4 Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Bruxism

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
4 Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Bruxism

Halodoc, Jakarta – Kebiasaan menggeretak gigi saat tidur dapat mengganggu orang lain, khususnya pasangan jika tidak segera diatasi. Tidak hanya itu, gangguan kesehatan pada gigi seperti patah gigi, gigi menjadi lebih sensitif juga dapat dialami oleh pengidap bruxism.

Baca juga: 5 Tips Cara Atasi Masalah Gigi Sensitif

Bruxism adalah kondisi ketika kamu sering menggeretakkan, menggesek atau mengadu kedua gigi bagian atas dan bawah sehingga mengeluarkan bunyi. Biasanya, pengidap bruxism tidak menyadari kebiasaan ini karena umumnya dilakukan ketika sedang tidur siang maupun pada malam hari.

Ketahui Faktor yang Meningkatkan Kebiasaan Bruxism

Bruxism, dikenal juga dengan sleep bruxomania masuk dalam kategori gangguan pergerakan terkait dengan kondisi tidur seseorang. Pengidap bruxism juga rentan dengan gangguan tidur lainnya seperti mendengkur atau sleep apnea.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada anak-anak yang memasuki usia tumbuh gigi. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak dapat mengalami kondisi bruxism. Ada beberapa faktor yang meningkatkan seseorang mengalami bruxism, seperti:

1. Tingkat Stres

Seseorang dengan tingkat stres maupun depresi yang cukup tinggi dapat mengalami kondisi bruxism secara tidak disadari. Selain itu, seseorang dengan emosi yang sedang meluap juga dapat mengalami bruxism tanpa disadari.

2. Usia

Usia anak-anak adalah kondisi usia yang rentan mengalami kebiasaan ini. Namun, biasanya saat memasuki usia remaja kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya. Bruxism pada anak-anak berkaitan dengan kondisi pertumbuhan gigi susu.

3. Tipe Kepribadian

Kepribadian seseorang dapat menentukan perilaku. Kondisi bruxism berkaitan dengan kepribadian seseorang. Kepribadian agresif, kompetitif atau hiperaktif rentan dengan kondisi bruxism.

4. Gaya Hidup

Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol dan minuman berkafein dapat menyebabkan seseorang mengalami bruxism. 

Baca juga: Gigi Sensitif, Hindari 4 Minuman Ini

Ketahui Gejala dan Penyebab Bruxism!

Belum diketahui apa penyebab pasti yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi bruxism. Namun, bentuk gigi yang abnormal meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi bruxism. Kondisi emosi seseorang seperti rasa gelisah, amarah, dan frustasi dapat menyebabkan seseorang mengalami bruxism.

Tidak hanya faktor psikologis, kondisi bruxism juga dapat dialami seseorang sebagai tanda atau gejala adanya penyakit lain dalam tubuh seperti penyakit huntington atau Parkinson.

Ketahui gejala yang dialami oleh pengidap bruxism untuk mengatasi kondisi ini. Pengidap bruxism lebih sering mengalami kondisi gigi yang retak atau patah. Tidak hanya itu, enamel gigi yang mudah rusak juga dialami oleh pengidap bruxism. Pengidap bruxism lebih sering mengalami tegang pada bagian otot rahang.

Sebaiknya periksakan kondisi kesehatan gigi pada rumah sakit terdekat jika gejala yang kamu alami semakin parah seperti menyebabkan rasa nyeri yang muncul pada bagian rahang, wajah, dan telinga. Tidak hanya itu, segera hubungi dokter ketika kamu mengalami rahang yang terkunci dan tidak dapat terbuka maupun tertutup secara sempurna.

Sebaiknya cegah kondisi bruxism dengan mengatur tingkat stres yang kamu rasakan. Mengurangi tingkat stres dapat menurunkan risiko kamu mengalami bruxism. Jangan lupa untuk lakukan gaya hidup sehat agar kamu terhindar dari kondisi bruxism. Konsumsi makanan sehat dan bernutrisi serta menghindari rokok dan minuman alkohol bisa memberikan kualitas yang baik pada tidur.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sleep Apnea Picu Kematian?

Referensi:
Healthline (diakses pada 2019). What Causes Teeth Grinding
WebMD (diakses pada 2019). Dental Health and Teeth Grinding
MayoClinic (diakses pada 2019). Bruxism