• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Proses Pemeriksaan untuk Mendeteksi Iskemia

3 Proses Pemeriksaan untuk Mendeteksi Iskemia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
3 Proses Pemeriksaan untuk Mendeteksi Iskemia

Halodoc, Jakarta – Iskemia terjadi ketika beberapa bagian tubuh kamu tidak mendapatkan cukup darah, sehingga bagian tubuh tersebut juga tidak mendapatkan cukup oksigen. Ada beberapa gejala khas yang menjadi pertanda iskemia, namun untuk memastikannya, dokter menganjurkan kamu untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

  Iskemia biasanya terjadi karena ada penumpukan atau penyumbatan di arteri kamu. Kondisi tersebut bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti di otak, kaki, dan lain-lain. Gejala dan dampak iskemia bisa bervariasi, tergantung di bagian tubuh mana penyakit tersebut terjadi. Namun, iskemia tidak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan masalah yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke.

Baca juga: Ini Pentingnya Suplai Oksigen dalam Tubuh

Kenali Gejala yang Terjadi 

Iskemia tidak selalu menimbulkan gejala. Beberapa orang dapat mengalami iskemia tanpa merasakan sakit atau gejala lainnya. Kondisi ini disebut juga dengan silent ischemia. Orang yang mengalami silent ischemia bisa mengalami serangan jantung atau stroke secara tiba-tiba.

Bila menimbulkan gejala, gejala iskemia bervariasi berdasarkan di bagian tubuh mana kondisi tersebut terjadi. Berikut ini area di mana iskemia dapat terjadi dan gejala yang mungkin ditimbulkannya:

  • Jantung

Gejala iskemia yang terjadi di jantung, antara lain nyeri dada (angina), detak jantung lebih cepat dari biasanya, sakit di leher, rahang, bahu, atau lengan, sesak napas saat berolahraga, berkeringat, sakit perut atau muntah, dan kelelahan.

  • Otak

Gejala iskemia yang terjadi di otak, antara lain sakit kepala yang parah yang kadang-kadang juga disertai pusing atau muntah, pingsan, mengalami kesulitan saat menggerakan tubuh (kelemahan, mati rasa atau tidak dapat menggerakan wajah, lengan atau kaki di salah satu sisi tubuh), sulit berbicara atau cadel.

  • Kaki

Bila iskemia terjadi di kaki, gejala yang mungkin akan muncul, antara lain kaki terasa dingin dan lemah, kaki terasa sakit, nyeri hebat di kaki bahkan saat kamu beristirahat, kulit halus dan berkilau di kaki kamu, serta luka yang tidak kunjung sembuh.

  • Usus

Bila iskemia terjadi di usus, gejala yang mungkin terjadi, antara lain sakit perut yang parah, kembung, terdapat darah di kotoran, diare, dorongan buang air besar segera, muntah atau sakit perut.

Bila kamu mengalami gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu bisa langsung buat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc.

Proses Pemeriksaan untuk Mendeteksi Iskemia

Ada beberapa proses pemeriksaan yang dilakukan dokter bila kamu dicurigai mengalami iskemia:

1.Melakukan Wawancara Medis

Selain menanyakan gejala yang kamu alami, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan kamu. Dua hal tersebut memberikan dokter informasi dasar mengenai potensi kamu untuk mengalami iskemia.

Baca juga: 3 Faktor Risiko Pemicu Seseorang Mengalami Iskemia

2.Melakukan Pemeriksaan Fisik

Setelah melakukan wawancara medis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

3.Melakukan Pemeriksaan Penunjang 

Setelah itu, dokter juga akan merekomendasikan kamu untuk melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Iskemia dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, maka pemeriksaan untuk mendeteksi iskemia pun bervariasi tergantung pada area tubuh yang menjadi lokasi terjadinya kondisi tersebut:

  • Iskemia Jantung (Iskemia Miokardium)

Untuk mendeteksi iskemia yang terjadi di jantung atau iskemia miokardium, pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain CT scan untuk melihat kemungkinan penyakit jantung koroner, EKG untuk melihat perubahan aktivitas elektrik jantung yang dapat menjadi pertanda kerusakan jantung, serta tes tekanan (stress test) dengan meminta pengidap berjalan di atas treadmill.

  • Iskemia Usus

Untuk mendeteksi iskemia yang terjadi pada usus, dokter dapat menggunakan tes darah dan tes pemindaian, seperti X-ray, ultrasound, CT scan dan MRI. USG Doppler juga bisa digunakan untuk memeriksa lebih jauh aliran pembuluh darah.

  • Iskemia Otak

Iskemia otak dapat dideteksi dengan melakukan CT scan kepala yang dapat memvisualisasikan perdarahan atau tumor otak, yang dapat menyebabkan kematian jaringan otak. MRA dan CT angiogram juga memungkinkan ahli radiologi dan ahli bedah saraf untuk memeriksa pembuluh darah dengan tepat. CT atau MRI scan juga bisa digunakan untuk menentukan apakah stroke sudah terjadi.

  • Iskemia Pada Kaki

Pemeriksaan untuk mendeteksi iskemia pada kaki, meliputi tes tekanan darah pada pergelangan kaki untuk membandingkan tekanan darah pada lengan dan kaki, serta USG Doppler untuk mengetahui kondisi arteri di tungkai.

Baca juga: Waspada, Ini Komplikasi Iskemia yang Enggak Ditangani

Itulah proses pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi iskemia. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Ischemia?
Heart. Diakses pada 2020. Silent Ischemia and Ischemic Heart Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Myocardial ischemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Intestinal ischemia.
Weill Cornell Brain and Spine Center. Diakses pada 2020. Ischemia, Cerebral