberapa kondisi yang terkait dengan muntah atau diare dapat diatasi dengan banyak mengonsumsi air putih, atau mengonsumsi cairan oralit. Jadi, usahakan tubuhmu terhidrasi dengan baik untuk mencegah terjadinya gangguan elektrolit, ya!

Referensi:
Emedicine Health. Diakses pada 2020. Electrolytes.
Healthline. Diakses pada 2020. All About Electrolyte Disorders.