• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Obat Batuk Berdahak Anak yang Aman Dikonsumsi

2 Obat Batuk Berdahak Anak yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
2 Obat Batuk Berdahak Anak yang Aman Dikonsumsi

Halodoc, Jakarta - Sudah tahu kan kalau batuk terdiri dari dua macam? Sederhananya, ada batuk berdahak dan batuk kering. Nah, obat untuk mengatasi kedua jenis batuk tersebut tidaklah sama.

Untuk batuk kering, bisa menggunakan penekan batuk (cough suppressants). Sesuai namanya, obat batuk berupa cough suppressants bertujuan untuk menekan batuk. Lantas, bagaimana dengan batuk berdahak pada anak? Obat batuk anak seperti apa yang aman untuk dikonsumsi? 

Baca juga: Ini 8 Cara Alami Redakan Batuk Berdahak pada Anak

Obat Batuk Berdahak untuk Anak

Seperti penjelasan di atas, obat batuk kering dan berdahak tidaklah sama. Setidaknya ada dua jenis obat batuk berdahak yang bisa digunakan pada anak-anak, yaitu:

1.Ekspektoran

Obat batuk anak jenis ekspektoran dapat membuat batuk lebih efektif dengan meningkatkan produksi lendir di paru-paru dan saluran udara. Mengonsumsi ekspektoran mampu mengeluarkan dahak yang tertinggal di saluran pernapasan. Obat ini membuat pernapasan terasa lebih lega. Salah satu jenis obat batuk berdahak jenis ekspektoran adalah guaifenesin.

Obat batuk berdahak ini mampu meredakan penumpukan dahak di saluran pernapasan (contohnya akibat flu atau bronkitis akut). Obat guaifenesin bekerja dengan mengencerkan dahak, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Hal yang perlu digarisbawahi, ibu harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memberikan obat batuk berdahak guaifenesin pada anak-anak di bawah usia 6 tahun. 

2.Mukolitik

Obat batuk berdahak jenis mukolitik berfungsi seperti ekspektoran. Obat ini bekerja dengan mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Obat batuk anak jenis mukolitik yang bisa digunakan adalah bromhexine. 

Bromhexine bekerja dengan cara menghambat kerja sel yang memproduksi dahak, sehingga menghasilkan dahak yang tak kental, dan mudah dikeluarkan.

Obat batuk berdahak golongan mukolitik terbilang aman digunakan. Akan tetapi, bila dikonsumsi berlebihan atau tidak sesuai dengan dosisnya, maka dapat menimbulkan beberapa efek samping. Contohnya pusing, sakit kepala, atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. 

Baca juga: 4 Cara Ampuh Mengatasi Batuk Berdahak

Ingat, obat batuk berdahak tidak disarankan untuk diberikan pada anak berusia di bawah dua tahun. Oleh sebab itu, cobalah konsultasikan pada dokter anak sebelum memberikan obat batuk berdahak pada anak. 

Nah, setelah berdiskusi dengan dokter, ibu bisa kok membeli obat batuk berdahak untuk anak menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 

Kapan Perlu Ke Dokter?

Pada beberapa kasus, batuk berdahak pada anak bisa saja berlangsung lama meski telah diberikan obat batuk anak. Oleh sebab itu, segeralah periksakan ke dokter bila batuk berdahak berlangsung lebih dari seminggu meski sudah minum obat. 

Tak hanya itu saja, segera temui dokter bila batuk berdahak pada anak disertai:

  • Dahak kental, berbau busuk, berwarna hijau kekuningan (bisa jadi merupakan infeksi bakteri).
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Gatal-gatal atau wajah atau tenggorokan bengkak dengan kesulitan menelan.
  • Telah melakukan kontak dengan seseorang yang mengidap TBC.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja atau keringat malam (bisa jadi tuberkulosis).
  • Batuk berlangsung lebih dari 10 hingga 14 hari.
  • Batuk yang menghasilkan darah.
  • Demam (mungkin menjadi tanda infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik).
  • Suara bernada tinggi (disebut stridor) saat menarik napas.
  • Batuk hebat yang dimulai dengan cepat.
  • Batuk terjadi pada anak di bawah usia dua tahun, disertai demam tinggi.

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Batuk Berdahak yang Sering Diabaikan

Nah, bila Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas dan tak kunjung membaik, segeralah periksakan dirinya ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2021. What to Know About Expectorants. WebMD. Diakses pada 2021. Vitamins & Supplements. Bromelain.
Patient Info UK. Diakses pada 2021. Mucolytics.
Healthhub Singapore. Diakses pada 2021. Bromhexine Tablet.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021.Cough