• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mendidik Anak Tentang Penularan HIV

4 Cara Mendidik Anak Tentang Penularan HIV

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Berbicara soal seks dihadapan anak-anak kerap dianggap tabu untuk sebagian orangtua. Nyatanya, edukasi ini penting untuk mencegah penularan penyakit seksual di kemudian hari, seperti HIV. HIV adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling mematikan saat ini.

Oleh sebab itu, edukasi penularan HIV perlu dilakukan sedini mungkin kepada anak-anak. Lantas, bagaimana cara memulai mendidik anak tentang penularan HIV? Melansir dari WebMD, berikut sejumlah cara yang perlu orangtua terapkan:

Baca Juga : Jarang Disadari, Inilah Penyebab & Gejala Terkena HIV

  1. Kenali Audiens

Sebelum berbicara dengan anak, penting untuk memberikan informasi yang sesuai usia. Pada anak yang masih berusia 8 tahun, orangtua bisa menyampaikannya dengan "AIDS adalah penyakit yang membuat orang sangat sakit. Itu disebabkan oleh virus seperti kuman kecil disebut HIV.” Pada anak yang sudah lebih besar, orangtua bisa menjelaskannya lebih detail karena mereka dapat menyerap informasi yang lebih rinci. 

  1. Kesampingkan Rasa Malu

Jangan biarkan rasa malu menghentikan ayah atau ibu untuk memberi tahu anak. Untuk memulainya, ayah dan ibu bisa mengambil petunjuk  dari iklan tentang AIDS yang muncul saat menonton TV bersama anak-anak. Tanyakan kepada mereka apakah mereka telah mendengar tentang penyakit ini, dan apa yang mereka ketahui tentang penyakit itu. Dilansir dari WebMD,  93% anak-anak telah mendengar tentang penyakit tersebut pada saat mereka mencapai kelas tiga.

  1. Beritahu Informasi Penting Soal HIV

Orangtua perlu memberitahu anak-anak, terutama remaja jika risiko HIV bisa meningkat apabila memiliki banyak pasangan seksual, bisa ditularkan melalui pemakaian jarum suntik, seks bebas dan pemakaian tato dan tindik yang tidak steril. Beritahu pula jika HIV bisa berkembang menjadi AIDS yang bisa berakibat fatal

AIDS biasa dialami oleh siapapun, tidak terkecuali anak-anak. Selain risiko penularannya, orangtua harus mengedukasi soal mitos HIV serta pencegahannya. Langkah pencegahan HIV yakni bisa dengan menggunakan kondom saat berhubungan intim dan hindari penggunaan alkohol serta obat-obatan terlarang. 

Baca Juga:  Sejak Lahir Tertular HIV-AIDS, Bisakah Anak Tumbuh Normal?

Mitos tentang HIV juga perlu ditekankan kepada anak-anak. Sejumlah mitos HIV yang perlu diketahui anak adalah HIV tidak bisa ditularkan melalui sentuhan, air liur, kursi toilet, dan benda lainnya. Beritahu jika HIV hanya bisa ditularkan melalui darah, air mani, cairan vagina, atau ASI.  Anak perlu tahu juga jika orang yang mengidap HIV tidak perlu dijauhi dan dikucilkan, karena HIV bukan penyakit yang mudah menular

Untuk mengetahui informasi HIV lebih lanjut, ayah dan ibu bisa menanyakannya langsung dengan dokter Halodoc. Lewat aplikasi, ayah dan ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

  1. Awasi Perilaku Remaja

Bagi anak yang telah menginjak remaja, orangtua harus mengawasi secara ekstra. Pasalnya, anak yang menginjak remaja mudah sekali terpapar nilai-nilai negatif yang ada disekitarnya. Terlebih, di masa ini, anak sudah mengenal lawan jenis dan mulai tumbuh minat romantisme. Oleh sebab itu, edukasi tentang seks wajib diberikan kepada anak remaja untuk mencegah perilaku seks bebas yang bisa meningkatkan risiko HIV.

Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik dan bersikap terbuka kepada anak yang sudah menginjak remaja. Orangtua yang bersikap terbuka akan membuat anak tidak segan untuk menceritakan apa yang sedang dilaluinya. Ketika orangtua sudah dekat dengan anak, maka ayah dan ibu bisa mengawasinya lebih mudah.

Baca Juga: Tidak Melulu Hubungan Intim, Hal Ini Bisa Menularkan HIV dan AIDS

Itulah beberapa tips mendidik anak untuk mencegah penularan HIV. Setiap orangtua pasti punya cara masing-masing untuk memberikan edukasi ini. Terpenting, buang rasa malu dan pemikiran tabu soal seks kepada anak-anak. Setiap anak memerlukan edukasi ini untuk mencegah penyakit serius di kemudian hari. 

Referensi :
Kids Health. Diakses pada 2019. HIV and AIDS.
WebMD. Diakses pada 2019. Talking With Your Children About HIV and AIDS.