• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Langkah-langkah Pemeriksaan Tes HIV
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Langkah-langkah Pemeriksaan Tes HIV

2 Langkah-langkah Pemeriksaan Tes HIV

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 September 2022

“Tes HIV meliputi dua langkah, yaitu tes skrining dan tes lanjutan. Bila hasil tes skrining positif, dokter akan menganjurkan untuk melakukan tes lanjutan untuk mengkonfirmasi infeksi virus tersebut.”

2 Langkah-langkah Pemeriksaan Tes HIV2 Langkah-langkah Pemeriksaan Tes HIV

Halodoc, Jakarta – HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus berbahaya yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit melemah. Infeksi virus ini biasanya menimbulkan gejala yang mirip gejala flu, tapi untuk memastikan diagnosis, tes HIV perlu dilakukan.

Beberapa tes HIV menggunakan darah atau cairan tubuh lainnya untuk mendeteksi keberadaan virus tersebut. Bila kamu berisiko tinggi terinfeksi virus tersebut, mendeteksinya sedini mungkin penting agar HIV bisa segera diobati sebelum berkembang semakin parah. Itulah mengapa penting untuk mengetahui langkah-langkah pemeriksaan tes HIV di sini.

Langkah-langkah Tes HIV 

Umumnya, pemeriksaan HIV adalah proses dua langkah yang melibatkan tes skrining dan tes lanjutan. Tes HIV bisa dilakukan dengan mengambil darah dari vena, mengambil sampel darah dari tusukan jari, usap cairan dari mulut, dan sampel urine.

Berikut langkah pemeriksaan tes HIV:

1. Tes skrining

Ini adalah tes untuk memeriksa apakah seseorang sudah terinfeksi HIV. Beberapa jenis tes HIV yang paling umum digunakan untuk skrining, antara lain:

  • Tes antibodi (atau disebut juga immunoassay)

Pemeriksaan ini untuk mencari antibodi terhadap HIV dalam darah atau cairan mulut. Tes antibodi bisa mendeteksi antibodi mulai dari beberapa minggu setelah seseorang terinfeksi virus. Dokter bisa merekomendasikan tes ini untuk dilakukan di laboratorium. Secara umum, tes antibodi yang menggunakan darah dari vena dapat mendeteksi HIV lebih cepat, daripada tes yang dilakukan dengan darah dari stik jari atau dengan cairan oral.

  • Tes antigen

Tes antigen dilakukan untuk mencari antigen HIV, yang disebut p24, dalam darah. Ketika seseorang pertama kali terinfeksi HIV, dan sebelum tubuh memiliki kesempatan untuk membuat antibodi terhadap virus, darahnya akan memiliki tingkat p24 yang tinggi. Tes antigen p24 akurat bila dilakukan 11 hari sampai 1 bulan setelah terinfeksi. Pemeriksaan ini biasanya dikombinasikan dengan tes lain untuk mendiagnosis infeksi HIV.

  • Tes antibodi

Tes ini memeriksa kadar antibodi HIV dan antigen p24. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi virus secepat 3 minggu setelah terinfeksi.

  • Tes asam nukleat (NAT)

Tes ini mencari virus yang sebenarnya dalam darah. Pada tes ini, dokter akan mengambil darah dari pembuluh darah dan mengirim sampel ke laboratorium untuk pengujian. NAT bisa mengetahui apakah seseorang memiliki HIV atau berapa banyak virus yang ada dalam darah. Tes ini juga bisa mendeteksi HIV lebih cepat daripada jenis tes lainnya. 

NAT bisa menjadi pilihan tes untuk orang yang baru saja terpapar, atau kemungkinan terpapar dan memiliki gejala awal HIV, dan yang dites negatif dengan tes antibodi atau antigen/antibodi.

2. Tes lanjutan

Tergantung pada jenis tes skrining HIV yang dilakukan, hasilnya biasanya sudah bisa didapatkan dalam 20 menit. Bila menggunakan tes antibodi cepat dengan tusuk jari atau cairan mulut, hasilnya biasanya sudah ada dalam 30 menit atau kurang. 

Nah, bila tes skrining menunjukkan hasil positif, itu berarti ada jejak HIV di dalam tubuh. Dokter biasanya akan meminta tes lanjutan untuk mengkonfirmasi. Tes lanjutan bisa berupa: 

  • Tes laboratorium yang lebih akurat, seperti NAT.
  • Pemeriksaan antibodi yang lebih akurat, seperti tes Western Blot.
  • Pemeriksaan antibodi untuk membedakan antara dua jenis virus, yaitu HIV-1 dan HIV-2.

Bila kamu positif mengidap HIV, segera bicarakan pada dokter mengenai pengobatan yang bisa dilakukan untuk mencegah AIDS, stadium paling lanjut dari penyakit ini. Dokter mungkin akan memulai pengobatan dengan memberikan terapi antiretroviral (ART). 

Obat-obatan ini bisa menurunkan jumlah virus dalam tubuh, terkadang sampai pada titik di mana tes tidak bisa menemukannya. Mereka juga bisa melindungi sistem kekebalan tubuh, sehingga infeksi HIV tidak berkembang menjadi AIDS.

Untuk mendapatkan obat dan vitamin yang kamu butuhkan untuk mengatasi masalah kesehatanmu, gunakan aplikasi Halodoc saja. Tidak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2022. Screening and diagnosis for HIV.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Types of HIV Tests.
WebMD. Diakses pada 2022. HIV Testing