• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

4 Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Halodoc, Jakarta - Sindrom carpal tunnel adalah kondisi yang disebabkan oleh tekanan pada saraf median. Carpal tunnel ini adalah lorong sempit yang dikelilingi oleh tulang dan ligamen di sisi telapak tangan. Ketika saraf median tertekan, pengidapnya bisa merasakan gejala seperti mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada tangan dan lengan.

Selain itu, anatomi pergelangan tangan, masalah kesehatan, dan kemungkinan gerakan tangan yang berulang dapat berkontribusi pada sindrom carpal tunnel. Namun, perawatan yang tepat biasanya mengurangi kesemutan dan mati rasa serta mengembalikan fungsi pergelangan tangan dan tangan seperti sedia kala.

Baca juga: Carpal Tunnel Syndrome Bahaya atau Tidak, Ya?

Gejala Sindrom Carpal Tunnel

Jika kamu mengalami sindrom ini, ada beberapa gejala yang akan kamu rasakan, misalnya:

  • Sensasi rasa kesemutan, kebas, dan nyeri pada pergelangan tangan, ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah tangan yang dominan dipakai.
  • Kelemahan yang dirasakan pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah tangan yang dominan dipakai.
  • Nyeri dan rasa tertusuk yang menjalar ke bagian tangan dan lengan.
  • Biasanya, CTS hanya dirasakan pada salah satu tangan yang dominan dipakai, tetapi akhirnya dapat juga dialami kedua tangan.

Penting untuk segera menemui dokter jika kamu memiliki tanda dan gejala carpal tunnel syndrome yang mengganggu aktivitas normal dan pola tidur. Sebab, kerusakan saraf dan otot permanen dapat terjadi jika tanpa pengobatan.

Baca juga: Sering Pegang Mouse, Hati-Hati De Quervain's Syndrome

Penyebab Sindrom Carpal Tunnel

Apa pun yang menekan atau mengiritasi saraf median di ruang terowongan karpal dapat menyebabkan sindrom carpal tunnel. Fraktur pergelangan tangan dapat mempersempit terowongan karpal dan mengiritasi saraf, seperti halnya pembengkakan dan peradangan yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis.

Sering kali, tidak ada penyebab tunggal sindrom terowongan karpal. Mungkin kombinasi faktor risiko berkontribusi pada perkembangan kondisi tersebut.

Namun, ada sejumlah faktor telah dikaitkan dengan sindrom ini. Meskipun mereka mungkin tidak secara langsung menyebabkannya, mereka dapat meningkatkan risiko iritasi atau kerusakan pada saraf median. Ini termasuk:

  • Faktor Anatomi. Fraktur atau dislokasi pergelangan tangan, atau radang sendi yang merusak tulang kecil di pergelangan tangan, dapat mengubah ruang di dalam terowongan karpal dan memberi tekanan pada saraf median. Orang yang memiliki carpal tunnel yang lebih kecil mungkin lebih mungkin mengalami sindrom ini. 
  • Jenis Kelamin. Sindrom ini umumnya lebih sering terjadi pada wanita. Hal ini mungkin karena area carpal tunnel relatif lebih kecil pada wanita dibandingkan pada pria.
  • Kondisi yang Merusak Saraf. Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, meningkatkan risiko kerusakan saraf, termasuk kerusakan saraf median.
  • Kondisi Inflamasi. Rheumatoid arthritis dan kondisi lain yang memiliki komponen inflamasi dapat mempengaruhi lapisan di sekitar tendon di pergelangan tangan dan memberi tekanan pada saraf median.
  • Obat-Obatan. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara carpal tunnel syndrome dan penggunaan anastrozole, yakni obat yang digunakan untuk mengobati kanker payudara.
  • Kegemukan. Menjadi gemuk merupakan faktor risiko untuk carpal tunnel syndrome.
  • Perubahan Cairan Tubuh. Retensi cairan dapat meningkatkan tekanan di dalam carpal tunnel, dan mengiritasi saraf median. Ini biasa terjadi selama kehamilan dan menopause. Sindrom ini yang terkait dengan kehamilan umumnya membaik dengan sendirinya setelah kehamilan.
  • Kondisi Medis Lain. Kondisi tertentu, seperti menopause, gangguan tiroid, gagal ginjal, dan limfedema, dapat meningkatkan peluang terkena sindrom terowongan karpal.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Rentan Terkena CTS

Kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan bedah dan non-bedah. Untuk perawatan non-bedah biasanya dicoba terlebih dahulu dan perawatan dimulai dengan penggunaan belat pergelangan tangan di malam hari, minum obat antiinflamasi nonsteroid, dan suntikan kortison.

Jika kamu diresepkan obat untuk mengatasi sindrom carpal tunnel, kamu bisa tebus resep obat tersebut di Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan obat kamu bisa segera dikirimkan ke tempatmu kurang dari satu jam dalam kondisi yang rapi dan tersegel. Praktis bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2021. Carpal Tunnel Syndrome.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Carpal Tunnel Syndrome.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Carpal Tunnel Syndrome.