• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Kelainan Gametogenesis dan Efeknya pada Tubuh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Kelainan Gametogenesis dan Efeknya pada Tubuh

2 Kelainan Gametogenesis dan Efeknya pada Tubuh

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Agustus 2022

“Ada dua jenis anomali atau kelainan gametogenesis yang dapat menimbulkan efek pada tubuh. Salah satunya adalah anomali morfologi yang dapat membuat embrio atau janin sulit terbentuk atau terjadinya berbagai masalah kehamilan.”

2 Kelainan Gametogenesis dan Efeknya pada Tubuh2 Kelainan Gametogenesis dan Efeknya pada Tubuh

Halodoc, Jakarta – Dalam aspek reproduksi, gametogenesis merupakan proses di mana gamet atau sel germinal (sel yang dibentuk untuk tujuan reproduksi) diproduksi dalam suatu organisme. Artinya, gametogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan dari sel telur atau sel sperma agar dapat membentuk individu baru (janin). 

Perlu diketahui bahwa secara teknis, proses gametogenesis memiliki istilah yang berbeda pada pria dan wanita. Pada pria, proses tersebut disebut sebagai spermatogenesis. Sementara itu, pada wanita, proses gametogenesis dikenal dengan istilah oogenesis. 

Sayangnya, proses gametogenesis pada setiap manusia, belum tentu berjalan secara optimal. Terkadang, sebagian orang bisa saja mengalami kelainan pada proses gametogenesisnya. 

Nah, kelainan gametogenesis tersebut diketahui memiliki beberapa jenis, sekaligus dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh. Penasaran apa saja? Simak informasinya di sini! 

Kelainan Gametogenesis 

Terdapat beberapa jenis kelainan atau anomali gametogenesis, antara lain: 

1. Anomali Morfologi 

Spermatozoa abnormal pada pria dapat terlihat bahkan dalam air mani normal. Pada anomali ini, hingga 10 persen sperma saat ejakulasi kemungkinan sangat abnormal. Akibatnya, sperma tersebut tidak membuahi oosit (sel gametosit perempuan), karena motilitas dan kemampuan pembuahannya buruk. Kendati demikian, sperma tersebut umumnya tidak memengaruhi kesuburan kecuali jumlahnya melebihi 20 persen. 

Selain itu, anomali morfologi juga dapat membentuk sperma ganda, yang mungkin merupakan hasil dari kegagalan disjungsi selama spermatogenesis. Perlu diketahui bahwa jumlah sperma abnormal akibat kelainan gametogenesis ini dapat meningkat akibat beberapa hal. Misalnya seperti, reaksi alergi parah, agen antispermatogenik, hingga faktor lainnya. 

Di sisi lain, oosit yang memiliki dua inti pada wanita, biasanya gagal matang, meski dua oosit dalam folikel yang sama jarang terjadi pada wanita. Sebagian besar oosit ini tidak pernah matang. Akibatnya, anomali morfologi dapat membuat embrio atau janin sulit terbentuk atau terjadinya berbagai masalah kehamilan. Contohnya seperti risiko keguguran atau kehamilan kosong.

2. Anomali Kromosom 

Kelainan kromosom ini dapat terjadi selama meiosis (pembelahan sel), ketika distribusi materi kromosom antara gamet terjadi. Anomali atau kelainan gametogenesis ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 

  • Anomali yang melibatkan autosom (kromosom somat) 

Pembelahan meiosis meliputi tahap pasangan kromosom. Pembelahan ini dapat memberikan kemungkinan nondisjunction, di mana kromosom homolog mungkin gagal untuk memisahkan dan lolos ke kutub yang berlawanan. 

Akibatnya, pembelahan tersebut akan menghasilkan beberapa sel germinal dengan 24 kromosom, sementara yang lain hanya memiliki 22 kromosom. Jika sel germinal dengan 24 kromosom autosomal bersatu dengan sel yang memiliki komplemen normal (23), maka zigot dengan 47 kromosom terbentuk. Hal ini dikenal dengan istilah trisomi (adanya 3 perwakilan dari kromosom tertentu daripada 2). 

Sementara itu, jika sel germinal dengan 22 kromosom autosomal menyatu dengan yang normal, zigot berakhir dengan 45 kromosom. Hal ini dikenal dengan istilah monosomi, yaitu, kehadiran hanya 1 perwakilan dari kromosom tertentu. 

  • Anomali  yang melibatkan kromosom seks

Jenis kelamin seseorang normalnya ditentukan oleh gen kromosom XY untuk laki-laki dan XX untuk perempuan. Nah, kelainan pada kromosom seks terjadi saat ada sel-sel yang tidak mendapat kromosom seks, sementara sel lainnya memiliki dua kromosom seks pada saat pembelahan. 

Nah, kelainan gametogenesis ini dapat memicu berbagai gangguan genetik pada seseorang. Misalnya seperti sindrom XXY atau sindrom Klinefelter pada pria, atau, sindrom Turner pada wanita.

Itulah penjelasan mengenai beberapa kelainan gametogenesis beserta dampaknya. Jika kamu mencurigai dirimu mengalami kelainan gametogenesis, segeralah memeriksakan kondisi ke dokter. Khususnya jika saat ini kamu dan pasangan sedang merencanakan kehamilan. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit untuk memeriksakan kondisimu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Life Map Discovery. Diakses pada 2022. Anomalies (abnormalities) of Gametogenesis. 
NIH. Diakses pada 2022. Abnormal Gametogenesis. 
Britannica. Diakses pada 2022. Gametogenesis Embryology.