• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyakit Kelenjar Getah Bening

3 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyakit Kelenjar Getah Bening

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan dan menimbulkan gejala penyakit. Dalam kondisi normal, kelenjar ini bertugas untuk menghasilkan sel imun untuk melindungi tubuh. Namun, ada kondisi tertentu yang bisa menyebabkan produksi sel imun terjadi secara berlebihan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening. 

Selain dengan mengamati benjolan yang muncul, penyakit ini juga bisa dideteksi melalui gejala lain. Pasalnya, saat pembengkakan kelenjar getah bening terjadi, mungkin akan muncul sederet gejala penyakit. Kelenjar getah bening terdapat di banyak bagian tubuh, termasuk di dagu, ketiak, belakang telinga, leher, pangkal paha, dan bagian belakang kepala. 

Baca juga: Inilah yang Dimaksud Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Gejala Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening adalah kondisi yang menyebabkan kelenjar tersebut mengalami pembesaran. Kondisi ini muncul sebagai reaksi dari kelainan yang terjadi pada tubuh. Gejala khas dari kondisi ini adalah pembengkakan pada area tubuh yang terdapat kelenjar getah bening. Kondisi ini biasanya juga ditandai dengan gejala nyeri saat disentuh atau saat melakukan gerakan kecil.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini biasanya muncul pada kasus pembengkakan di area tertentu, misalnya dagu. Kelenjar getah bening di dagu yang membengkak bisa menyebabkan pengidapnya menjadi sulit untuk mengunyah atau menelan makanan. Selain itu, kondisi ini juga bisa disertai gejala lain. Namun, gejala yang muncul bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. 

Gejala yang muncul tergantung pada lokasi kelenjar yang mengalami pembengkakan serta tingkat keparahan penyakit. Meski begitu, ada beberapa gejala yang umum dan bisa terjadi sebagai tanda pembengkakan kelenjar getah bening, seperti demam, berat badan turun secara drastis, hilangnya nafsu makan, sakit tenggorokan, serta berkeringat di malam hari.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Kelenjar Getah Bening

Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan, terutama jika dibarengi dengan munculnya benjolan. Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya memicu benjolan yang bertekstur keras dan tidak bergerak ketika digoyangkan. Jika benjolan tidak kunjung hilang dan malah semakin bertambah, bisa jadi itu adalah gejala pembengkakan kelenjar getah bening. 

Untuk memastikan apakah benjolan yang muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening atau bukan, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan. Pada awalnya, diagnosis dilakukan dengan memeriksa riwayat dan gejala yang muncul. Setelah itu, dokter juga akan menanyakan apa saja penyakit yang pernah dialami sebelumnya. 

Pemeriksaan selanjutnya adalah memeriksa benjolan yang muncul, meliputi ukuran dan tekstur dari benjolan tersebut. Setelah itu, pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit kelenjar getah bening dilanjutkan dengan beberapa tes lanjutan, seperti: 

  • Tes Darah 

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini adalah tes hitung darah lengkap. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan yang muncul, misalnya infeksi. 

  • Pemindaian 

Benjolan yang muncul juga bisa diperiksa dengan metode pemindaian seperti CT scan dan MRI. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi sumber infeksi dan juga tumor. 

  • Biopsi 

Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel kelenjar getah bening yang bengkak. Kemudian, sampel akan diperiksa di bawah mikroskop. 

Baca juga: 5 Penyakit yang Diketahui Akibat Benjolan di Leher

Cari tahu lebih lanjut seputar pembengkakan kelenjar getah bening dan cara mendeteksinya dengan berbicara pada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan informasi seputar penyakit dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Swollen Lymph Nodes.
NIH. Diakses pada 2020. Swollen Lymph Nodes.
Healthline. Diakses pada 2020. Lymph Node Inflammation (Lymphadenitis).