• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Faktor Pemicu Seseorang Alami Hipotermia

3 Faktor Pemicu Seseorang Alami Hipotermia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Hipotermia muncul karena ada ketidakseimbangan antara panas yang dihasilkan tubuh dengan panas yang hilang. Panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Hal itu menyebabkan suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat celsius. Padahal, dalam kondisi normal suhu tubuh manusia adalah sekitar 37 derajat Celsius. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami hipotermia, mulai dari berada di tempat dingin terlalu lama, mengenakan pakaian tipis pada cuaca dingin, hingga terlalu lama mengenakan pakaian yang basah atau berada di dalam air. Selain itu, risiko hipotermia juga bisa meningkatkan kerana beberapa faktor, seperti faktor usia dan riwayat penyakit. 

Baca juga: Bukan Hanya Udara Dingin, Ini Penyebab Lain Hipotermia

Faktor Risiko Hipotermia

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, salah satunya adalah terlalu lama berada di tempat dingin, misalnya gunung. Selain itu, hipotermia juga bisa disebabkan karena terlalu lama mengenakan pakaian basah, atau terlalu lama berendam di dalam air. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa memicu komplikasi berbahaya. 

Hipotermia bisa menyerang siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkat risikonya, di antaranya: 

1.Kelelahan 

Hipotermia lebih rentan menyerang orang yang sedang kelelahan dan terlalu lama berada di tengah udara dingin. 

2.Mengalami Hipotiroidisme

Hipotiroidisme bisa meningkatkan risiko hipotermia. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada pengidap radang sendi, stroke, diabetes, dan penyakit Parkinson.

3.Usia

Faktor usia juga memengaruhi, hipotermia lebih berisiko terjadi pada lansia dan bayi. Pada bayi, suhu yang terlalu dingin bisa menyebabkan keringat dingin akibat hipotermia.

Gejala yang muncul sebagai tanda hipotermia pun bisa beragam, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, secara umum hipotermia bisa ditandai dengan kulit pucat dan terasa dingin saat disentuh, mati rasa, menggigil, respons menurun, kesulitan berbicara, kaku dan sulit bergerak, penurunan kesadaran, hingga debaran jantung melambat. 

Saat hipotermia terjadi, ada beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Pertolongan segera bisa membantu meningkatkan harapan pulih dan menghindari terjadinya komplikasi. Saat menghadapi orang yang mengalami hipotermia yang masih bernapas dan denyut nadi masih ada, segera pindahkan korban ke tempat yang lebih kering dan hangat. 

Saat memindahkan tubuh pengidap hipotermia, pastikan untuk berhati-hati. Sebab, gerakan berlebih bisa memicu denyut jantung berhenti. Jika pakaiannya basah, segera buka dan ganti dengan pakaian yang lebih kering dan hangat. Tambah kehangatan dengan menutupi tubuhnya dengan selimut atau mantel tebal. Jika memungkinkan, berikan minuman hangat dan manis. 

Jika dibutuhkan kontak fisik, penolong bisa mencoba untuk memeluk pengidap hipotermia. Lakukan hal itu di dalam selimut atau kain tebal agar lebih hangat dan suhu tubuh lebih cepat meningkat. Sebagai penolong, pastikan untuk mencatat atau memperhatikan semua hal yang dialami selama hipotermia terjadi. Hal itu berguna sebagai catatan dan laporan saat pengidap hipotermia mendapat pertolongan medis.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Komplikasi Akibat Hipotermia

Kamu bisa menghubungi dokter untuk meminta bantuan dalam memberi pertolongan pertama. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat melalui aplikasi Halodoc. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi hipotermia dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
NHS UK. Diakses pada 2020. Hypothermia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypothermia.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Hypothermia?