• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Fakta Menarik seputar Hormon Adrenalin dalam Tubuh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Fakta Menarik seputar Hormon Adrenalin dalam Tubuh

4 Fakta Menarik seputar Hormon Adrenalin dalam Tubuh

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Oktober 2022

“Ada beberapa fakta menarik dari hormon adrenalin yang perlu diketahui. Salah satunya adalah hormon adrenalin menunjukkan tanda yang unik ketika dilepaskan tubuh.”

4 Fakta Menarik seputar Hormon Adrenalin dalam Tubuh4 Fakta Menarik seputar Hormon Adrenalin dalam Tubuh

Halodoc, Jakarta – Adrenalin merupakan hormon stres yang juga dikenal sebagai epinefrin. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal dan dilepaskan ke aliran darah, sebagai respons tubuh. Khususnya saat seseorang menghadapi situasi yang membuatnya stres atau berbahaya. Nah, ketika kondisi ini terjadi, hormon adrenalin akan merangsang sistem saraf untuk membuat tubuh dalam keadaan waspada. 

Berdasarkan fungsinya yang menarik, tentu sebaiknya kamu memahami lebih mendalam mengenai hormon adrenalin dalam tubuh. Sebab, ada beberapa fakta menarik seputar hormon ini. Penasaran apa saja fakta menariknya? Yuk, ketahui penjelasannya di sini!

Beberapa Fakta Menarik seputar Hormon Adrenalin

Berikut adalah beberapa fakta menarik dari hormon adrenalin yang perlu diketahui: 

1. Menunjukkan tanda yang unik

Karena diproduksi bersama kortisol dan aldosteron, adrenalin dilepaskan ketika seseorang berada dalam kondisi stres, situasi berbahaya, atau bahkan merasakan kegembiraan. Ketika adrenalin dilepaskan, hormon tersebut akan mengirim pesan ke berbagai organ tubuh. Alhasil, seseorang mungkin mengalami beberapa tanda ketika adrenalin dilepaskan, yaitu: 

  • Peningkatan tekanan darah. 
  • Peningkatan denyut jantung. 
  • Indra tubuh yang meningkat kepekaannya. 
  • Berkurangnya kepekaan terhadap rasa sakit. 
  • Pupil mata membesar. 
  • Anggota badan tertentu, seperti tangan menjadi gemetar. 
  • Keringat berlebihan. 

Selain itu, ketika seseorang berada dalam situasi yang membahayakan dirinya, orang tersebut juga mungkin dapat berlari lebih cepat. Bahkan, pada situasi yang mengancam, seseorang juga mungkin tidak akan merasakan rasa sakit, meskipun dirinya terluka. 

2. Dapat berdampak negatif pada tubuh

Sebagian orang mungkin senang untuk merasakan lonjakan adrenalin pada tubuhnya. Khususnya bagi mereka yang menyukai olahraga ekstrem seperti bungee jumping, atau atlet parkour. Namun, terlalu banyak adrenalin sebenarnya dapat menjadi masalah. Khususnya jika kamu mengalami stres kronis. Nah, kelebihan hormon tersebut akibat lonjakan yang berlebihan, diduga kuat dapat menyebabkan: 

  • Masalah pencernaan. 
  • Sakit kepala. 
  • Ketegangan otot. 
  • Insomnia. 
  • Penambahan berat badan yang dapat memicu obesitas. 
  • Kecemasan. 
  • Depresi. 
  • Tekanan darah tinggi. 
  • Penyakit jantung. 
  • Peningkatan risiko stroke. 

Di samping itu, gangguan kelenjar adrenal juga bisa terjadi jika seseorang tidak memproduksi cukup hormon atau memproduksi terlalu banyak adrenalin. Salah satu masalah kesehatan yang mengintai dari hal tersebut adalah pheochromocytoma, yakni tumor yang diakibatkan oleh adrenalin yang berlebihan. 

3. Adrenalin sebenarnya dapat dikendalikan

Sebagian orang mungkin berisiko lebih sering mengalami pelepasan adrenalin pada tubuhnya. Contohnya bagi mereka yang bekerja di lingkungan kerja dengan stres tinggi, seperti rumah sakit. Padahal, kelebihan hormon ini pada tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan. 

Namun, sebenarnya frekuensi aliran adrenalin dapat dikendalikan. Nah, untuk membatasi frekuensinya, kamu perlu mempraktikkan strategi koping yang sehat terhadap stresor (penyebab stres) yang dapat memicu pelepasan hormon ini. Contohnya seperti berolahraga secara rutin, melakukan meditasi, melatih pernapasan, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan sehat, hingga membatasi asupan kafein dan alkohol. 

4. Juga digunakan untuk mengatasi reaksi alergi 

Adrenalin juga kerap digunakan dalam keadaan darurat untuk mengobati reaksi alergi yang serius, yaitu anafilaksis. Perlu diketahui bahwa penggunaan adrenalin untuk kondisi tersebut bermanfaat untuk beberapa hal. Mulai dari merangsang jantung, mengendurkan otot-otot di saluran udara, meningkatkan tekanan darah, memperbaiki pernapasan, mencegah perkembangan gejala pernapasan atau kardiovaskular yang mengancam jiwa. 

Itulah penjelasan mengenai beberapa fakta menarik seputar hormon adrenalin. Mulai dari menunjukkan tanda yang unik saat pelepasan, dapat berdampak negatif pada tubuh, hingga digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar adrenalin, atau memiliki keluhan kesehatan, segeralah hubungi dokter.

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi kesehatan yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What Is Adrenaline?
Health Direct.gov. Diakses pada 2022. Adrenaline. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Adrenaline.