• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Bahaya Menggugurkan Kandungan untuk Tubuh Wanita

2 Bahaya Menggugurkan Kandungan untuk Tubuh Wanita

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
2 Bahaya Menggugurkan Kandungan untuk Tubuh Wanita

Halodoc, Jakarta – Aborsi adalah prosedur medis untuk menggugurkan kandungan dengan sengaja sebelum waktu kelahiran. Ada berbagai macam alasan prosedur tersebut dilakukan.

Pertimbangan medis tertentu, seperti komplikasi kehamilan yang bisa membahayakan nyawa bayi maupun ibu menjadi salah satu alasan aborsi dilakukan. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa ada banyak wanita atau pasangan yang memutuskan untuk melakukan prosedur tersebut karena kehamilan yang tidak direncanakan. Terlepas dari alasannya, tahukah kamu bahwa menggugurkan kandungan berbahaya bagi tubuh wanita? 

Sekilas tentang Metode Aborsi

Ada dua metode yang bisa digunakan untuk menggugurkan kandungan, yaitu menggunakan obat-obatan atau melakukan operasi. 

Prosedur aborsi dengan metode obat dilakukan dengan mengonsumsi dua jenis obat dalam bentuk pil, yaitu mifepristone dan misoprostol. Pertama-tama, mifepristone diminum untuk menghalangi hormon progesterone, sehingga lapisan rahim menipis. Setelah sekitar 1-2 hari kemudian, misoprostol bisa diminum yang akan merusak lapisan rahim, sehingga menyebabkan rasa sakit perdarahan dan keguguran.

Sedangkan aborsi dengan metode operasi yang paling umum dilakukan adalah aspirasi vakum. Operasi ini dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung ke dalam rahim melalui serviks dan janin dikeluarkan dengan alat isap.

Selain itu, prosedur operasi lainnya yang bisa dilakukan untuk menggugurkan kandungan adalah dilatasi dan evakuasi (D&E). Prosedur ini melibatkan memasukkan instrumen khusus yang disebut forsep melalui serviks dan ke dalam rahim untuk mengangkat kehamilan.

Baca juga: Perhatikan 5 Makanan Ini yang Menjadi Pemicu Keguguran

Kenali Bahaya Aborsi, Bisa Berakibat Fatal

Bila dilakukan bukan oleh tenaga medis profesional, atau menggunakan metode yang tidak aman, atau di tempat dengan fasilitas terbatas, tindakan menggugurkan kandungan bisa menyebabkan bahaya berikut bagi tubuh wanita:

1. Komplikasi 

Sama seperti prosedur medis pada umumnya, aborsi juga memiliki risiko komplikasi, meskipun tergolong rendah. Aborsi mungkin hanya menimbulkan sedikit rasa sakit dan perdarahan bila dilakukan sedini mungkin dalam masa kehamilan. Namun, tidak menutup kemungkinan, beberapa komplikasi berikut bisa terjadi selama prosedur menggugurkan kandungan dilakukan: 

  • Infeksi rahim (uterus).
  • Aborsi tidak tuntas, yaitu kegagalan mengeluarkan sebagian atau semua jaringan kehamilan dari rahim.
  • Perdarahan hebat.
  • Kerusakan pada rahim atau leher rahim (serviks).


2. Masalah Kesuburan 

Sebenarnya, aborsi tidak memengaruhi peluang seorang wanita untuk hamil dan memiliki kehamilan normal di kemudian hari. Banyak wanita yang pernah menjalani aborsi bisa hamil segera setelahnya.

Namun, menggugurkan kandungan bisa membuat wanita berisiko mengembangkan infeksi rahim. Bila tidak segera ditangani, infeksi tersebut bisa menyebar ke saluran telur dan ovarium yang dikenal sebagai penyakit radang panggul. Penyakit tersebut bisa meningkatkan risiko kemandulan.

Baca juga: Bagaimana Cara Cepat Hamil setelah di Kuret?


3. Masalah pada Kehamilan Berikutnya

Bila tidak segera ditangani, penyakit radang panggul yang bisa terjadi akibat aborsi juga bisa menyebabkan kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya, yaitu ketika sel telur tertanam di luar rahim.

Aborsi juga menyebabkan melemahnya serviks, yang meningkatkan risiko wanita melahirkan sebelum waktunya. Dua penelitian yang baru-baru ini diterbitkan menunjukkan bahwa aborsi yang diinduksi meningkatkan risiko kelahiran prematur pada kehamilan berikutnya, sekitar 25-27 persen. Setelah dua kali atau lebih aborsi, risiko wanita melahirkan prematur meningkat menjadi di antara 51-62 persen.

Sebuah penelitian di Kanada pada tahun 2013 juga menemukan bahwa wanita yang pernah melakukan aborsi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk memiliki anak prematur yang sangat dini (kehamilan 26 minggu). 

Kelahiran prematur bisa membawa risiko kesehatan yang serius bagi bayi. Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk hidup sampai dewasa. Bila bertahan hidup, mereka memiliki risiko cacat serius yang signifikan, termasuk cerebral palsy, gangguan intelektual, gangguan perkembangan psikologis dan autisme.

Baca juga: Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui Orangtua Jika Si Kecil Lahir Prematur

Itulah bahaya menggugurkan kandungan untuk tubuh wanita. Karena itu, pertimbangkanlah matang-matang sebelum mengambil keputusan untuk aborsi. Bila kamu ingin bertanya-tanya seputar masalah kehamilan, gunakan saja aplikasi Halodoc.

Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter yang ahli dan terpercaya dari Halodoc siap untuk membantu kamu memberi solusi kesehatan. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2021. Abortion.
Compass Care. Diakses pada 2021. Abortion Risks and Side Effects