• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Pemeriksaan Penunjang untuk Mendiagnosis Sirosis

3 Pemeriksaan Penunjang untuk Mendiagnosis Sirosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar tentang penyakit sirosis? Kondisi ini terjadi ketika sel-sel hati mengalami kerusakan dan membentuk jaringan parut. Awalnya, sirosis tidak menunjukkan gejala. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit liver kronis, dokter melakukan pemeriksaan pencitraan berkala, salah satunya dengan fibroscan, untuk mengetahui adanya sirosis lebih awal. 

Bagi pengidap yang mengalami gejala, dokter akan menanyakan apa saja keluhan yang dirasakan. Dokter mungkin juga menanyakan apa saja kebiasaan yang dilakukan, seperti apakah konsumsi alkohol dan penyakit yang pernah atau sedang dialami. 

Baca juga: Fungsi Hati Terganggu, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Sirosis

Tahap awal dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan perut pengidap. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adalah nyeri di perut atau cairan dalam rongga perut. 

Ada tiga jenis pemeriksaan untuk mendiagnosis sirosis, yaitu tes darah, tes pencitraan, dan analisis jaringan.

Tes Darah

Ini adalah pemeriksaan yang paling umum untuk mengetahui adanya sirosis. Dan ini akan menjadi salah satu pemeriksaan pertama yang dianjurkan oleh dokter. Pemeriksaan ini akan menginformasikan hal berikut:

  • Jumlah darah.Tes ini untuk menunjukkan adanya penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pemeriksaan ini menegaskan bahwa terdapat penyakit sirosis yang menekan produksi sel darah. 
  • Peningkatan enzim hati. Serum enzim AST (aspartat aminotransferase) dan ALT (alanine aminotransferase) adalah enzim yang diproduksi oleh hati. Produksi enzim yang berlebih menandakan adanya masalah pada hati. 
  • Kenaikan GGT (gamma glutamyl transferase) dan ALP (alkaline phosphatase). Merupakan enzim yang dapat meningkat selama penyakit sirosis. 
  • Kenaikan Bilirubin. Naiknya kadar bilirubin pada penyakit sirosis. Naiknya jumlah bilirubin meningkatkan faktor pembekuan dan risiko pendarahan membuat lebih mudah memar. 
  • Singkatnya albumin. Jika kamu memiliki penyakit sirosis, maka hati tidak dapat menghasilkan cukup albumin untuk digunakan tubuh. 

Baca juga: Begini Cara Diagnosis Hepatitis D

Tes Pencitraan

Pemeriksaan ini digunakan untuk mengkonfirmasi penyakit ini. Cara ini digunakan untuk mengetahui ukuran tumor atau jaringan parut di hati. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Sinar-X dari perut. Ini untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh dengan warna hitam dan putih. 
  • Computed tomography (CT) scan. Pemeriksaan ini menggunakan peralatan sinar-X khusus untuk menghasilkan penampakan dalam tubuh. 
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan ini menggunakan magnet dan radio gelombang besar untuk melihat organ dan struktur dalam tubuh. 
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Pemeriksaan ini menggunakan sebuah kamera kecil yang menempel pada tabung tipis yang disebut endoskopi. 

Selama ERCP, kamu mungkin harus berbaring telentang atau menghadap samping meja sinar-X. Obat penenang dimasukkan melalui pembuluh darah dengan jarum infus. Obat penenang membantu kamu agar tidak merasakan sakit. Dokter akan memasukkan endoskopi melalui kerongkongan, perut, dan ke duodenum untuk memeriksa tumor. 

Analisis Jaringan

Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai biopsi hati, yang akan memeriksa sampel jaringan hati. Kamu mungkin perlu mendapatkan anestesi umum agar tidak merasa sakit selama prosedur berlangsung. Dokter akan menyayat sedikit pada kulit dengan menggunakan jarum tipis panjang yang mengarahkannya ke hati untuk mengangkat sampel sel-sel hati. 

Setelah sampel diambil, sayatan akan dijahit kembali. Sampel yang diambil kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa sel kanker, bakteri atau lemak pada hati. Dengan begitu dokter akan terbantu untuk memastikan penyebab sirosis. 

Baca juga: Cara Penanganan Terbaik untuk Mengatasi Sirosis

Kemungkinan masih ada pemeriksaan lainnya yang tidak tercantum di atas. Jika kamu memiliki gangguan kesehatan tertentu, segera diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan pemahaman lengkap untuk mengetahui penanganan terbaik. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Cirrhosis and Your Liver.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Cirrhosis of the Liver.