3 Cara Mencegah Diri agar Terhindar dari Infeksi Limfadenitis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2019
3 Cara Mencegah Diri agar Terhindar dari Infeksi Limfadenitis3 Cara Mencegah Diri agar Terhindar dari Infeksi Limfadenitis

Halodoc, Jakarta - Limfadenitis terjadi karena adanya radang pada kelenjar getah bening. Peradangan pada kelenjar getah bening ini umumnya tidak terjadi sendirian, melainkan akibat infeksi di tempat lain (misalnya di kulit atau gigi) yang menyebar ke kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ini memiliki ukuran yang sangat kecil, dan berfungsi untuk menjaga tubuh terlindung dari infeksi kuman. Kelenjar getah bening tersebar di dalam tubuh dari kepala hingga ke kaki, serta ada pada organ dalam seperti lambung, usus, dan sebagainya.

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya limfadenitis, tetapi hal yang paling sering adalah infeksi bakteri. Misalnya seperti bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus beta hemolyticus. Di samping itu, virus juga dapat menyebabkan limfadenitis, misalnya cytomegalovirus dan Epstein-Barr virus.

Limfadenitis juga dapat terjadi karena kelainan sistem imunitas dan juga bisa merupakan tanda adanya tumor. Tumor yang menyebabkan gejala limfadenitis di antaranya adalah leukimia, limfoma, dan rabdomiosarkoma.

Baca juga: Waspada, Ini Bahaya Limfadenitis pada Ibu Hamil

Sayangnya, tidak banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah limfadenitis. Namun, untuk mengurangi risiko terjadinya limfadenitis, jika ada infeksi pada kulit, gigi, atau infeksi di tempat lain, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan. Kamu bisa pula melakukan pencegahan dengan cara-cara berikut:

  1. Obat-Obatan

Antibiotik, antivirus, atau antijamur akan diberikan oleh dokter untuk mengatasi limfadenitis yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur. Di samping itu, apabila diperlukan, kamu juga akan mendapatkan obat anti-inflamasi non-steroid (misalnya ibuprofen) apabila pengidap mengalami gejala nyeri dan demam akibat limfadenitis.

  1. Mengalirkan Abses atau Nanah

Cara ini dilakukan untuk mengatasi limfadenitis yang sudah berkembang menjadi abses. Nanah akan dialirkan melalui irisan (insisi) kecil pada kulit yang dibuat di daerah abses. Setelah insisi dibuat, cairan nanah dibiarkan keluar dengan sendirinya, lalu insisi ditutup menggunakan perban steril.

  1. Pengobatan Kanker

Apabila limfadenitis yang terjadi diakibatkan oleh tumor atau kanker, pengidap bisa menjalani pembedahan untuk mengangkat tumor, kemoterapi, atau radioterapi.

Baca juga: 4 Makanan yang Wajib Dikonsumsi Bagi Pengidap Limfadenitis

Kebanyakan anak-anak yang mengalami limfadenitis akan mengalami pembesaran kelenjar getah bening di inguinal (lipatan paha), aksila (ketiak), dan cervical (leher) yang berukuran kecil dan mudah digerakkan. Hanya sedikit kasus yang mengalami pembesaran kelenjar getah bening di suboksipital (leher belakang) atau post aurikula (belakang telinga).

Pembesaran kelenjar getah bening di supraklavikula (leher bagian atas), epitroklear, dan popliteal tidak biasa terjadi seperti halnya pembesaran KGB di mediastinal dan perut (abdominal). Limfadenitis hanya bisa 1 buah atau muncul berkelompok dan dapat unilateral (sesisi) atau bilateral (dua sisi). Onset (awal mula terjadinya) limfadenitis dapat bersifat akut, subakut atau kronik.

Berdasarkan lokasinya, limfadenitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Limfadenitis lokal, yang merupakan jenis limfadenitis yang paling umum terjadi. Limfadenitis lokal hanya dapat terjadi pada beberapa kelenjar getah bening yang berdekatan.
  • Limfadenitis umum, kondisi yang terjadi saat banyak kelenjar getah bening yang mengalami radang akibat penyebaran infeksi melalui aliran darah, atau akibat penyakit lain yang menyebar ke seluruh tubuh.

Baca juga: Ketahui 4 Pengobatan Penyakit Limfadenitis

Itulah informasi mengenai limfadenitis yang perlu kamu waspadai. Untuk lebih lengkapnya mengenai pencegahan limfadenitis, kamu bisa berdiskusi langsung pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.




Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan