• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Biduran

3 Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Biduran

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
3 Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Biduran

Tidak hanya dialami orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami biduran. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh makanan tertentu yang dapat memicu alergi. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang seharusnya dihindari bila gejala biduran muncul. 

Halodoc, Jakarta – Biduran atau urtikaria merupakan reaksi kulit yang ditandai dengan munculnya bilur berwarna merah atau putih. Bilur yang muncul tersebut menyebabkan sensasi gatal pada kulit pengidapnya dan muncul pada satu bagian tubuh atau menyebar ke area tubuh lainnya. Mulai dari wajah, bibir, tenggorokan, lidah, hingga telinga dengan ukuran yang berbeda.

Umumnya, kondisi biduran hanya berlangsung selama beberapa menit hingga harian. Namun, bila kondisi biduran berlangsung dalam 6 minggu atau lebih, maka dikenal sebagai urtikaria idiopatik kronis (CIU).  Kondisi ini tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga rentan untuk mengalaminya.

Pada umumnya, biduran dapat diakibatkan oleh makanan tertentu yang dapat memicu reaksi alergi. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari saat biduran. Simak penjelasannya di sini!

Baca juga: 4 Obat Alami Ini Ampuh Atasi Biduran 

Ketahui Penyebab Biduran

Sebelum membahas makanan apa saja yang sebaiknya dihindari, ada baiknya untuk mengetahui apa saja yang dapat menjadi penyebab munculnya kondisi bilur pada biduran. Kondisi ini dipicu oleh tingginya kadar histamin yang dilepaskan ke kulit. Histamin tersebut yang menyebabkan pembuluh darah melebar, akibatnya aliran darah pun meningkat. 

Oleh sebab itu, kulit menjadi terlihat memerah akibat banyaknya darah yang mengalir di permukaan kulit. Kelebihan darah yang mengalir tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada kulit yang disertai rasa gatal. 

Secara umum, biduran dipicu oleh alergi makanan. Namun, berbagai faktor, lain juga dapat memicunya, seperti:

  • Adanya kontak dengan pemicu alergi, seperti lateks atau bulu binatang.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Adanya infeksi, seperti hepatitis atau demam kelenjar.
  • Sengatan serangga.
  • Faktor cuaca, seperti terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Penyakit autoimun.
  • Stres.

Ini Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Biduran

Melansir dari NHS Foundation Trust, kebanyakan makanan yang harus dihindari oleh pengidap biduran pada umumnya mengandung histamin dan tyramine yang tinggi. Pasalnya, kedua kandungan tersebut dapat memicu kambuhnya biduran atau memperburuk ruam.

  1. Makanan dengan Kadar Histamin yang Tinggi

Ada beberapa jenis makanan yang tinggi akan histamin, antara lain:

  • Keju matang, terutama keju parmesan dan keju biru.
  • Alkohol, terutama anggur merah.
  • Makanan acar dan makanan kaleng.
  • Produk daging asap, seperti salami.
  • Beberapa ikan tertentu, tuna, sarden, salmon, fillet ikan teri.
  • Produk makanan fermentasi.
  • Kerang.
  • Kacang-kacangan.
  • Cuka.
  • Makanan dengan pengawet dan pewarna buatan.
  • Minuman beralkohol.

 Baca juga: Cara Mencegah Biduran pada Anak yang Perlu Diketahui

  1. Makanan yang Dapat Melepaskan Histamin

Ibu juga perlu menghindari makanan yang dapat melepaskan histamin, antara lain:

  • Sebagian besar buah jeruk.
  • Tomat.
  • Cokelat.
  • Buah-buahan.
  • Kacang-kacangan.
  • Bayam. 
  1. Makanan yang Mengandung Tyramine Tinggi

Selain makanan yang mengandung histamin tinggi, makanan yang kaya akan tyramine juga harus dihindari anak yang mengalami biduran, antara lain:

  • Makanan yang diawetkan, diasap atau berumur, seperti keju dan daging.
  • Bir.
  • Produk dengan kandungan ragi.
  • Produk kedelai, seperti tahu, tauco (miso).

Apabila makanan dicurigai sebagai pemicunya, cobalah hindari makanan-makanan yang telah disebutkan di atas. Pengidap biduran sebaiknya mengonsumsi makanan yang dianjurkan, yaitu makanan rendah histamin. 

Ada beberapa jenis makanan yang dapat dikonsumsi, seperti sayur-sayuran, daging segar, roti, pasta, ikan segar seperti salmon dan trout. Namun, bila pola diet tersebut sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak efektif, ada kemungkinan biduran disebabkan oleh pemicu lain. 

Ibu juga dapat melakukan tes alergi pada anak Seperti yang dianjurkan oleh American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI). Namun, bila hasil tes alergi terhadap jenis makanan yang tinggi histamin negatif, tetap ada kemungkinan bahwa anak hipersensitif atau tidak toleran terhadap makanan tertentu. 

Pasalnya, bahan tambahan makanan, zat alami, dan histamin yang terkandung pada buah-buahan, sayuran, dan rempah juga dapat menimbulkan reaksi alergi yang sebenarnya, termasuk biduran.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Biduran pada Ibu Menyusui

Bila gejala biduran yang muncul berlangsung lama, ada baiknya segera periksakan anak ke dokter. Ibu dapat memeriksakan kondisi secara langsung ke dokter terpercaya melalui aplikasi Halodoc lewat chat/video call. Dokter yang berpengalaman tentunya akan memberikan anjuran yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang. 

Referensi: 

Medical News Today. Diakses pada 2021. What are hives (urticaria)?
NHS.Uk. Diakses pada 2021. Urticaria and your diet 
Healthline. Diakses pada 2021. Chronic Idiopathic Urticaria and Diet: Foods to Eat and Avoid.
acaai.org. Diakses pada 2021. Hives (Urticaria)