• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 11 Ciri-Ciri Kanker Payudara sesuai Stadium

11 Ciri-Ciri Kanker Payudara sesuai Stadium

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
11 Ciri-Ciri Kanker Payudara sesuai Stadium

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya kasus kanker payudara di negara kita? Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita. Angka kejadiannya sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Angka kasus kanker payudara global lain lagi ceritanya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2018 setidaknya 627 ribu perempuan yang baru mengidap kanker payudara. Tuh, tidak sedikit bukan?

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala kanker payudara sesuai stadium?

Baca juga: Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Umumnya Baru Muncul saat Tumbuh

Pada dasarnya kanker payudara dini seringkali tidak menimbulkan gejala. Inilah mengapa pemeriksaan payudara secara mandiri atau melalui mammogram (pemeriksaan medis) secara teratur penting dilakukan, sehingga kanker yang tidak memiliki gejala dapat ditemukan lebih awal.

Nah, menurut keterangan National Institutes of Health dan Kemenkes RI, saat kanker tumbuh, gejalanya bisa berupa:

1. Terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak terasa nyeri.

2. Terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk

3. Perhatikan apabila terdapat luka pada bagian payudara yang tidak sembuh.

4. Keluar cairan dari puting.

5. Terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara.

6. Pada pria, gejala kanker payudara termasuk benjolan payudara dan nyeri serta nyeri payudara.

Baca juga: Deodoran Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?

Sementara itu, kanker payudara pada stadium lanjut bisa menimbulkan berbagai gejala tambahan, seperti:

7. Sakit tulang.

8. Nyeri payudara atau ketidaknyamanan.

9. Bisul kulit (skin ulcers).

10. Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak (di sebelah payudara yang terkena kanker).

11. Penurunan berat badan.

Nah, andaikan dirimu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter. Kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan.

Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?

SADARI, Deteksi Dini Kanker Payudara

Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker. Kok bisa?

Sebagian besar pengidap kanker payudara datang berobat pada stadium lanjut. Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, kanker payudara bisa disembuhkan.

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mendeteksi kanker payudara? Nah, menurut Kemenkes RI, ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mendeteksi kanker payudara, yaitu melalui SADARI, alias Pemeriksaan Payudara Sendiri. SADARI ini disarankan dilakukan pada 7-10 hari setelah menstruasi. Lalu, bagaimana sih caranya?

Berikut caranya seperti dilansir dalam Kementerian Kesehatan RI, “Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara”.

1. Berdiri tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan atau perubahan pada puting. Namun, jangan cemas bila bentuk payudara kiri dan kanan tidak simetris, karena kondisi tersebut terbilang biasa.

2. Angkat kedua lengan ke atas, lalu tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Doronglah siku ke depan dan cermati payudara. Dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.

3. Posisikan kedua tangan pada pinggang. Lalu, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung. Kemudian, dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada.

4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak.

Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.

5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Segeralah konsultasikan pada dokter bila kondisi tersebut terjadi. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Benarkah Memakai Bra Kawat Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

6. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Yuk, lakukan SADARI secara rutin agar kanker payudara dapat terdeteksi dan diterapkan sedini mungkin.

 

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Kemenkes - Sehat Negeriku. Diakses pada 2021. Hari Kanker Sedunia 2019
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Breast cancer