• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Pria Dewasa
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Pria Dewasa

4 Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Pria Dewasa

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Oktober 2022

“Ada beberapa jenis gangguan psikologi yang rentan menimpa pria. Depresi, misalnya. Kondisi ini bisa memengaruhi suasana hati sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari.”

4 Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Pria Dewasa4 Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Pria Dewasa

Halodoc, Jakarta – Wanita lebih rentan mengalami gangguan psikologis ketimbang pria. Namun, bukan berarti fakta ini bisa disepelekan. Gangguan psikologis pada pria juga kudu diantisipasi sebelum berkembang lebih serius. Pasalnya, komplikasi masalah mental ini bisa fatal, bahkan hingga berujung kematian. 

Depresi misalnya, kondisi ini bisa memengaruhi suasana hati sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika tidak diatasi, depresi bisa menimbulkan penyakit kronis hingga memicu pikiran bunuh diri. Itu sebabnya, jangan pernah sepelekan tanda-tanda gangguan psikologis apapun dan segera minta bantuan.

Gangguan Psikologi Pria yang Rentan Menyerang

Selain depresi, berikut gangguan psikologis yang rentan menimpa pria lainnya:

1. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan ditandai dengan perasaan takut dan khawatir secara intens dan tidak terkendali. Biasanya, kondisi ini timbul bersama depresi. Sebagian besar pria yang mengidap gangguan kecemasan enggan mencari pertolongan. 

Alhasil, kondisinya bisa semakin memburuk bersama depresi. Beberapa jenis gangguan kecemasan yang patut diwaspadai adalah gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). 

2. Skizofrenia

Pengidap skizofrenia mengalami halusinasi, delusi, pikiran kacau dan perubahan sikap. Mereka bahkan tidak bisa membedakan kenyataan dan khayalan. Alhasil, kondisi ini bisa bedampak signifikan bagi kualitas hidup pengidapnya. 

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD atau gangguan stres pasca trauma adalah gangguan psikologis yang disebabkan karena peristiwa traumatis. Misalnya, seperti kecelakaan, penyiksaan, peperangan, bencana alam, kematian atau pelecehan. 

4. Penyalahgunaan zat

Jika dibanding wanita, pria berpeluang lebih besar melakukan penyalahgunaan atau ketergantungan zat terlarang. Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, 68.000 pria meninggal setiap tahun karena penyalahgunaan alkohol jika dibandingkan wanita yang angkanya mencapai 27.000.

Penyebab Gangguan Psikologis pada Pria

Melansir dari Medical News Today, masalah kesehatan mental dapat mempengaruhi pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Pria 3,5 kali lebih rentan meninggal akibat bunuh diri ketimbang wanita, walaupun sebetulnya wanita lebih rentan memiliki pikiran bunuh diri. Alasannya, mereka cenderung memilih senjata yang lebih mematikan, seperti senjata api. 

Alasan lainnya, kaum pria sering dibebankan oleh harapan masyarakat dan peran gender. Hal ini membentuk sebuah pemikiran jika seorang pria harus harus bisa mengandalkan diri sendiri dan tidak meminta bantuan orang lain agar tidak dibilang lemah. 

Kepercayaan seperti ini nyatanya bisa berdampak negatif pada kesehatan mental pria dan menghambatnya untuk meminta dukungan atau perawatan kesehatan mental. 

Selain pemikiran tersebut. Mental Health America juga mengungkapkan kalau norma sosial juga bisa menghambat pria untuk mencari pertolongan. Sisanya disebabkan karena pria cenderung enggan membicarakan perasaannya dan meremehkan gejala yang dialami. 

National Health Interview Survey melaporkan bahwa hanya satu dari tiga pria yang minum obat untuk mengatasi depresi dan kecemasan. Kemudian, satu dari empat pria saja yang mau bicara dengan profesional kesehatan mental terkait kondisinya

Kenali Tanda-Tanda Peringatannya

Tanda dan gejala gangguan psikologis tergantung pada jenisnya. Namun, umumnya kondisi ini menimbulkan kondisi berikut:

  • Agresif dan mudah marah
  • Perubahan suasana hati
  • Penurunan tingkat energi.
  • Perubahan nafsu makan atau kebiasaan tidur.
  • Kesulitan fokus.
  • Merasa gelisah.
  • Keinginan mengonsumsi alkohol melebihi batas.
  • Penyalahgunaan obat-obatan.
  • Melakukan tindakan yang berisiko, seperti seks bebas atau berkendara ugal-ugalan.
  • Merasa sedih, putus asa, mati rasa, atau emosional.
  • Mengalami sakit, nyeri, atau gejala fisik lainnya tanpa penyebab yang jelas.
  • Munculnya pikiran atau perilaku obsesif atau kompulsif.
  • Masalah dalam hubungan.
  • Memikirkan atau mencoba bunuh diri.

Cari bantuan medis kamu atau orang lain mengalami tanda-tanda di atas. Mengobati gangguan psikologis yang masih dalam tahap awal bisa menurunkan risiko komplikasi dan mencegahnya berkembang lebih serius.

Jika kamu punya pertanyaan lain seputar masalah kesehatan mental, hubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc saja. Dokter yang ahli di bidangnya akan menjawab pertanyaan kamu sekaligus memberikan solusi terbaik. Jangan tunda sebelum kondisinya memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Men’s mental health: What you need to know.
Mental Health Foundation. Diakses pada 2022. Men and mental health.