• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mencegah Terjadinya Sepsis Pasca Melahirkan

4 Cara Mencegah Terjadinya Sepsis Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Cara Mencegah Terjadinya Sepsis Pasca Melahirkan

Halodoc, Jakarta – Sepsis yang terjadi pasca melahirkan diakibatkan oleh infeksi bakteri yang parah. Bakteri grup A Streptococcus menjadi penyebab utama terjadinya sepsis pasca melahirkan. Infeksi dapat terlokalisasi ke rahim atau menyebar ke saluran tuba dan ovarium atau ke dalam aliran darah.

Sepsis pasca melahirkan dapat menjadi penyebab umum kematian ibu, tetapi sekarang jarang terjadi karena peningkatan standar kebersihan dan antibiotik yang efektif dapat menekan risiko ini. Simak selengkapnya cara mencegah sepsis pasca melahirkan di sini!

Mandi dengan Antiseptik dan Menghilangkan Bulu Kemaluan

Infeksi pasca melahirkan jarang terjadi sejak ada antiseptik dan penisilin. Namun, flora kulit seperti Streptococcus atau Staphylococcus dan bakteri lain masih bisa menyebabkan infeksi. Ini terutama berkembang di lingkungan yang lembap dan hangat. 

Infeksi pasca melahirkan sering kali dimulai di dalam rahim setelah melahirkan. Rahim dapat terinfeksi jika kantung ketuban terinfeksi. Kantung ketuban adalah selaput yang berisi janin. Kondisi yang tidak sehat dapat menyebabkan infeksi. 

Infeksi pasca melahirkan lebih sering terjadi di tempat-tempat dengan praktik tidak higienis atau layanan kesehatan berkualitas buruk. Kurangnya kesadaran di antara penyedia layanan kesehatan atau sistem sanitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan tingkat infeksi lebih tinggi.

Faktor risiko terjadinya infeksi pasca melahirkan, yaitu melalui operasi caesar. Studi menunjukkan bahwa ada beberapa pencegahan untuk mengurangi peluang ibu tertular infeksi pasca melahirkan, yaitu: 

1. Mandi antiseptik pada pagi hari sebelum operasi.

2. Menghilangkan rambut kemaluan dengan gunting daripada pisau cukur.

3. Menggunakan klorheksidin-alkohol untuk mempersiapkan kulit.

4. Minum antibiotik spektrum luas sebelum operasi.

Informasi selengkapnya mengenai cara pencegahan sepsis pasca melahirkan bisa ditanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja. 

Siapa Saja yang Berisiko Alami Sepsis Pasca Melahirkan?

Persentase risiko terkena infeksi setelah melahirkan tergantung pada metode yang digunakan untuk melahirkan, yaitu:

  • 1 hingga 3 persen dalam persalinan normal pervaginam.
  • 5 hingga 15 persen dalam persalinan caesar terjadwal.
  • 15 hingga 20 persen pada persalinan caesar yang tidak terjadwal.

Selain itu, ada faktor tambahan yang membuat calon ibu lebih berisiko terkena infeksi, yaitu:

  • Anemia.
  • Obesitas.
  • Mengalami vaginosis bakterial.
  • Beberapa pemeriksaan vagina selama persalinan.
  • Melakukan pemantauan janin secara internal.
  • Durasi melahirkan yang lama.
  • Waktu tunda antara pecahnya kantung ketuban dan persalinan.
  • Kolonisasi saluran vagina dengan bakteri streptokokus Grup B.
  • Sisa-sisa plasenta yang tertinggal di dalam rahim setelah melahirkan.
  • Pendarahan berlebihan setelah melahirkan.
  • Melahirkan di usia muda.
  • Berada pada kelompok sosial ekonomi rendah.

Infeksi sepsis pasca melahirkan dapat didiagnosis oleh dokter melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan mengambil urine atau sampel darah untuk menguji bakteri atau menggunakan kapas untuk mengambil kultur rahim.

Jika infeksi terlambat didiagnosis dan diobati dengan cepat, kemungkinan terjadi komplikasi termasuk:

1. Abses, atau kantong nanah.

2. Peritonitis, atau peradangan pada lapisan perut.

3. Tromboflebitis panggul, atau pembekuan darah di vena panggul.

4. Emboli paru, suatu kondisi di mana gumpalan darah menghalangi arteri di paru-paru.

Infeksi pasca melahirkan paling sering diobati dengan antibiotik oral. Dokter mungkin meresepkan klindamisin (Cleocin) atau gentamisin (Gentasol). Antibiotik disesuaikan dengan jenis bakteri yang dicurigai dokter sebagai penyebab infeksi.

Itulah informasi mengenai sepsis pasca melahirkan. Informasi teraktual mengenai sepsis pasca melahirkan bisa kamu dapatkan lewat aplikasi Halodoc!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Puerperal Infections

WebMD. Diakses pada 2021. Postpartum Problems