• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mengobati Asam Lambung yang Kambuh Saat Puasa
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mengobati Asam Lambung yang Kambuh Saat Puasa

4 Cara Mengobati Asam Lambung yang Kambuh Saat Puasa

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Mei 2022

“Penyakit asam lambung memang rentan kambuh saat puasa karena tidak adanya asupan makanan maupun minuman yang masuk. Namun, ada sejumlah cara yang bisa kamu coba untuk mengobati kambuhnya asam lambung saat puasa.”

4 Cara Mengobati Asam Lambung yang Kambuh Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Bagi seseorang yang mengidap penyakit asam lambung, pasti khawatir dan ragu saat ingin menjalankan puasa. Pasalnya, pengidap asam lambung justru disarankan makan secara teratur supaya penyakitnya tidak kambuh. Tidak adanya asupan makanan dan minuman tentu berisiko memicu naiknya asam lambung.

Namun, pengidap asam lambung sebenarnya tetap bisa kok menjalankan puasa, dengan catatan hindari berbagai hal yang bisa memicu kambuhnya penyakit. Lantas, bagaimana saat asam lambung justru kambuh saat puasa? Yuk, intip cara mengobati asam lambung saat puasa.

Cara Mengobati Asam Lambung yang Kambuh Saat Puasa

Saat asam lambung kambuh, sebaiknya kamu membatalkan puasa saja dan bisa menggantinya setelah bulan Ramadan. Setelah membatalkan puasa, kamu bisa mengonsumsi obat asam lambung untuk mengurangi gejala. Kemudian, segera isi dengan makanan yang lembut dan menenangkan perut sedikit demi sedikit. Adapun sejumlah tips yang bisa kamu lakukan agar asam lambung tidak kambuh saat puasa berikut ini:

1. Tidur dengan kepala lebih tinggi

Tidur dengan kepala lebih tinggi

Menurut Harvard Health Publishing, tidur dengan kepala ditinggikan dapat mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Idealnya, tinggikan area kepala setidaknya 15–20 sentimeter dari perut. Kamu bisa mengganjal kepala dengan selimut atau bantal yang empuk supaya lebih nyaman. 

2. Konsumsi air alkali

Konsumsi air alkali

Melansir dari Live Strong, konsumsi air alkali dengan pH yang mencapai 8,8 mampu mengatasi GERD. Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitasnya. Yang terpenting, hindari berbagai macam minuman yang bisa memicu refluks, seperti air yang asam, minuman tinggi gula, kopi, alkohol, dan minuman berkarbonasi. 

Selain alkali, pilihan minuman yang disarankan untuk pengidap asam lambung adalah air hangat atau teh yang ditambahkan jahe. Jahe dikenal karena sifat anti-inflamasinya dan telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi gangguan pencernaan.

3. Hindari obat-obatan tertentu

Hindari obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat yang sebaiknya dihindari saat asam lambung kambuh, contohnya obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin atau ibuprofen. Obat-obatan ini dapat mengiritasi perut dan kerongkongan sehingga berisiko memperparah asam lambung.

4. Bijak dalam memilih makanan

Bijak dalam memilih makanan

Sebaiknya hindari makanan makanan pedas, asam, dan berlemak terlebih dahulu saat sahur dan berbuka. Makanan lain yang sebaiknya dihindari adalah makanan cepat saji dan berpengawet yang tinggi kandungan garam serta lemak jenuhnya. Pilihan terbaik adalah konsumsi makanan berserat yang bisa membuat kamu kenyang lebih lama.

Apabila tips di atas kurang membantu, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Live Strong. Diakses pada 2022. Fasting and Acid Reflux: What You Need To Know.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. The Effects of Ramadhan Fasting on Clinical Symptoms in Patients with Gastroesophageal Reflux Disease.