• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Cegah Demam Berdarah di Rumah

4 Cara Cegah Demam Berdarah di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah menimbulkan gejala yang bervariasi pada setiap pengidap, tergantung intensitas penyakit itu sendiri. Gejala biasanya muncul dalam waktu 4–10 hari setelah pengidap digigit oleh nyamuk. Gejala awal yang umum dialami, yaitu demam tinggi, sakit kepala, mual dan muntah, sakit di belakang mata, ruam kulit, serta nyeri otot, tulang, dan sendi.

Jika sejumlah gejala tersebut muncul dalam intensitas yang rendah, kondisi tersebut biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Meski dapat membaik dengan sendirinya, tetapi tidak jarang gejala berkembang semakin bertambah parah dan membahayakan nyawa pengidapnya. Lantas, apa yang harus dilakukan guna mencegah demam berdarah di rumah? Lakukan beberapa hal ini.

Baca juga: Kebersihan Kamar Tidur Berpengaruh pada Risiko Demam Berdarah

1. Bersihkan Tempat Penampungan Air

Langkah pertama untuk mencegah demam berdarah di rumah adalah membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, baskom, pot bunga, ember, dan tempat lainnya agar tidak menjadi sarang nyamuk. Bersihkan wadah-wadah tersebut dua kali dalam seminggu. Jika tidak terpakai, balik posisi wadah agar tidak menjadi sarang nyamuk.

2. Jangan Menumpuk atau Menggantung Baju di Sudut Ruangan

Banyak orang yang memiliki kebiasaan menunda melipat cucian, sehingga menumpuk di sudut ruangan. Banyak juga yang terbiasa menggantung pakaian dengan alasan ingin dipakai lagi. Namun, tahukah kamu jika kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menjadi tempat bersarangnya nyamuk?

Setelah mengetahui hal ini, sebaiknya berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan tersebut, ya. Baju-baju menjadi salah satu tempat bersarangnya nyamuk karena mereka menyukai aroma tubuh manusia. Jika memang mau menyimpan baju yang ingin dipakai lagi, sebaiknya dilipat saja, dan simpan di tempat yang bersih dan tertutup.

Baca juga: Ketahui Penyebab Tifus dan Demam Berdarah datang Berdekatan

3. Fogging secara Berkala

Selain menyemprotkan obat nyamuk, fogging secara berkala menjadi salah satu langkah mencegah demam berdarah di rumah. Cara ini biasanya dilakukan secara massal dengan Rukun Tetangga (RT) setempat untuk menjangkau area yang lebih luas. Cara yang satu ini biasanya dilakukan saat memasuki musim pancaroba, atau saat kasus demam berdarah di daerah sekitar berada dalam angka yang tinggi.

Fogging dilakukan dengan zat kimia piretroid sintetis (insektisida) yang dilarutkan dengan air, dan dikeluarkan dalam bentuk asap. Asap ini dengan mudah menyebar ke pelosok bangunan, dan dapat membunuh nyamuk beserta jentiknya. Setiap rumah juga diwajibkan membuka jendela dan pintu saat fogging dilakukan. Waktu paling tepat untuk melakukannya adalah jam 5.30–7.30 pagi atau 4.30–6.30 malam, yaitu saat nyamuk keluar dari sarangnya.

4. Bersihkan Tanaman Liar di Halaman Rumah

Jika hobi dengan tanaman, kamu disarankan untuk rajin merawatnya. Pasalnya jika tidak, tanaman bisa menjadi sarang nyamuk. Apalagi saat musim hujan tiba, tidak semua air terserap ke dalam tanah. Terkadang sisa air menggenang di antara tanaman yang tumbuh. Di sanalah tempat berkembang biak nyamuk.

Baca juga: Kaitan Trombositopenia dengan Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Selain beberapa langkah tersebut, mencegah demam berdarah di rumah dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Beberapa jenis makanan yang dapat dikonsumsi guna meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta daging. Jika kamu atau orang terdekat mengalami sejumlah gejalanya, langsung periksakan diri di rumah sakit terdekat, ya.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Dengue and severe dengue.
NHS. Diakses pada 2021. Dengue.
CDC. Diakses pada 2021. Dengue.