• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin

Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Jenis penyakit kulit beragam, mulai dari yang ringan, hingga yang paling parah bisa mengancam nyawa kamu. Banyak faktor yang menyebabkan penyakit kulit, mulai dari faktor lingkungan hingga faktor genetik.

Baca juga: 5 Penyakit Kelamin yang Sering Menyerang Wanita

Jika kamu pernah memiliki riwayat penyakit kulit, jaga kebersihan kulit kamu agar kamu tidak terinfeksi penyakit kulit lainnya. Khususnya di bagian organ intim kamu, karena ternyata ada penyakit kulit yang bisa menyerang alat kelamin, yaitu:

1. Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus adalah suatu penyakit kulit yang cukup umum dijumpai, khususnya pada wanita. Lichen sclerosus umumnya memengaruhi kulit di bagian alat kelamin dan anus. Wanita yang mengidap penyakit ini, biasanya mendapati gejala berupa bercak putih pada bagian vulva atau bibir vagina. Meskipun banyak terjadi pada wanita, tidak menutup kemungkinan para pria juga bisa mendapatkan penyakit ini.

2. Eksim

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri peradangan, bengkak, kemerahan, dan rasa gatal. Meskipun penyakit eksim ini tidak menular, tapi penyakit ini memberikan rasa tidak nyaman pada pengidapnya, terutama jika kamu terkena eksim pada sekitar alat kelamin. Penggunaan sabun atau pembersih alat kelamin menimbulkan eksim pada alat kelamin jika kulit kamu tidak cocok dengan bahan-bahan pembersih yang digunakan.

Eksim pada sekitar alat kelamin biasanya ditandai dengan timbulnya ruam dan rasa gatal disekitar alat kelamin. Untuk mencegah kondisi ini, jaga kebersihan sekitar alat kelamin.

3. Herpes

Salah satu penyakit kulit yang menjangkiti alat kelamin adalah herpes. Biasanya, jika penyakit herpes menyerang alat kelamin, lebih dikenal dengan nama herpes genital. Herpes genital adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks yang bisa terjadi pada wanita maupun pria akibat hubungan seksual.

Baca Juga: 5 Penyakit Kelamin yang Biasa Mengidap Anak Muda

Biasanya, herpes genital dapat dikenali dengan beberapa gejala yang muncul, seperti luka melepuh seperti kemerahan, terasa sakit di sekitar area kelamin, nyeri pada saat buang air kecil, serta benjolan merah atau putih.

4. Sifilis

Pada tahap pertama infeksi sifilis, luka terbuka dapat terjadi pada alat kelamin. Luka atau ruam ini sering tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika tidak diobati, penyakit ini dapat berlanjut ke tahap selanjutnya.

Jika kamu menemukan luka terbuka di area genital, segera periksakan ke rumah sakit untuk mencegah sifilis berlanjut ke tahap selanjutnya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa memesan janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc.

Melalui Halodoc, kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

5. Kondiloma Akuminata

Kondiloma Akuminata atau kutil kelamin adalah jenis penyakit kelamin yang perlu diwaspadai wanita. Dua jenis virus HPV, yaitu HPV 16 dan HPV 18 penyebab banyak kasus penyakit kutil kelamin. Kutil kelamin akibat HPV biasanya ditandai dengan kemerahan, gatal, dan nyeri. Virus ini menyebar melalui kontak kulit, seringkali secara seksual.

6. Moluscum Contagiosum

Melansir dari Healthline, moluscum contagiosum disebabkan oleh virus dan ditandai oleh pertumbuhan seperti kutil pada alat kelamin atau tempat lain. Pertumbuhannya mungkin tidak menyakitkan. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa gatal, sakit, dan bengkak. Moluscum contagiosum dapat ditularkan secara seksual, melalui kontak kulit ke kulit atau melalui benda-benda pengidapnya.

Baca juga: 5 Tanda yang Jangan Diabaikan saat Kena Penyakit Kelamin

Nah, tidak ada salahnya mengetahui informasi lebih banyak mengenai penyakit kulit atau penyakit kelamin. Menjaga kebersihan tubuh dan sekitar kelamin juga merupakan salah satu cara yang kamu gunakan untuk menghindari penyakit kulit. Jika kamu memiliki keluhan, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.

Referensi :
Verywell Health. Diakses pada 2019. An Overview of Genital Rashes.
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Groin Rash and How Is It Treated?.