17 January 2019

4 Cara Pengobatan untuk Atasi Demam Kuning

4 Cara Pengobatan untuk Atasi Demam Kuning

Halodoc, Jakarta - Demam kuning atau yellow fever adalah infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Penyakit ini paling sering dijumpai di Benua Afrika dan Amerika bagian selatan. Ketika ditularkan ke manusia, virus demam kuning dapat merusak organ hati dan organ internal lainnya yang bisa berakibat cukup serius.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 200 ribu kasus demam kuning di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 30 ribu. Kasus demam kuning tampaknya mengalami peningkatan, karena penurunan kekebalan terhadap infeksi di antara populasi, deforestasi, perubahan iklim, dan tingginya angka urbanisasi.

Lalu, bagaimana virus demam kuning ini menyebar? Virus ditularkan melalui perantara nyamuk yang sebelumnya telah terinfeksi. Biasanya, nyamuk ini menggigit pada siang hari, dan ditemukan di daerah perkotaan serta pedesaan.

Baca juga: 3 Fase Demam Kuning Ini Mesti Diwaspadai

Pengobatan untuk Demam Kuning

Lantas, apakah ada obat demam kuning untuk mengatasi penyakit ini? Faktanya, belum ada obat yang tepat untuk mengatasi infeksi virus tersebut, oleh karenanya perawatan medis demam kuning berfokus pada pengurangan gejala-gejalanya, seperti demam, nyeri otot, dan dehidrasi.

Perhatikan adanya risiko perdarahan internal, sehingga sebaiknya hindari konsumsi aspirin dan obat-obatan anti inflamasi nonsteroid lainnya jika terdeteksi adanya gejala demam kuning. Jika diperlukan, dokter bisa menyarankan untuk rawat inap.

  • Vaksinasi Demam Kuning

Obat demam kuning lain yang bisa dipertimbangkan berupa vaksinasi. Pemberiannya harus dilakukan setidaknya 10 hari sebelum melakukan perjalanan ke daerah endemik untuk memungkinkan tubuh melakukan perlindungan terhadap virus yang menyebabkan infeksi. Biasanya, beberapa negara memberlakukan adanya bukti sertifikat vaksinasi sebelum mengizinkan turis memasuki wilayah teritorial.

Vaksinasi demam kuning diberikan dalam bentuk suntikan dengan frekuensi pemberian hanya sekali. Perlindungannya seumur hidup, tetapi sertifikatnya hanya berlaku 10 tahun. Jika diperlukan, harus dilakukan vaksin penguatan setelah 10 tahun apabila kamu merencanakan untuk kembali bepergian.

Baca juga: Punya Rencana Liburan? Hati-Hati Demam Kuning

  • Perawatan di Rumah untuk Demam Kuning Ringan

Pada kasus demam kuning ringan, perawatan di rumah bisa dilakukan. Jika timbul gejala seperti demam tinggi, sakit kepala parah, mual, dan muntah hingga 4 hari sebelum akhirnya mereda, kemungkinan besar kamu terserang demam kuning. Selama masa ini, pastikan tubuh kamu mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

  • Konsumsi Obat-Obatan

Jenis obat demam kuning yang dijual bebas di apotek yang bisa kamu konsumsi adalah acetaminophen karena tidak meningkatkan risiko perdarahan. Tetap perhatikan dosisnya agar tidak mengalami overdosis. Selalu diskusikan dengan dokter untuk konsumsi obat-obatan ini.

Baca juga: Perlu Tahu 5 Penyakit Komplikasi Akibat Demam Kuning

  • Pengobatan di Rumah Sakit

Pada beberapa kondisi, demam kuning mungkin menghilang setelah beberapa hari. Namun, hanya demam yang menghilang, sementara muncul gejala lain yang menyerang bagian kepala. Ini artinya gangguan kesehatan tersebut telah berkembang ke tahapan yang lebih akut. Jika kamu mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter.

Itu tadi beberapa obat demam kuning yang bisa kamu lakukan jika mengalami penyakit infeksi ini. Jangan tunggu sampai akut, segera lakukan tindakan pencegahan agar tidak menimbulkan komplikasi serius. Kamu bisa download dan pakai aplikasi Halodoc untuk menanyakan langsung pada dokter perihal masalah kesehatan yang kamu alami. Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc juga menyediakan layanan pembelian obat dan cek lab rutin di mana saja dan kapan saja.