• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Cara Mengatasi Mual saat Menstruasi

3 Cara Mengatasi Mual saat Menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3 Cara Mengatasi Mual saat Menstruasi

Halodoc, Jakarta – Mual termasuk salah satu keluhan umum wanita saat mengalami menstruasi. Hal itu sebenarnya normal terjadi saat menstruasi karena wanita mengalami perubahan hormonal dan kimiawi di dalam tubuhnya. 

Meskipun biasanya bukan masalah serius, tetapi mual saat menstruasi tentu bisa membuat kamu merasa sangat tidak nyaman saat menjalani aktivitas sepanjang hari. Namun, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi mual saat menstruasi. Yuk, cari tahu di sini!

Baca juga: Kenali Bedanya Tanda PMS atau Hamil

Penyebab Mual Saat Menstruasi

Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab mual saat haid. Kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan mual dengan tingkat keparahan yang beragam. Jadi, penting untuk memperhatikan gejala lain yang menyertai mual. Berikut ini penyebab paling umum mual saat menstruasi:

1. Dismenore

Dismenore, atau kram menstruasi yang menyakitkan adalah penyebab mual paling umum selama menstruasi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kram di perut bagian bawah, pinggul, paha, dan punggung. Terkadang, kram bisa terasa cukup parah, hingga membuat kamu mual. 

2. Sindrom Pramenstruasi (PMS)

PMS merupakan gejala fisik dan emosional yang muncul 1–2 minggu sebelum menstruasi. Gejala bisa berlanjut sampai saat menstruasi, tetapi biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Para ahli percaya bahwa PMS disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi. Selain mual, gejala yang juga bisa muncul akibat PMS, antara lain nyeri payudara, kembung, sakit kepala, dan sakit punggung.

3. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

PMDD adalah bentuk PMS yang lebih parah. Gejalanya mirip, tetapi cukup parah hingga bisa mengganggu aktivitas kamu sehari-hari.

Sama seperti PMS, PMDD juga terkait dengan perubahan hormonal selama siklus menstruasi. Namun, pada PMDD, perubahan hormonal menyebabkan rendahnya kadar serotonin, yaitu zat kimia alami di otak. Ketidakseimbangan ini bisa menyebabkan perubahan emosional yang intens.

PMDD menyebabkan gejala fisik yang sama, seperti PMS, termasuk kram dan mual.

4 Endometriosis

Endometrium adalah jaringan yang melapisi rahim kamu. Jaringan tersebut membengkak, robek, dan bocor selama periode menstruasi. Ketika jaringan serupa tumbuh di luar rahim, kondisi itu disebut endometriosis.

Sama seperti endometrium, jaringan ini menebal dan berdarah selama menstruasi. Namun, karena tidak bisa keluar dari tubuh seperti jaringan di rahim, ia melebar dan menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit endometriosis bisa sangat parah hingga menyebabkan mual. Bila jaringan tumbuh di dekat usus, hal itu bisa menyebabkan mual dan muntah selama menstruasi.

5. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi pada saluran reproduksi bagian atas. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual di vagina yang menyebar ke rahim, ovarium, dan saluran tuba.

Penyakit radang panggul seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun bila memiliki gejala, gejala penyakit radang panggul, antara lain sakit perut bagian bawah, nyeri panggul, periode menstruasi yang tidak teratur, keputihan abnormal, rasa nyeri saat berkemih dan berhubungan seks. Mual juga bisa terjadi bila infeksinya parah.

Baca juga: 7 Tanda Nyeri Haid yang Berbahaya

Cara Mengatasi Mual Saat Menstruasi

Tergantung pada penyebabnya, dokter mungkin bisa meresepkan obat-obatan berikut ini untuk mengatasi mual saat menstruasi:

1. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

Ini adalah obat yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri haid. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi prostaglandin (zat mirip hormon yang memicu kontraksi otot rahim) yang pada akhirnya bisa meredakan kram dan mual. Contoh obat antiinflamasi nonsteroid yang umum digunakan, antara lain ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

2. Kontrasepsi Oral

Kontrasepsi oral atau pil KB diformulasikan untuk mencegah kehamilan. Namun, obat ini juga bermanfaat untuk mengontrol perubahan hormonal selama siklus menstruasi kamu, sehingga bisa membantu meredakan beberapa gejala emosional dan fisik, termasuk mual saat menstruasi.

3. Antibiotik

Bila mual saat menstruasi yang kamu alami disebabkan oleh penyakit radang panggul, kamu perlu mengonsumsi antibiotik. Dokter bisa meresepkan antibiotik yang khusus untuk infeksi yang kamu alami.

Selain pengobatan di atas, beberapa perawatan rumah berikut juga bisa mengatasi mual saat menstruasi:

  • Jahe. Obat tradisional ini bisa mengatasi mual dan kram saat menstruasi dengan mengatur prostaglandin dalam tubuh kamu. Cobalah untuk minum teh jahe atau makan permen jahe.
  • Permen. Ekstrak peppermint juga bisa membantu mengurangi prostaglandin, sehingga meredakan mual. Banyak wanita menggunakan aromaterapi peppermint atau minum teh peppermint untuk meredakan mual saat menstruasi.
  • Kayu manis. Rempah-rempah ini mengandung senyawa yang dikenal sebagai eugenol yang bisa menekan prostaglandin, sehingga bermanfaat mengurangi perdarahan menstruasi, mual, dan nyeri.
  • Kontrol Pernapasan. Latihan pernapasan dalam bisa membantu mengendurkan otot dan meredakan mual.

Baca juga: Cara Mudah Meredakan Mual dengan Bahan-Bahan di Rumah

Itulah cara mengatasi mual saat menstruasi yang bisa kamu coba lakukan. Meskipun mual saat menstruasi adalah hal yang wajar, tetapi kamu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mual atau muntah terus berlanjut atau disertai dengan gejala-gejala yang mengkhawatirkan. Sekarang, kamu bisa berobat ke dokter dengan mudah dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Is It Common to Have Nausea During Your Period?