• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

3 Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Penyakit autoimun merupakan penyakit yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang organ dan jaringan sehat dalam tubuh. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan organ menjadi abnormal, sehingga berujung pada perubahan fungsi organ dalam jangka panjang. Berikut sejumlah penyakit autoimun pada wanita!

Baca juga: Ini 9 Penyakit Autoimun yang Sering Terdengar

1.Penyakit Lupus

Lupus, atau yang memiliki nama lain lupus eritematosus sistemik merupakan penyakit autoimun yang terjadi secara kronis dalam waktu yang lama. Penyakit ini terjadi saat antibodi yang dihasilkan tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh, seperti sendi, paru-paru, ginjal, sel darah, saraf, dan kulit.

Gejala yang muncul, di antaranya demam, kehilangan berat badan, nyeri dan bengkak di bagian sendi dan otot, ruam pada wajah, serta kerontokan rambut. Hingga kini belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti. Namun, diduga ada sesuatu yang memicu sistem kekebalan tubuh dan menyerang berbagai area tubuh. 

2.Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis, atau yang lebih dikenal dengan istilah sklerosis ganda merupakan penyakit autoimun pada wanita yang ditandai dengan sistem imun yang menyerang lapisan pelindung di sekitar saraf. Hal tersebut akan menyebabkan kerusakan yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.

Gejala akan ditandai dengan kebutaan, otot menegang, lemah, mati rasa pada kaki dan tangan, kesemutan, kelumpuhan, sulit bicara, serta kehilangan koordinasi gerak tubuh secara perlahan. Intensitas gejalanya akan tergantung pada lokasi dan tingkat serangan penyakit. 

3.Penyakit Hashimoto

Penyakit hashimoto terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tiroid. Penyakit autoimun pada wanita yang satu ini akan ditandai dengan gejala utama berupa pembengkakan di depan tenggorokan seperti gondok. Selain itu, gejala yang tampak meliputi kelelahan, penambahan berat badan, depresi, ketidakseimbangan hormon, nyeri otot atau sendi, tangan dan kaki dingin, kulit dan kuku kering, rambut rontok berlebihan, sembelit, serta suara serak. 

Penyakit Hashimoto merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun, sehingga menyebabkan kerusakan tiroid kronis, yang berakibat pada penurunan kadar hormon tiroid dalam darah. Selain itu, penyakit ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri.

Baca juga: 4 Kondisi yang Menandakan Tubuh Terserang Penyakit Autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Banyak Terjadi pada Wanita?

Wanita dalam usia produktif lebih banyak terserang penyakit autoimun ketimbang pria. Faktanya, penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak perempuan, wanita yang menginjak usia dewasa, serta wanita berusia 65 tahun.

Meskipun belum sepenuhnya jelas apa penyebabnya, tetapi ada beberapa faktor pemicu yang berperan cukup besar dalam menentukan risiko seorang wanita terhadap penyakit autoimun. Faktor-faktor pemicu tersebut, di antaranya:

1.Hormon Seksual

Perbedaan hormon antara wanita dan pria yang menjelaskan mengapa penyakit autoimun pada wanita lebih mudah menyerang. Membaik atau memburuknya penyakit ini akan tergantung pada fluktuasi hormon saat wanita mengalami kehamilan, siklus menstruasi, atau saat menggunakan kontrasepsi oral. Selain itu, kadar estrogen cenderung tinggi saat wanita berada di usia produktif yang membuat mereka rentan mengidap penyakit ini.

2.Sistem Imun pada Wanita

Wanita berisiko tinggi terkena penyakit autoimun karena sistem kekebalan tubuh yang lebih baik daripada pria. Hal tersebut terjadi karena wanita memiliki respons yang lebih kuat daripada pria saat sistem kekebalan mereka dipicu. Meskipun memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik, tetapi hal tersebut justru dapat meningkatkan risiko wanita mengidap kelainan autoimun.

Baca juga: Bagaimana Gangguan Imunodefisiensi Dapat Dideteksi?

Untuk lebih jelasnya mengenai alasan mengapa penyakit autoimun pada wanita lebih rentan terjadi ketimbang pada pria, kamu bisa mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc. Diskusikan pula jika kamu mengidap masalah kesehatan tertentu, agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum gejala berubah menjadi bertambah parah.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Women and Autoimmune Diseases 1.
Healthline. Diakses pada 2020. Autoimmune Diseases: Types, Symptoms, Causes, and More.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Women and Autoimmune Disorders.