4 Cara Menjaga Kesehatan Telinga untuk Cegah Perforasi Membran Timpani

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Cara Menjaga Kesehatan Telinga untuk Cegah Perforasi Membran Timpani

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu apa itu membran timpani? Membran timpani adalah jaringan tipis yang membagi telinga tengah dan saluran telinga bagian luar. Membran ini bergetar ketika gelombang suara memasuki telinga. Getaran berlanjut melalui tulang-tulang telinga tengah. Getaran memungkinkan seseorang untuk mendengar, namun pendengaran dapat rusak apabila membran timpani bergetar terlalu kencang.

Baca Juga: Begini Cara Mengobati Gendang Telinga Pecah

Pecahnya gendang telinga, yang disebut juga perforasi membran timpani adalah kondisi robek pada gendang telinga atau membran timpani. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Gejala Perforasi Membran Timpani

Nyeri adalah gejala utama pecahnya gendang telinga. Bagi sebagian orang, rasa sakitnya terasa sangat parah dan intens sepanjang hari. Ketika gendang telinga pecah, muncul cairan berair, berdarah, atau berisi nanah yang mengalir dari telinga yang terkena. Pecah yang terjadi akibat infeksi telinga tengah menyebabkan perdarahan. Biasanya telinga mulai mengering begitu rasa sakit hilang. 

Infeksi telinga rentan terjadi pada anak-anak kecil, pengidap pilek atau flu, atau individu yang tinggal di daerah-daerah dengan kualitas udara yang buruk. Pengidap gendang telinga pecah umumnya mengalami pernah kehilangan pendengaran sementara atau berkurangnya pendengaran di telinga yang terpengaruh. Pengidap dapat mengalami tinitus, dering konstan atau telinga berdengung, atau pusing.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikannya. Kini kamu bisa lho langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

Baca Juga: Gendang Telinga Pecah, Bisakah Sembuh Sendiri?

Lantas, Bagaimana Mencegah Perforasi Membran Timpani?

Berikut tips-tips untuk menghindari gendang telinga pecah yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  1. Segera Obati Infeksi Telinga Tengah

Waspada tanda dan gejala infeksi telinga tengah, termasuk sakit telinga, demam, hidung tersumbat dan berkurangnya pendengaran. Anak-anak dengan infeksi telinga tengah sering menggosok atau menarik telinga mereka sendiri yang disertai dengan rewel. Cari diagnosis yang cepat dari dokter untuk mencegah kemungkinan kerusakan pada gendang telinga.

  1. Lindungi Telinga Selama Perjalanan Udara

Jika memungkinkan, hindari perjalanan udara ketika kamu mengalami alergi dingin atau mengalami kondisi yang menyebabkan kuping atau hidung tersumbat. Selama lepas landas dan mendarat, jaga agar telinga tetap jernih dengan menggunakan penyumbat telinga untuk menyeimbangkan tekanan, menguap atau mengunyah permen karet. 

Kamu dapat meniup dengan lembut, seolah meniup hidung, sambil mencubit lubang hidung dan menutup mulut. Jangan tertidur saat lepas landas maupun pendaratan.

  1. Jaga Telinga dari Paparan Benda Asing

Jangan pernah mencoba menggali kotoran telinga secara brutal atau menggunakan bantuan seperti kapas, klip kertas atau jepit rambut. Barang-barang ini dapat dengan mudah merobek atau menusuk gendang telinga. Ajari anak-anak tentang bahaya kerusakan yang bisa didapatkan melalui  benda asing tersebut jika masuk ke telinganya.

  1. Lindungi Telinga dari Suara Bising

Lindungi telinga dari kerusakan yang akibat mengenakan penutup telinga headset, headphone dan sejenisnya. Hindari suara-suara yang terlalu bising, seperti di tempat hiburan malam. Jangan berdiri di dekat speaker besar ketika mengunjungi konser, hajatan, maupun tempat-tempat rekreasi. 

Baca Juga: Gendang Telinga Pecah, Bisakah Kembali Seperti Semula?

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk melindungi telinga kamu. Boleh-boleh saja bila kamu ingin mendengarkan musik melalui headset, namu sebaiknya atur volume suara agar tidak terlalu kencang, ya.

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Ruptured eardrum (perforated eardrum).
Healthline (Diakses pada 2019). Eardrum Rupture.