• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mendidik Saudara Kandung dari Saudara Autisme

4 Cara Mendidik Saudara Kandung dari Saudara Autisme

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4 Cara Mendidik Saudara Kandung dari Saudara Autisme

Halodoc, Jakarta - Hubungan antar saudara kandung akan lebih dekat dan tahan lama ketimbang dengan orangtua. Hal tersebut dikarenakan faktor umur yang tidak jauh berbeda, sehingga anak-anak cenderung memiliki teman bermain dan merasa tidak kesepian. Bukan itu saja, saudara kandung juga menjadi orang paling dekat saat orangtua telah tiada.

Pertanyaannya adalah, bagaimana jika kamu memiliki saudara kandung penyandang autisme? Apakah akan memiliki hubungan yang sama dengan saudara kandung yang normal? Hal tersebut tergantung pada masing-masing orangtua memperkenalkan dan mengajak mereka berinteraksi. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini mengenai bagaimana cara mendidik saudara kandung dari saudara autisme.

Baca juga: Ini Perkembangan Janin saat Kehamilan di Trimester 2

Cara Mendidik Saudara Kandung dari Saudara Autisme

Faktanya, anak yang memiliki saudara kandung penyandang autisme memiliki jenis hubungan yang berbeda dengan saudara kandung normal lainnya. Saudara kandung dari anak autisme sendiri cenderung lebih banyak mengalami stres dalam hal berinteraksi dengan saudara penyandang autisme tersebut. Meski tidak semua, ada beberapa saudara kandung yang menikmatinya. Reaksi-reaksi yang ditimbulkan akan tergantung dari bagaimana orangtua masing-masing. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Menjelaskan Pengertian Autisme pada Anak

Orangtua masing-masing memiliki peran penting dalam hal kualitas hubungan saudara sekandung dengan penyandang autisme. Untuk memperoleh gambaran, ibu perlu menjelaskan, memberikan gambaran, serta informasi apa adanya mengenai saudara kandung dari penyandang autisme. Hal tersebut akan membuat saudara kandung bisa menerima dan mengerti keadaan yang dialami oleh saudaranya. 

Berkaitan dengan hal tersebut, ibu dapat memberi penjelasan dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia anak. Gunakan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Berikan gambaran sesederhana mungkin. Penjelasan tersebut dapat dilakukan sejak saudara kandung masih balita.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental saat Hamil

2. Mengajak Saudara Kandung Berinteraksi

Setelah memberikan penjelasan, cara mendidik saudara kandung dari saudara autisme, selanjutnya bisa dilakukan dengan mengajak keduanya berinteraksi. Berinteraksi secara intens akan membuat saudara kandung mengerti jika saudaranya adalah penyandang autisme. Berinteraksi dapat membuat anak yang normal memahami jika ada perbedaan. 

3. Menumbuhkan Rasa Pengertian dan Penerimaan

Anak normal dapat menangkap jika ada perbedaan di antara mereka. Setelah langkah kedua berhasil, selanjutnya ibu dapat menumbuhkan rasa pengertian dan penerimaan secara perlahan. Nah, selanjutnya, tugas ibu untuk berusaha tanpa henti, lakukan secara berulang hingga anak benar-benar mengerti dan memahami. Langkah ini bisa menjadi hal tersulit bagi sebagian ibu.

4. Mengajarkan Sedini Mungkin agar Saudara Kandung Tidak Iri Hati

Anak normal dengan saudara kandung penyandang autisme cenderung merasa iri atas perlakukan khusus kedua orangtua. Jika ibu tidak dapat memberikan pengertian yang dipahami anak, ia bisa saja berulah atau berperilaku buruk agar mendapat perhatian orangtua. Selain itu, orangtua juga tidak boleh membebani saudara kandung dengan tugas untuk membantu dan menjaga saudara penyandang autisme.

Akibat yang paling parah dari hal tersebut adalah, saudara kandung merasa terbebani dengan hal tersebut, kemudian mulai mencemaskan masa depan saudara penyandang autisme, dan memikirkan perannya dalam menggantikan peran orangtua saat telah tiada. Hal tersebut menjadi beban tersendiri yang dapat berujung pada penyakit mental, seperti stres, bahkan depresi.

Sebagai orangtua, ibu perlu memikirkan berbagai aspek. Sebaiknya didik anak penyandang autis agar ia dapat hidup mandiri dan berguna bagi dirinya sendiri. Proses melibatkan saudara kandung sah-sah saja dilakukan, tetapi harus disesuaikan dengan umur, dan kemauan saudara kandung sendiri. Ibu tidak boleh menuntut dan menyuruhnya membantu terlalu banyak.

Baca juga: Ini Cara untuk Atasi Rhinitis Kehamilan

Itulah penjelasan mengenai bagaimana cara mendidik saudara kandung dari saudara autisme. Jika ibu mengalami kesulitan dalam menerapkannya, silahkan diskusikan hal tersebut dengan psikolog atau psikiater di aplikasi Halodoc, ya. Jangan sampai salah satu pihak anak merasa tidak disayang atau diperhatikan, karena ibu terlalu sibuk dengan salah satunya. Temukan jalan tengahnya dengan diskusikan pada ahlinya, ya.

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2021. What’s the Best Way to Discipline My Child?
Indiana Resource Center for Autism. Diakses pada 2021. Siblings Perspectives: Some Guidelines for Parent.
Konferensi Nasional Autisme. Diakses pada 2021. PERAN SAUDARA SEKANDUNG PADA ANAK PENYANDANG ASD.