08 November 2018

13 Makanan Ini Harus Dihindari Anak yang Alergi Susu

Alergi Susu, intoleransi protein susu

Halodoc, Jakarta - Merupakan hal yang umum dan wajar apabila anak mengalami alergi susu. Namun, alergi susu berbeda dengan intoleransi protein susu dan intoleransi laktosa. Intoleransi atau ketidakmampuan tubuh menerima suatu zat tidak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, serta memiliki gejala dan pengobatan yang berbeda dengan alergi susu.

Alergi susu merupakan sejenis alergi makanan yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh pengidap. Dalam kondisi tersebut, tubuh menganggap suatu kandungan pada protein, dalam hal ini adalah susu, sebagai zat yang berbahaya. Peringatan ini kemudian memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi immunoglobulin E untuk menetralkan alergi tersebut. Proses ini menghasilkan pelepasan histamin dan zat kimia lain di dalam tubuh, kemudian menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi susu tertentu.

Kandungan utama pada protein susu yang menjadi penyebab alergi susu adalah kasein dan whey. Kasein ditemukan pada bagian susu yang padat, dikenal juga dengan nama dadih. Whey ditemukan pada susu yang cair yang tetap ada meski susu mengental.

Dua protein tersebut mungkin sulit dihindari karena ditemukan juga pada makanan olahan susu lain. Pengidap alergi susu juga cenderung memiliki alergi pada susu dari hewan menyusui lain, tetapi tidak selalu memiliki alergi pada susu kedelai.

Hindari Produk Susu

Cara mencegah alergi susu dapat dilakukan dengan menghindari susu dan produk-produk yang mengandung susu maupun protein susu. Bacalah label produk dengan teliti sebelum membeli, mengonsumsi, atau menggunakannya, terutama ketika sedang makan di luar rumah. Tanyakan pada juru masak mengenai bahan-bahan dan detail pengolahan makanan sebelum memesan atau memakannya.

Waspadai juga produk yang mencantumkan label non-dairy atau milk-free, karena mungkin masih memiliki kandungan protein susu. Beberapa produk yang memiliki kandungan susu yang perlu dihindari adalah:

  1. Mentega.

  2. Yoghurt.

  3. Pudding.

  4. Es krim.

  5. Keju dan bahan yang mengandung keju.

  6. Bahan yang memiliki lact di dalam namanya, seperti laktosa dan laktat.

  7. Bubuk protein.

  8. Perisa mentega buatan.

  9. Perisa keju buatan .

  10. Permen, coklat batangan maupun cair, dan karamel.

  11. Whey dan whey hydrolysate.

  12. Kasein, kalsium kasein, kasein hydrolysate, magnesium kasein, kalium kasein dan natrium kasein.

  13. Hindrosolate.

Bagi ibu menyusui, memberikan ASI selama 4-6 bulan pertama, selain merupakan sumber nutrisi yang paling baik, diduga dapat membantu mencegah alergi susu pada bayi. Namun, jika Si Kecil terbukti memiliki alergi susu, ibu harus menyingkirkan produk dengan kandungan susu pada pilihan makanan sehari-hari, agar zat susu tidak masuk melalui ASI pada anak.

Pada anak-anak yang lebih dewasa dan memiliki alergi susu, kombinasi ASI dan susu formula hipoalergenik dapat mencegah munculnya reaksi alergi. Segera temui dokter jika ibu menduga anak mengalami reaksi setelah dia menyusu.

Susu formula hipoalergenik tertentu tidak berbasis susu, melainkan asam amino, sehingga tidak menyebabkan reaksi alergi. Alternatif lainnya adalah menggunakan susu berbasis protein kedelai dan susu beras. Namun, ibu tetap harus memperhatikan penggunaannya, karena sebagian anak yang memiliki alergi susu juga memiliki alergi kedelai.

Jika ibu atau Si Kecil memiliki masalah dan pertanyaan seputar alergi susu, ibu dapat menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kemungkinan dokter juga dapat membantu pengidap alergi susu untuk memilih pilihan atau diet makanan yang kaya akan nutrisi seimbang bagi tubuh. Ibu juga perlu mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk menggantikan nutrisi yang terdapat di dalam susu, seperti vitamin D dan riboflavin.

Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: