3 Makanan yang Baik untuk Pengidap Difteri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3-makanan-yang-baik-untuk-pengidap-difteri

Halodoc, Jakarta - Ketika seseorang mengidap difteri, ia harus memperhatikan asupan makanannya. Selain itu, pengidap difteri pun tidak bisa dipaksa untuk mengonsumsi makanan tertentu. Pasalnya, pengidap bisa mengalami muntah-muntah. Perlu diwaspadai juga muntah saat mengidap difteri dapat berakibat fatal karena dapat membuat jantung menjadi lemah.

Dikarenakan pentingnya menjaga asupan makanan bagi pengidap difteri, diet khusus pun diperlukan. Supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, inilah beberapa makanan yang baik dan aman untuk dikonsumsi oleh pengidap difteri:

Baca juga: Ini Penyebab Munculnya Wabah Difteri di Indonesia

Makanan yang Baik untuk Pengidap Difteri

Pada sebagian besar pasien, nafsu makan dapat meningkat sejak suhu tubuh menyentuh normal, bahkan makanan dapat tersangkut di tenggorokan. Untuk itu, perlu berhati-hati dalam memilih makanan yang aman bagi pengidap difteri. Inilah beberapa makanan yang bisa dipilih:

1. Makanan Lunak

Makanan lunak yang dapat dikonsumsi oleh pengidap difteri adalah puding susu, puding roti, atau bubur tepung gandum. Sedikit buah rebus yang diberikan dengan puding beras akan mendorong nafsu makan.

2. Sup

Sup daging dan telur dapat diberikan pada pengidap penyakit ini. Namun, daging dan telur yang digunakan dalam sup ini harus direbus terlebih dahulu hingga lunak dan empuk. Sebagai variasi, pengidap difteri juga bisa mengonsumsi sup ikan atau sup ayam yang memiliki daging yang lebih lembut.

3. Susu

Segelas susu dapat dikonsumsi sebagai pendamping sarapan dan malam sebelum tidur. Sajikan susu dalam keadaan hangat, sehingga dapat membuat tenggorokan terasa lebih nyaman. Kamu juga dapat menyajikan susu sebagai camilan atau teman makan roti.

Memang pengidap difteri tidak dapat memilih makanan terlalu bebas. Sebagai aturan, pengidap memiliki aturan umum terhadap pilihan makanan. Pilihan makanan yang aman untuk pengidap difteri akan mendukung proses penyembuhan. Untuk itu, perlu diingat bahwa pengidap harus membatasi atau menghindari makanan yang bersifat padat. 

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Difteri Mematikan

Bagaimana Cara Mengobati Difteri?

Difteri termasuk penyakit serius. Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai penyakit ini, kamu juga bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi ini.

Ketika menangani pengidap difteri, dokter biasanya akan memberikan obat-obat berikut ini:

  • Antitoksin. Jika dokter mencurigai difteri, anak atau orang dewasa yang terinfeksi akan menerima antitoksin. Antitoksin, yang disuntikkan ke dalam vena atau otot, dapat menetralisir racun difteri yang sudah beredar di tubuh. Sebelum memberikan antitoksin, dokter mungkin melakukan tes alergi kulit untuk memastikan bahwa orang yang terinfeksi tidak memiliki alergi terhadap antitoksin. Orang yang alergi pertama-tama harus peka terhadap antitoksin. Dokter melakukannya dengan memberikan dosis kecil antitoksin dan kemudian secara bertahap meningkatkan dosis.

  • Antibiotik. Difteri juga diobati dengan antibiotik, seperti penisilin atau eritromisin. Antibiotik membantu membunuh bakteri dalam tubuh, membersihkan infeksi. Setelah itu, antibiotik akan dikurangi menjadi hanya beberapa hari lamanya jika seseorang mendapatkan difteri akibat penularan.

Anak-anak dan orang dewasa yang mengidap difteri sering kali perlu dirawat di rumah sakit. Mereka mungkin diisolasi di unit perawatan intensif karena difteri dapat menyebar dengan mudah kepada siapa pun yang tidak diimunisasi terhadap penyakit ini. Dokter dapat menghilangkan sebagian dari penutup abu-abu yang tebal di tenggorokan jika penutupnya menghambat pernapasan.

Baca juga: Kenapa Difteri Lebih Mudah Menyerang Anak-anak?

Jika kamu pernah terpapar orang yang terinfeksi difteri, segera kunjungi dokter untuk tes dan kemungkinan perawatan. Dokter mungkin memberi resep antibiotik untuk membantu mencegah kamu terserang penyakit. Kamu juga mungkin memerlukan dosis booster untuk vaksin difteri. Dokter mungkin juga akan mengobati orang yang ditemukan sebagai pembawa difteri dengan antibiotik untuk membersihkan sistem bakteri mereka.

Referensi:

Chest of Book. Diakses pada 2019. Diet of Diphtheria.

Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything You Know About Diphtheria