• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Ada banyak jenis kecanduan yang dapat terjadi pada kebanyakan orang, salah satunya kecanduan terhadap obat. Obat yang biasanya dikonsumsi saat sedang sakit tetap digunakan meskipun tubuhnya bugar. Gangguan yang masuk dalam kategori penyalahgunaan obat ini dapat berdampak buruk pada pengidapnya dan perlu mendapatkan penanganan. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko dari masalah ini sehingga dapat diketahui sebagai bentuk pencegahan. Ketahui faktor risikonya di sini!

 

Faktor Risiko dari Kecanduan Obat

 

Kecanduan obat, atau substance abuse disorder, adalah kondisi saat seseorang menggunakan obat atau zat yang tidak legal, dan/atau digunakan tidak sesuai dosis yang disarankan oleh ahli medis. Selain itu, seseorang yang mengalami masalah ini sudah merasa ketergantungan sehingga sulit untuk mengubahnya. Padahal jika dibiarkan, banyak dampak buruk yang mungkin terjadi dan perlu dihentikan segera meskipun bukan hal yang mudah.

 

Beberapa obat yang dapat mengalami kecanduan pada penggunanya adalah obat penghilang rasa nyeri, serta obat gangguan cemas. Jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi, maka dapat menyebabkan keracunan bagi penggunanya. Selain itu, ketergantungan pada beberapa zat seperti alkohol, mariyuana, dan nikotin juga termasuk dalam kategori penyalahgunaan atau kecanduan obat.

 

Baca juga: Alasan Narkotika Bisa Beri Efek Negatif pada Tubuh

 

Seseorang yang mengalami masalah ini terjadi karena gangguan yang memengaruhi otak dan perilaku seseorang. Hal ini menyebabkan ketidakmampuan untuk mengendalikan penggunaan obat baik yang legal maupun ilegal. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan ini agar tidak terjadi adalah dengan mengetahui lalu menghindari segala faktor risikonya. Nah, berikut adalah beberapa faktor risiko dari kecanduan obat:

 

  • Pengaruh Psikologis


Kebanyakan orang mengonsumsi obat-obatan untuk bereksperimen atau bersenang-senang. Namun, tidak semua orang dapat menghentikan kebiasaan tersebut dan akhirnya menjadi pecandu. Seseorang akan sangat mudah menjadi pecandu obat jika sering menggunakan obat secara kompulsif dan memiliki masalah pada psikologisnya.

 

Saat menjadi pecandu obat-obatan, seseorang akan lebih sering berjuang dengan pengalaman emosional yang kuat, serta sulit menanganinya. Bentuk emosional yang paling umum adalah kemarahan, rasa bersalah, kesedihan, merasa hampa, serta kesepian. Pecandu menggunakan obat-obatan dengan alasan untuk mematikan emosi-emosi tersebut yang kerap kali muncul, serta untuk melarikan diri dari rasa sakitnya.

 

  • Trauma Sosial


Trauma sosial menjadi salah satu faktor risiko kecanduan obat dan menjadi salah satu faktor penting terhadap penggunaan obat secara kompulsif. Trauma sosial mungkin saja melibatkan dirinya sendiri, keluarga atau lingkungan sosialnya. Namun, trauma sosial yang umum terjadi biasanya disebabkan oleh pelecehan seksual, pengabaian emosional, lingkungan keluarga, atau kekerasan fisik.

 

  • Penyakit Mental


Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan perilaku, atau ADHD, berisiko lebih tinggi terhadap kecanduan obat dan zat-zat berbahaya lainnya. Saat mengalami kondisi ini, pengidapnya dapat kesulitan untuk mengendalikan pikiran dan emosi. 

 

Jika benar disebabkan oleh gangguan mental, langkah awal yang dilakukan adalah mengelola dan merawat kondisi yang mendasarinya. Selain itu, memahami masalah emosional dan perilaku yang dapat memicu terjadinya konsumsi obat-obatan dapat mengurangi risiko dan mencegah gangguan mental secara bersamaan. Mungkin saja diperlukan psikoterapi guna meningkatkan motivasi yang dapat membantu perubahan diri.

 

Baca juga: Hindari Paracetamol sebagai Obat Tidur, Ini Dampaknya untuk Kesehatan

 

Saat kamu menyalahgunakan zat tertentu dan ingin berhenti, silahkan diskusikan dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah selanjutnya yang dapat kamu ambil. Dengan mendapatkan saran langsung dari ahli medis berpengalaman, diharapkan masalah yang terjadi menjadi lebih baik. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc dan nikmati kemudahan dalam akses kesehatan!


Kecanduan obat merupakan hal serius yang tidak dengan mudah diobati. Untuk mengatasinya, dokter perlu mengenali masalah dari awal apa yang menjadi penyebab seseorang mengalami hal ini, sehingga dokter bisa menentukan obat-obatan yang disalahgunakan dianjurkan dihentikan secara perlahan atau dapat dihentikan langsung. Dalam menjalankan pengobatannya, pengidap akan membutuhkan dukungan fisik dan emosional dari orang terdekat.

 

Baca juga: Perlunya Cek Ketergantungan Obat pada Pengguna Narkoba

 

Oleh karena bahaya kecanduan obat, edukasi tentang penyalahgunaan obat sangat penting dilakukan. Orangtua memiliki peran yang penting untuk memberikan edukasi pada anak-anak sedari dini tentang apa saja akibat penyalahgunaan obat untuk mencegah kecanduan akan obat dan zat-zat terlarang di kemudian hari.


Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2020. Substance use disorder.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Substance Abuse?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Drug addiction (substance use disorder).
Drug Free. Diakses pada 2020. Risk Factors for Addiction.