29 June 2018

4 Cara Mengajari Sikap Mandiri pada Anak Sejak Dini

cara mengajari sikap mandiri, cara mengajari sikap mandiri pada anak sejak dini, mengajari anak mandiri, membuat anak mandiri, bagaimana anak menjadi mandiri, peran orangtua dalam kemandirian anak

Halodoc, Jakarta – Mengajarkan sikap mandiri kepada anak sejak dini sangat diperlukan. Seringkali orangtua menunda mengajarkan anak mandiri dengan alasan kasihan atau pun menganggap anak masih terlalu kecil untuk melakukan segala sesuatu sendiri.

Mengajarkan anak mandiri bukan berarti memberikan beban tugas kepada anak yang melampaui kemampuannya. Mengajarkan anak mandiri juga bukan sebuah hukuman atau pun menandakan orangtua terlalu malas membantu sehingga meminta anak untuk mengerjakan sendiri. Baca juga: Manfaat Mengajak Anak Memasak

Pada akhirnya seiring dengan pertambahan usia, anak harus melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan orangtua. Menunda-nunda mengajarkan sikap mandiri pada anak hanya akan menghambat pertumbuhan anak menjadi dewasa.  Mengajarkan anak mandiri dilakukan secara bertahap, tidak ekstrem. Mestinya juga harus dilihat dari kemampuan anak, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Berikut adalah cara mengajarkan anak mandiri yang perlu diketahui oleh orangtua.

  1. Jelaskan Secara Perlahan

Jelaskan kepada anak pengertian kemandirian itu seperti apa dan kenapa perlu untuk dilakukan. Hal mendasar yang bisa dilakukan orangtua dalam mengajarkan kemandirian kepada anak adalah dengan mengatakan kalau orangtua tidak selamanya bisa menemani dan membantu anak dalam mengerjakan segala sesuatunya. Makanya, anak perlu belajar melakukan segala sesuatunya sendiri.

Paling penting adalah memberikan kesadaran kepada anak kalau dunia luar itu keras dan suka tidak suka anak akan berhadapan dengan orang-orang dengan beragam karakter—ada yang menyenangkan dan bukan tidak mungkin membuat sedih juga. Mengajarkan mandiri kepada anak adalah jalan lain juga untuk memupuk sikap yang tangguh ke depannya.

  1. Mulai dari Hal yang Kecil

Cara mengajarkan anak mandiri bisa dimulai dari hal yang kecil seperti membereskan tempat tidurnya sendiri, berani bertanya kepada orang asing, membeli sesuatu di warung, menyelesaikan pekerjaan rumahnya tanpa diminta terlebih dahulu, serta belajar bertanggung-jawab dengan tugas dan aktivitas di sekolah, termasuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Anak Tersedak

Ada baiknya orangtua tidak memaksakan anak dalam mengembangkan sikap mandirinya. Setiap anak memiliki tahapan yang berbeda-beda. Untuk itu, orangtua perlu cermat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak dalam mengawasi perkembangannya menjadi pribadi yang mandiri.

  1. Mengajak Anak Ikut Membantu Orangtua

Cara lain untuk mengajarkan anak mandiri adalah dengan mengajak anak ikut membantu aktivitas orangtua. Misalnya membantu ibu memasak di dapur atau pun membantu ayah membersihkan mobil. Melibatkan anak dalam aktivitas serta rutinitas rumah tangga sejatinya akan membuat anak belajar mandiri. Melihat contoh langsung bagaimana ibu dan ayahnya melaksanakan tugas dan tanggung-jawab sebagai orangtua akan membuat anak menyadari kalau masing-masing orang memiliki peranan dalam kehidupan bersosial. Baca juga: Intip 3 Menu Makanan Rahasia Pemain Sepak Bola Profesional

  1. Berikan Pujian

Sejatinya, memberikan pujian setiap kali anak berhasil melakukan apa yang dikerjakannya adalah bagian dari mengajarkan anak mandiri. Ketika anak merasa diapresiasi untuk apa yang dilakukannya, maka anak akan lebih bersemangat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Memberikan pujian juga menunjukkan kalau orangtua menaruh perhatian terhadap detail yang dikerjakan oleh anak. Tidak hanya pujian, ketika anak melakukan kesalahan ada baiknya orangtua mengoreksi. Namun, hendaknya dilakukan dengan bijaksana dan tidak terkesan menghakimi yang membuat anak sampai takut untuk melakukan sesuatu. Baca juga: Mencegah Gigi Berlubang pada Anak

Kalau orangtua ingin tahu lebih banyak cara mengajarkan sikap mandiri sejak dini kepada anak, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.