• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Hal yang Perlu Dipahami tentang Pemeriksaan Procalcitonin
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Hal yang Perlu Dipahami tentang Pemeriksaan Procalcitonin

3 Hal yang Perlu Dipahami tentang Pemeriksaan Procalcitonin

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Agustus 2022

“Procalcitonin adalah zat yang dilepaskan tubuh saat ada infeksi bakteri. Kadarnya yang terlalu tinggi sering mengindikasikan sepsis.”

3 Hal yang Perlu Dipahami tentang Pemeriksaan Procalcitonin3 Hal yang Perlu Dipahami tentang Pemeriksaan Procalcitonin

Halodoc, Jakarta Procalcitonin adalah tes darah untuk mendeteksi kadar procalcitonin. Tingginya kadar procalcitonin sering menjadi pertanda sepsis, yaitu infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kegagalan organ sampai kematian. 

Selain mendiagnosis sepsis, tes ini juga bisa membantu dokter dalam memilih jenis pengobatan maupun memantau efek pengobatan yang sudah diberikan. 

Seputar Pemeriksaan Procalcitonin

1. Asal muasal procalcitonin

Saat ada infeksi bakteri, sel-sel tubuh meresponnya dengan melepaskan zat ini ke dalam aliran darah. Jenis bakteri yang dapat memicu infeksi, contohnya Staphylococcus aureus, Escherichia coli (E. coli), dan beberapa jenis Streptococcus.

Semakin infeksi menyebar maka semakin banyak pula procalcitonin yang dilepaskan. Itu sebabnya, sampel darah perlu diambil untuk diperiksa kadar procalcitoninnya. 

2. Tingkatan kadar procalcitonin

Dalam kondisi yang sehat, normalnya seseorang memiliki 0 sampai 0,05 mikrogram per liter procalcitonin. Tingkat procalcitonin yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Kemungkinan sepsis: antara 0,5 sampai  2 mikrogram per liter
  • Sepsis sedang hingga tinggi: antara 2 sampai 10 mikrogram per liter
  • Sepsis berat: 10 mikrogram per liter atau lebih tinggi

Jenis pemeriksaan yang sering dilakukan bersama tes ini adalah tes untuk mengukur protein C-reaktif, kultur darah, cek urin, cek untuk mengukur asam laktat dalam darah, analisis gas darah, hitung darah lengkap dan analisis cairan serebrospinal.

3. Tidak selalu untuk mendeteksi sepsis

Pemeriksaan ini tidak hanya untuk mendeteksi sepsis. Pasalnya, tingkatan procalcitonin yang tinggi juga bisa mengindikasikan penyakit lain, seperti:

  • Trauma berat
  • Luka bakar
  • Pankreatitis (radang pankreas)
  • Meningitis (radang jaringan yang mengelilingi otak)
  • Endokarditis (radang jantung)
  • Serangan jantung
  • Ketidakcocokan organ pada individu yang mendapat transplantasi organ
  • Infeksi saluran kemih yang parah 
  • Infeksi tumor 
  • Kanker
  • Asma 
  • Pneumonia

Kapan Perlu Melakukan Tes Procalcitonin?

Dokter akan merekomendasikan tes ini ketika ada indikasi sepsis maupun gejala penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas. Tanda sepsis yang perlu kamu waspadai, antara lain:

  • Demam
  • Kedinginan
  • Kulit lembab atau berkeringat
  • Kebingungan
  • Nyeri hebat
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas
  • Tekanan darah rendah

Infeksi yang paling sering menyebabkan sepsis contohnya infeksi paru-paru (pneumonia), infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan saluran pencernaan. 

Sepsis paling rentan menimpa bayi baru lahir dan lansia. Di luar kelompok usia tersebut, orang yang baru menjalani operasi, pengguna kateter dan pengidap penyakit kronis juga berpotensi tinggi mengalami sepsis.

Cari bantuan medis jika mendapati tanda dan gejala sepsis. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis,. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2022. How the Procalcitonin Test Diagnoses Sepsis.
Medline Plus. Diakses pada 2022. Procalcitonin Test.