• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mengembalikan Kepercayaan Diri pada Anak

4 Cara Mengembalikan Kepercayaan Diri pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Jika diperhatikan dengan seksama, anak-anak kerap kali mengalami perubahan emosional. Mereka bisa menjadi murung dan tidak percaya diri, sehingga ia malas untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Penyebab umum anak kehilangan kepercayaan dirinya tersebut ialah bullying yang dilakukan teman-teman atau lingkungan sekitarnya.

Baca juga: 5 Tips Bagi Orangtua Saat Anak Jadi Korban Bullying

 

Penelitian terkini pun menyebutkan bahwa kini sudah ada lebih dari 3,2 juta anak di dunia yang mengalami bullying. Sedihnya lagi, bullying ini tidak hanya terjadi di sekolah, tapi bisa juga terjadi di media sosial. Sebagai orangtua pun harus mampu mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi pada anak, sehingga untuk mengembalikan kepercayaan dirinya akan menjadi lebih mudah. Orangtua pun harus bisa menjadi orang yang selalu ada buat mereka dan menjadi tempat yang nyaman untuk anak bisa menceritakan masalah yang dihadapi. Nah, berikut ini terdapat beberapa kiat untuk mengembalikan percaya diri anak:

 

  1. Cari Tahu Permasalahan yang Dihadapi Anak dengan Mengajaknya Bicara

Hal yang biasanya membuat anak merasa tidak percaya diri adalah karena ia tidak berani untuk mengungkapkan hal yang ia alami. Peristiwa tidak menyenangkan seperti bullying dan kekerasan fisik yang terjadi baik di sekolah dan lingkungan bermain akan semakin menyurutkan rasa percaya diri pada anak. Sebagai orang tua, ini merupakan tugas krusial untuk menemukan penyebab anak kehilangan rasa percaya diri di dalam dirinya.

Cara pertama untuk mengembalikan percaya diri pada anak yang demikian adalah dengan meluangkan waktu untuk lebih dekat dan mengajaknya berbicara. Ajaklah ia berbincang santai dan pancing dia untuk bercerita, lalu kemudian tanyakan apakah ada hal yang ia ingin sampaikan.

Hal ini tidak akan efektif jika hanya dilakukan sekali dua kali. Kamu perlu lebih sering duduk dan bercerita bersama secara intens. Dengan demikian, anak akan lebih nyaman dan lebih percaya diri, serta berani mengungkapkan apa yang menjadi permasalahannya.

 

  1. Jangan Memanjakan Anak

Sikap manja akan membuat anak selalu mengandalkan orangtua atau orang lain dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Anak yang manja akan kehilangan rasa percaya diri karena ia tidak bisa melakukan hal tanpa orang lain. Oleh karena itu, jangan memanjakan anak dengan berlebihan. Karena akan bisa menurunkan rasa percaya diri anak. Biarkan anak melakukan apa yang bisa ia lakukan, jangan berusaha memberikan bantuan jika anak masih merasa bisa melakukan tugasnya.

 

  1. Jangan Membuat Anak Merasa Takut

Untuk membuat efek jera pada anak yang bersikap nakal, kadang orangtua menakut-nakuti anak dengan sesuatu. Hal ini mungkin efektif untuk membuat anak tidak melakukan hal tersebut kembali. Namun, efek jangka panjang terhadap perkembangan mental anak tentu harus dipertimbangkan. Sikap menakut-nakuti akan membuat anak pesimis dan akan kurang percaya diri dalam mengambil keputusan. Hal ini pastinya akan berbahaya saat mereka dewasa kelak.

 

  1. Jangan Mengejek Anak

Cara lain menumbuhkan percaya diri pada anak adalah dengan tidak mengejeknya saat ia membuat kesalahan. Walaupun ejekan atau candaan tersebut tidak serius, tapi hal itu tidak dibenarkan. Sebab, anak masih belum memahami komunikasi yang dilakukan orang dewasa. Daripada mengejek, lebih baik memberi tahu anak bahwa hal yang ia lakukan itu kurang tepat dan beri semangat agar ia tidak mengulanginya lagi.

Baca juga: Anak Pemalu, Ini Cara Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya

 

Itulah tips-tips bagi orangtua untuk mengembalikan percaya diri anak. Jika Si Kecil sakit atau mengalami masalah kesehatan tertentu, segera hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat. Tunggu apa lagi? Segera download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!