4 Cara Cegah Gangguan Panik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Cara Cegah Gangguan Panik

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti pernah mengalami nervous. Nervous atau gugup adalah reaksi normal terhadap peristiwa-peristiwa yang dapat membuat stres. Namun, apabila rasa cemas dan gugup menjadi berlebihan dan datang tanpa alasan, bisa jadi itu gejala kondisi gangguan panik. Kondisi serius ini dapat menyerang tanpa alasan dan menyebabkan serangan ketakutan dan kecemasan, serta gejala fisik seperti berkeringat dan jantung berdebar kencang.

Baca Juga: Perlu Tahu, Ini Bedanya Serangan Panik dan Serangan Kecemasan

Ketika seseorang memiliki gangguan panik, serangan-serangan ini bisa terjadi tanpa ada peringatan sebelumnya. Kondisi ini tentu memengaruhi fungsi sehari-hari dan kualitas hidup secara umum. Gangguan panik sering terjadi bersamaan dengan kondisi serius lainnya, seperti depresi, alkoholisme atau penyalahgunaan obat-obatan.

Ada Banyak Penyebab Gangguan Panik

Penyebab pasti gangguan panik tidak diketahui. Namun, diduga kombinasi faktor biologis dan tekanan lingkungan juga terlibat di dalamnya, termasuk faktor-faktor berikut ini:

  • Sejarah keluarga. Gangguan panik bisa diturunkan dalam keluarga. 

  • Kerusakan biologis. Gangguan panik disebabkan oleh masalah di bagian otak dan sistem saraf.

  • Penyalahgunaan zat. Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol menyebabkan gangguan panik.

  • Stres. Peristiwa yang penuh tekanan dan perubahan besar dalam kehidupan, seperti lulus dari sekolah atau kematian orang yang dicintai, dapat memicu gangguan panik.

Seperti Apa Gejala dari Gangguan Panik?

Serangan panik bisa muncul kapan saja bahkan ketika seseorang sedang tertidur lelap. Serangan panik memiliki banyak variasi, tetapi gejalanya memuncak dalam beberapa menit. Setelah episode serangan panik mereda, pengidapnya mungkin merasa lelah. Serangan panik ditandai dengan gejala berikut ini:

  • Perasaan akan datangnya malapetaka atau bahaya;

  • Takut kehilangan kendali atau mati;

  • Detak jantung yang cepat dan berdebar;

  • Berkeringat dan gemetar;

  • Napas tersengal atau sesak di tenggorokan;

  • Panas dingin;

  • Muncul hot flashes;

  • Mual dan kram perut;

  • Sakit dada;

  • Sakit kepala;

  • Pingsan;

  • Sensasi mati rasa atau kesemutan;

  • Merasa tidak nyata atau terlepas.

Baca Juga: Gejala dari Serangan Panik yang Selama Ini Diabaikan

Hal terburuk tentang serangan panik adalah rasa takut yang kuat bahwa episode serangan panik akan datang kembali. Pengidapnya takut mengalami serangan panik sedemikian rupa sehingga cenderung menghindari situasi tertentu di mana serangan mungkin terjadi.

Apabila kamu mengalami gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter untuk mencari tahu jenis penanganan yang tepat. Kini kamu bisa lho langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui aplikasi Halodoc. Jadi, sekarang tidak perlu menunggu lama di rumah sakit.

Adakah Cara Mencegah Serangan Panik?

Gangguan panik sebenarnya tidak bisa dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres dan gejala lainnya:

  • Hentikan atau kurangi konsumsi produk yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, cola, dan coklat;

  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum mengambil obat yang dijual bebas atau obat herbal. Banyak obat-obatan yang mengandung bahan kimia yang meningkatkan gejala kecemasan;

  • Berolahraga setiap hari dan makan makanan yang sehat dan seimbang;

  • Dapatkan aktivitas fisik rutin yang mungkin berperan dalam melindungi kecemasan.

Baca Juga: 3 Cara Ampuh Mengatasi Serangan Panik

Itulah informasi seputar serangan panik yang perlu kamu ketahui. Sebaiknya, mulai belajar untuk mengelola stres untuk mencegah terjadinya serangan panik di kemudian hari.

Referensi:
Cleveland Clinic (Diakses pada 2019). Panic Disorder: Overview, Causes, Prevention.
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Panic Disorder: Symptoms, Prevention.
Healthline (Diakses pada 2019). Panic Disorder. Prevention.