• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Inseminasi Buatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Inseminasi Buatan

3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Inseminasi Buatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Oktober 2021
3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Inseminasi Buatan

“Jika kamu dan pasangan tidak kunjung mendapatkan kehamilan, inseminasi buatan dapat menjadi solusi jitu. Metode ini dilakukan dengan memasukkan sperma langsung ke dalam rahim wanita. Sebelum itu, kamu perlu tahu beberapa hal yang berhubungan dengan metode ini.”

Halodoc, Jakarta – Kehamilan termasuk salah satu yang diharapkan oleh beberapa pasangan guna mendapatkan keturunan. Namun, tidak semua orang bisa hamil dengan mudah dan bahkan tidak dapat hamil. Kabar baiknya, kini ada banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk hamil tanpa berhubungan intim, salah satunya dengan inseminasi buatan. Apa saja yang perlu diketahui tentang ini? Berikut ulasan lengkapnya!

Inseminasi Buatan, Cara Lain Mendapatkan Kehamilan

Inseminasi buatan adalah metode yang berguna untuk mengatasi masalah kesuburan yang digunakan untuk mengantarkan sperma langsung ke leher rahim atau rahim agar wanita dapat hamil. Pada beberapa kesempatan, sperma dipersiapkan dengan matang untuk meningkatkan kemungkinan wanita hamil menjadi lebih tinggi.

Baca juga: Memiliki Momongan dengan Donor Sperma, Apakah Berisiko?

Ada dua metode pendekatan utama yang dapat dilakukan untuk inseminasi buatan, yaitu inseminasi intrauterin (IUI) dan inseminasi intraservikal (ICI). Dokter mungkin juga menyarankan wanita untuk mengonsumsi obat guna merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium agar peluang pembuahan lebih tinggi, sehingga kemungkinan kehamilan untuk sukses juga lebih besar.

Lalu, apa saja yang perlu diketahui tentang inseminasi buatan? Nah, berikut beberapa faktanya:

1. Proses dilakukannya inseminasi buatan

Pembuahan membutuhkan sperma yang menuju vagina melalui leher rahim, lalu ke dalam rahim dan masuk ke tuba falopi yang merupakan tempat sel telur dibuahi. Terkadang, sperma pria tidak cukup mudah untuk sampai di tempat tersebut, bahkan dalam beberapa tidak pernah sampai. Maka dari itu, dilakukanlah inseminasi buatan agar dapat membuat wanita untuk hamil.

Dokter merekomendasikan metode ini dilakukan oleh pasangan dengan kondisi berikut ini:

  • Setelah enam bulan berhubungan seks tanpa kondom untuk wanita lebih tua dari usia 35 tahun dan masih belum hamil.
  • Setelah satu tahun berhubungan seks tanpa kondom untuk wanita yang lebih muda dari usia 35 tahun dan belum hamil.

Ada dua tipe dari inseminasi buatan, antara lain:

  • ICI: Jenis inseminasi ini dilakukan dengan memasukkan sperma ke dalam serviks.
  • IUI: Prosedur memasukkan sperma melewati leher rahim dan langsung ke dalam rahim.

Baca juga: Ini 3 Tahapan untuk Bisa Donor Sperma

2. Efek Samping

Memang metode ini terbilang efektif untuk memberikan hasil yang terbaik. Namun, ada beberapa efek samping yang dapat timbul saat dilakukan, dan biasanya adalah kram atau pendarahan ringan setelah prosedur. Beberapa wanita lainnya mungkin tidak mengalami efek residu sama sekali.

Selain itu, risiko infeksi juga dapat terjadi, tetapi dengan prosedur yang dilakukan dengan steril dapat meminimalkan dampak buruk ini. Meski begitu, ada kemungkinan juga seseorang yang mendapatkan prosedur ini dapat mengalami infeksi atau peradangan panggul setelahnya.

Pertimbangan matang juga perlu dilakukan jika kamu mengonsumsi obat kesuburan sebelum dilakukannya inseminasi buatan. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan untuk memiliki banyak anak, seperti kembar dan bahkan lebih dari sepasang. Maka dari itu, penting untuk memberitahu dokter sebelum prosedur ini dilakukan.

3. Manfaat inseminasi buatan

Inseminasi buatan dapat menjadi solusi tepat untuk pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan kehamilan. Beberapa kondisi yang umum direkomendasikan oleh dokter untuk mendapatkan inseminasi buatan, antara lain:

  • Saat pasangan pria memiliki cacat genetik dan lebih baik dilakukan sperma donor.
  • Pria dengan jumlah sperma yang rendah.
  • Pria dengan motilitas sperma yang rendah.
  • Wanita yang lendir serviksnya mungkin tidak menguntungkan untuk mendapatkan kehamilan.
  • Wanita yang memiliki riwayat endometriosis.

Baca juga: Sebelum Lakukan Donor Sperma, Pertimbangkan 5 Hal Ini

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang inseminasi buatan. Jika kamu dan pasangan benar-benar kesulitan untuk mendapatkan kehamilan, maka metode ini dapat menjadi solusi yang tepat. Sesuatu yang sudah diharapkan sejak lama dapat menjadi kenyataan dan tentu saja dapat menimbulkan rasa bahagia untuk kedua belah pihak.

Nah, jika kamu dan pasangan merasa perlu melakukan inseminasi buatan, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter dari Halodoc terlebih dahulu. Dokter akan mendengarkan keluhan yang dirasakan selama ini dan menentukan jika metode ini benar-benar cocok atau tidak. Untuk bisa berdiskusi dengan ahli medis, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Artificial Insemination.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about artificial insemination.