• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Alergi pada Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Alergi pada Bayi

3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Alergi pada Bayi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Januari 2022

“Terdapat tiga kondisi yang dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Salah satunya adalah kondisi lingkungan, seperti debu, hewan peliharaan, jamur, sengatan serangga, hingga zat kimia tertentu seperti deterjen. Alergi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan dapat menimbulkan beberapa gejala, termasuk bersin, mata merah, gatal, batuk, hingga pilek.”

3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Alergi pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Alergi merupakan reaksi dari sistem imun tubuh akibat paparan suatu zat atau partikel yang disebut alergen. Zat atau partikel alergen tersebut dianggap berbahaya oleh tubuh, sehingga menimbulkan munculnya gejala alergi seperti bersin dan batuk.  Alergi sendiri dapat dialami oleh siapa saja, tanpa terkecuali anak-anak dan bayi. 

Jika bayi mengalami alergi, gejala yang timbul tentu dapat menimbulkan ketidaknyaman padanya. Bahkan, pada kasus yang parah alergi pada bayi juga dapat mengancam keselamatan jiwanya. 

Maka dari itu, alergi pada bayi tentunya tidak dapat disepelekan sehingga ibu perlu mengetahui apa saja kondisi yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Penasaran apa saja? Yuk simak informasinya di sini!  

Kondisi Penyebab Alergi pada Bayi 

Terdapat banyak alergi spesifik yang dapat dimiliki bayi. Meski begitu, alergi pada bayi dapat disebabkan oleh tiga kondisi. Nah, berikut adalah penjabarannya, yaitu

1. Mengonsumsi Makanan dan Efek Samping Obat Tertentu

Makanan juga dapat menjadi kondisi penyebab alergi pada bayi, terutama ketika mereka mulai mengonsumsi makanan padat. Dilansir dari WebMD, terdapat beberapa pemicu alergi makanan pada bayi. Contohnya seperti susu sapi, telur, ikan, kepiting, lobster, udang, kedelai, dan gandum. 

Jika Si Kecil yang sudah mengonsumsi makanan padat terkena alergi, maka dirinya dapat mengalami beberapa gejala. Contohnya seperti sakit perut, batuk, diare, gatal-gatal dan ruam, ruam kemerahan di sekitar mulut, hidung berair atau tersumbat, hingga pembengkakan pada wajah, kaki atau lengan.

Pada kasus yang parah, alergi yang diakibatkan oleh makanan juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Perlu diketahui bahwa alergi makanan dapat menyebabkan gejala yang tiba-tiba dan mengancam jiwa. Misalnya, Si Kecil mungkin dapat mengalami kesulitan bernapas yang ekstrem dan penurunan tekanan darah yang tajam sehingga menyebabkan syok. Maka dari itu, penting untuk segera memeriksakan bayi ke dokter bila menunjukkan indikasi bahwa dirinya sedang mengalami alergi.

Selain makanan, penggunaan obat tertentu juga dapat menjadi kondisi penyebab alergi pada bayi. Meski begitu, alergi akibat obat pada bayi sangat jarang terjadi. Sebab, bayi tidak seharusnya mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dan resep dokter.  

2. Kondisi Lingkungan

Siapa sangka kalau faktor lingkungan juga dapat menjadi kondisi penyebab alergi pada bayi. Meski jarang terjadi, debu, bulu hewan peliharaan, jamur, hingga sengatan serangga juga dapat memicu alergi pada bayi. Alergi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan dapat menimbulkan beberapa gejala. Contohnya seperti bersin, mata merah, gatal, batuk, napas mengi, hingga pilek. 

Bayi juga mungkin dapat mengalami reaksi gatal-gatal, ruam, atau benjolan jika kulit mereka terpapar alergen atau sesuatu yang sensitif bagi kulitnya. Seperti misalnya sampo, sabun, hingga deterjen yang dapat menjadi pemicu umum terjadinya dermatitis kontak.

3. Kondisi Musiman  

Selain makanan, efek samping penggunaan obat, dan faktor lingkungan, kondisi musiman juga dapat menjadi penyebab alergi pada Si Kecil. Alergi yang disebabkan oleh kondisi musiman masih berkaitan dengan kondisi lingkungan, tapi dipengaruhi cuaca pada musim tertentu. 

Sebagai contoh, musim penghujan umumnya memiliki tingkat kelembaban yang tinggi sehingga membuat jamur tumbuh dengan baik. Selain jamur, tungau debu juga berkembang biak pada udara yang lembab. Keduanya sama-sama dapat menjadi pemicu terjadinya alergi pada Si Kecil. 

Di samping itu, udara yang dingin juga dapat menjadi kondisi penyebab alergi yang rentan menyerang siapa saja. Jika Si Kecil mengidap asma, cuaca yang dingin dapat meningkatkan risiko asma kambuh dan memicu dirinya mengalami gejala seperti batuk dan sesak napas. 

Nah, itulah penjelasan mengenai tiga kondisi yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Mulai dari mengonsumsi makanan tertentu, kondisi lingkungan di sekitar bayi, hingga kondisi alergi musiman akibat serbuk tanaman tertentu di udara. 

Namun, apa pun penyebabnya, penting untuk segera memeriksakan Si Kecil ke dokter spesialis anak bila dirinya mengalami gejala alergi. Tujuannya agar gejala yang timbul akibat alergi tidak semakin parah dan tidak mengancam keselamatan Si Kecil.

Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa menghubungi dokter spesialis anak untuk memeriksakan gejala alergi yang dialami Si Kecil. Lewat fitur chat/video call secara langsung. Nantinya, dokter yang berpengalaman akan memberikan anjuran yang tepat atau meresepkan obat untuk meredakan gejalanya. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:  

Healthline. Diakses pada 2021. What to Expect When Your Baby Has Allergies 
WebMD. Diakses pada 2021. Allergies in Babies and Toddlers 
WebMD. Diakses pada 2021. How Weather Affects Allergies
Baby Center. Diakses pada 2021. The 10 best foods for babies