• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mencegah Terjadinya Tifus pada Balita

4 Cara Mencegah Terjadinya Tifus pada Balita

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Sistem kekebalan tubuh balita belum berkembang sempurna seperti orang dewasa. Hal ini membuat balita rentan terserang virus dan bakteri. Tifus atau tipes adalah salah satu penyakit yang rentan menyerang Si Kecil. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dapat menyebabkan diare, demam, dan muntah.

Bakteri penyebab tifus umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja atau urine orang yang terinfeksi. Pada orang dewasa, tifus mungkin mudah ditangani. Namun, pada balita, tifus tidak boleh diabaikan karena bisa menyebabkan komplikasi serius. Supaya ibu lebih waspada, ketahui tips mencegah tifus pada balita berikut. 

Baca juga: Alasan Pengidap Tifus Harus Beristirahat Total

Tips Mencegah Tifus pada Balita

Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk mengurangi kemungkinan Si Kecil tertular bakteri penyebab tifus:

1. Sanitasi Air

Air sering menjadi sarana penyebaran bakteri Salmonella typhi. Pastikan ibu, merebus atau mendesinfeksi air yang akan digunakan untuk minum, mencuci, atau menyiapkan makanan Si Kecil. Lebih baik lagi jika ibu hanya menggunakan air kemasan untuk membuat susu atau menyiapkan makanan untuk Si Kecil. Hindari memberikan air keran dan es batu yang belum terjaga kebersihannya.

2. Jaga Kebersihan Tangan

Pastikan tangan ibu selalu bersih sebelum menyentuh Si Kecil. Cuci tangan dengan air sabun hangat sebelum menyentuh atau menyiapkan Si Kecil. Jangan lupa untuk langsung mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Jika air bersih dan sabun tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

3. Beri Buah dan Sayuran yang Dikupas

Hindari memberikan Si Kecil buah dan sayuran mentah yang tidak dikupas. Pasalnya, buah dan sayuran yang tidak dikupas bisa menjadi sarana penularan bakteri ketika dicuci dengan air yang sudah terkontaminasi. Pisang, alpukat, dan jeruk adalah pilihan yang lebih baik, tetapi pastikan ibu mengupasnya sendiri.

Baca juga: 5 Makanan Ini Aman Dikonsumsi oleh Pengidap Tifus

4. Vaksinasi

Tersedia vaksin tifus yang bisa digunakan pada anak-anak di atas dua tahun. Ibu bisa bicara dengan dokter anak terkait vaksin ini lebih lanjut. Kalau ibu ingin bertanya-tanya seputar vaksin maupun kesehatan anak, ibu bisa langsung menghubungi dokter anak melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi ini, ibu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Tanda dan Gejala Tifus yang Wajib Diwaspadai

Ibu juga wajib mengetahui tanda dan gejala tifus pada balita supaya Si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Tanda dan gejala tifus umumnya muncul sekitar tujuh hingga 14 hari setelah tertular penyakit. Beberapa anak mungkin tidak sakit selama dua bulan setelah terpapar. Tanda dan gejala tifus dapat meliputi:

  • Demam terus-menerus yang meningkat secara bertahap hingga 39-40 derajat Celsius.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kelelahan.
  • Lemas.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Muncul ruam merah muda di perut atau dada.

Baca juga: Begini Pemulihan setelah Anak Mengalami Sakit Tifus

Jika Si Kecil menunjukkan gejala demam tifoid, segera bawa ke dokter. Saat dirawat, gejala biasanya mereda beberapa hari setelah antibiotik diberikan. Setelah sembuh dari demam tifoid, beberapa orang masih bisa menjadi pembawa bakteri tersebut. Ini berarti orang tersebut tidak akan menunjukkan gejala, tetapi masih memiliki bakteri di tubuh mereka dan dapat menularkannya ke orang lain.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
About Kids Health. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
Baby Center. Diakses pada 2020. Typhoid in babies and toddlers.