• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Tips Menjalani Diet Omni yang Turunkan Berat Badan

3 Tips Menjalani Diet Omni yang Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
3 Tips Menjalani Diet Omni yang Turunkan Berat Badan

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar atau mencoba diet omni? Pada dasarnya, jenis diet omni ini berfokus pada makan dari 70 persen sumber nabati dan 30 persen protein. Meskipun diet protein adalah makronutrien yang berasal dari sumber nabati dan hewani, diet ini mengacu pada sebagian besar protein daging tanpa lemak. 

Diet ini memang memperbolehkan kamu untuk makan produk nabati maupun hewani, namun tetap memiliki banyak batasan. Misalnya, produk susu, gluten, gula, kedelai, jagung, kentang, dan pemanis buatan tidak diperbolehkan. Pasalnya, banyak orang yang menjalani diet omni merasakan berkurang atau hilangnya penyakit kronis yang dialami, fungsi otak tetap optimal, tanpa merasa kekurangan makanan. Lantas, bagaimana cara menjalani diet omni ini?

Baca juga: Inilah 10 Makanan Sehat Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

Cara Menjalani Diet Omni

Diet omni dilakukan dengan program 6 minggu, yang terdiri dari tiga fase. Fase 1 dan 2 sangat ketat, sedangkan fase 3 memungkinkan pelonggaran secara bertahap. Berikut ini penjelasannya:

  • Tahap 1: Hindari Makanan yang Dilarang

Fase pertama diet omni berfokus pada peralihan yang direkomendasikan Standard American Diet (SAD), yang sebagian besar terdiri dari makanan olahan, tinggi lemak, dan tinggi gula. Aturan utama diet pada fase ini meliputi:

  • Hanya makan makanan yang diperbolehkan dalam diet.
  • Makanan yang dilarang tidak boleh dikonsumsi.
  • Batasi diri dengan setengah cangkir (sekitar 90 gram) buah per-hari.
  • Hindari makanan penutup.
  • Minumlah smoothie sebagai pengganti makanan.
  • Makan protein setiap 3-4 jam. 
  • Hanya diperbolehkan minum air putih.
  • Sebaiknya lakukan sauna dua kali seminggu.

Selama 2 minggu pertama, kamu makan dari daftar makanan yang diizinkan dan hindari makan makanan yang dilarang. Makanan harus terdiri dari 30 persen protein (daging tanpa lemak), sedangkan 70 persen sisanya harus berasal dari tumbuhan. 

Baca juga: Diet Sehat Vs Diet Cepat, Mana yang Lebih Baik?

Saat minum smoothie, maka kandungannya harus 4 banding 1 antara sayuran dan buah, atau idealnya tidak ada buah sama sekali. Kamu juga harus memasukkan lemak sehat setidaknya 20-30 gram protein. Usahakan untuk minum air putih sebanyak 2-3 liter per hari. Selain itu, konsumsilah suplemen harian yang mendukung diet, seperti vitamin D, magnesium, probiotik, dan omega-3. 

  • Tahap 2: Diizinkan Makan Makanan Penutup

Selama fase 2 minggu kedua, kamu tetap harus melanjutkan aturan pada fase 1, tapi diizinkan untuk makan makanan penutup yang belum diolah dan tidak mengandung tambahan gula atau tepung putih. 

Selain itu, kamu harus berolahraga setiap hari, setidaknya 30 menit berjalan kaki per hari dan secara bertahap meningkat menjadi 30 menit olahraga seluruh tubuh. 

Baca juga: Program Diet yang Tepat Bagi Kamu yang Sibuk

  • Fase 3: Pilihan Makanan Lebih Fleksibel

Fase ini memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam pilihan makanan dan adalah fase terakhir dari program. Selama 90 persen kamu menjalani diet, maka 10 persen dari daftar makanan yang dilarang dimakan boleh dimakan, meskipun sebenarnya tidak disarankan. 

Jika kamu ingin sedikit memanjakan diri, maka buatlah aturan. Misalnya memakan kue coklat hanya 3 gigit atau tiga sendok kecil. Kamu bisa menikmati makanan yang tersedia di pesta pernikahan atau ulang tahun. Sebaiknya, batasi dengan memilih satu makanan yang dilarang yang dapat kamu nikmati. Fase ini harus dijalani setidaknya selama 2 minggu. Namun, idealnya dapat kamu lakukan tanpa batasan waktu. 

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai diet omni. Tertarik untuk melakukannya? Sebaiknya tetap libatkan saran dari dokter gizi melalui aplikasi Halodoc agar diet yang kamu lakukan tepat pada tujuan kesehatan yang ingin kamu capai. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Very Well Fit. Diakses pada 2020. What Is the Omni Diet?

Healthline. Diakses pada 2020. Omni Diet Review: Does It Work for Weight Loss?

WebMD. Diakses pada 2020. The Omni Diet