3 Kebiasaan yang Dapat Tingkatkan Risiko Scabies

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3 Kebiasaan yang Dapat Tingkatkan Risiko Scabies

Halodoc, Jakarta – Scabies alias kudis merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan gejala gatal-gatal serta muncul ruam merah. Penyakit yang terjadi di permukaan kulit ini muncul karena serangan kutu pada bagian tubuh tertentu. Kutu penyebab scabies umumnya menyerang kulit, tangan, kepala, hingga ke bagian genital alias kemaluan. 

Rasa gatal yang muncul akibat kudis atau scabies biasanya disertai dengan ruam atau bintik-bintik menyerupai jerawat pada permukaan kulit yang terserang. Rasa gatal yang muncul sebagai tanda penyakit scabies biasanya akan terasa lebih parah pada malam hari. Kemunculan ruam pada kulit merupakan tanda bahwa ada tungau atau kutu yang hidup serta bersarang di kulit. Penyakit ini harus diwaspadai karena bisa menular dengan mudah, baik secara langsung maupun tidak. 

Baca juga: Berikut Penyebab & Cara Mengatasi Gatal Selangkangan

Penularan Scabies Akibat Kebiasaan Sehari-hari 

Scabies terjadi karena serangan kutu pada permukaan kulit. Kutu penyebab penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung dari kulit ke kulit atau melalui perantara. Setidaknya, ada berbagai kebiasaan sehari-hari yang bisa meningkatkan risiko penularan kutu penyebab penyakit scabies bisa terjadi. Di antaranya: 

  • Bertukar Benda Pribadi 

Kebiasaan bertukar benda pribadi, seperti handuk dan peralatan makan bisa menjadi media penularan kutu penyebab scabies. Risiko penyakit ini sangat tinggi jika kamu melakukannya dengan orang yang sebelumnya pernah mengidap atau sedang mengalami penyakit ini. Sebab, benda-benda tersebut bisa jadi sudah terkontaminasi kutu penyebab penyakit. 

  • Seks Tidak Sehat 

Melakukan hubungan intim yang tidak sehat juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Scabies rentan menyerang orang yang melakukan hubungan intim dengan orang yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi. 

Baca juga: 3 Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin

  • Pola Hidup Sembarang 

Menjalani pola hidup yang tidak sehat juga bisa menjadi salah satu penyebab penyakit ini menyerang. Hal ini bisa menyebabkan seseorang memiliki sistem imunitas alias kekebalan tubuh yang rendah, sehingga lebih rentan terserang kutu penyebab scabies. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah cenderung lebih mudah terserang infeksi.

Penyakit ini sebenarnya jarang berbahaya, tetapi scabies yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan pengidapnya merasa tidak nyaman karena sensasi gatal yang muncul. Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko tinggi tertular kutu penyebab kudis, yaitu anak-anak terutama yang tinggal di tempat bersama, seperti asrama dan orang dewasa yang aktif secara seksual.

Mengatasi penyakit ini dilakukan dengan terlebih dahulu membasmi penyebabnya. Artinya, kamu harus terlebih dahulu melakukan pengobatan untuk mengatasi tungau serta kutu penyebab scabies. Penyebab penyakit ini yang tergolong ringan bisa diatasi dengan perawatan sendiri di rumah. Saat mengalami scabies, cobalah untuk berendam di air dingin atau tempelkan kain basah pada area kulit yang terserang kutu. Mengatasi gatal kudis juga bisa dilakukan dengan penggunaan losion kalamin atau dengan memanfaatkan bahan alami yang bisa dengan mudah ditemukan, seperti lidah buaya.

Baca juga: 3 Penyakit Menular Seksual yang Berbahaya

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit kulit scabies atau kudis dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Scabies.
Healthline. Diakses pada 2019. Scabies.