3 Kebiasaan yang Bisa Memicu Sinusitis Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3 Kebiasaan yang Bisa Memicu Sinusitis Kronis

Halodoc, Jakarta – Sinusitis kronis nyatanya bisa muncul akibat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak disadari. Sinusitis kronis merupakan peradangan yang terjadi secara terus menerus pada sinus, yaitu rongga yang ada di sekitar saluran hidung. Peradangan ini kemudian menyebabkan sinus membengkak dan biasanya berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Sinusitis kronis biasanya tidak membaik dalam waktu singkat meski sudah mendapat perawatan dan pengobatan. 

Penyakit ini bisa sangat mengganggu karena menyebabkan lendir menumpuk di saluran napas dan pengidapnya menjadi kesulitan bernapas melalui hidung. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko sinusitis kronis. Selain faktor risiko, sinusitis kronis juga bisa dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari menyebabkan peradangan pada rongga di saluran hidung. 

Baca juga: Sering Kambuh, Bisakah Sinusitis Sembuh Total?

Kebiasaan Pemicu Sinusitis Kronis yang Harus Dihindari

Sinusitis kronis lebih rentang menyerang orang yang sudah memiliki masalah pernapasan atau masalah pada area hidung sebelumnya. Selain itu, masih ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Sinusitis kronis lebih rentan menyerang orang yang memiliki imun atau sistem kekebalan tubuh rendah dan orang yang sering terpapar polusi, misalnya polusi udara atau asap rokok. 

Kondisi ini sering tidak disadari karena gejala yang muncul kerap kali dianggap sebagai pilek atau hidung tersumbat biasa. Tak jarang, sinusitis baru terdeteksi setelah semakin buruk dan bersifat lebih kronis. Gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini memang seringnya menyerupai pilek atau hidung tersumbat. Namun, biasanya terdapat beberapa gejala tambahan yang bisa membedakan antara sinusitis dengan pilek biasa. 

Sinusitis bisa dikenali melalui gejala, seperti keluar cairan kental dan berwarna dari hidung, penyumbatan hidung yang menyebabkan kesulitan bernapas melalui hidung, serta ada cairan mengalir dari belakang tenggorokan. Ada beberapa hal yang bisa memicu penyakit sinusitis kronis menyerang, termasuk kebiasaan sehari-hari. Berikut ini kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko sinusitis pada seseorang:

Baca juga: Apakah Sinusitis Harus Selalu Dioperasi?

1. Buang Ingus Terlalu Keras 

Keinginan untuk buang ingus dan melegakan hidung sangat besar saat flu menyerang. Alhasil, seseorang kerap mengembuskan terlalu keras atau memaksakan untuk buang ingus. Namun hati-hati, kebiasaan ini ternyata bisa meningkatkan risiko peradangan sinusitis, lho. Kebiasaan membuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan aliran balik ingus ke dalam rongga sinus, apalagi jika dilakukan dengan berlebihan. salah satu akibatnya adalah peningkatan tekanan yang cukup besar dalam rongga hidung, hingga peningkatan tekanan di pembuluh darah. 

2. Merokok 

Risiko sinusitis juga meningkatkan pada orang yang aktif merokok. Bahkan pada beberapa kasus, orang hanya menghirup asap rokok alias perokok pasif pun bisa mengalami sinusitis akibat rongga hidung semakin sensitif dan sinus rentan mengalami peradangan. Hal itu terjadi karena asap rokok menyumbang cukup banyak “sampah” yang mengganggu di rongga sinus dan sistem pembersihan sinus secara alami. 

3. Terlalu Lama Berenang 

Berenang merupakan satu jenis olahraga favorit. Namun ternyata, terlalu lama berada di dalam air bisa meningkatkan risiko peradangan sinusitis. Apalagi kalau kamu sudah memiliki faktor risiko penyakit ini. 

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Sinusitis Treatments and Home Remedies.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Chronic Sinusitis.