4 Gejala Ini Menunjukan Tubuh Alami Hiperkolesterolemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
hiperkolesterolemia

Halodoc, Jakarta - Hiperkolesterolemia merupakan kondisi ketika kadar kolesterol total di dalam darah melebihi batas normal, yaitu di atas 200 mg/dL. Penyakit yang lebih dikenal dengan kadar kolesterol tinggi ini bukanlah masalah kesehatan yang bisa dianggap remeh. Jika dibiarkan, penyakit jantung dan stroke akan mengintai pengidapnya.

Kadar kolesterol tinggi ini merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol sendiri merupakan senyawa lemak yang berfungsi dalam memproduksi vitamin D dan hormon tertentu. Jika kadar kolesterol HDL terlalu rendah dan kadar kolesterol LDL terlalu tinggi, kondisi inilah yang disebut dengan kadar kolesterol tinggi. Berikut gejala yang tidak bisa kamu abaikan.

Baca juga: Pola Makan yang Buruk Bisa Sebabkan Hiperkolesterolemia  

Perhatikan Gejala yang Muncul pada Pengidap Hiperkolesterolemia

Pada tahap awal, hiperkolesterolemia tidak menunjukkan gejala apapun, sampai komplikasi berbahaya muncul dan menunjukkan gejala. Karena dinilai sangat berbahaya, penting untuk mengetahui gejala untuk melakukan langkah penanganan dini. Gejala akan muncul dengan:

  • Rasa Kesemutan

Kesemutan ini dialami karena adanya gangguan pembuluh darah arteri perifer atau dikenal dengan peripheral artery disease. Kesemutan ini terjadi karena aliran darah yang tidak lancar, sehingga terganggunya aliran darah yang menuju tangan atau kaki.

  • Rasa Tidak Nyaman

Rasa tidak nyaman sering dialami pada area tengkuk. Namun, gejala ini bukanlah gejala spesifik untuk gangguan kolesterol. Pasalnya, rasa tidak nyaman pada tengkuk dapat menjadi pertanda dari penyakit lain karena adanya gangguan aliran darah pada otot.

  • Mengidap Xanthelasma

Xanthelasma merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya gumpalan lemak di atas atau di bawah kelopak mata, serta dapat berkembang seiring waktu. Pada pengidap hiperkolesterolemia, penyakit ini terjadi karena adanya endapan kolesterol yang berbentung noda kuning di ujung kelopak mata.

  • Mengidap Sejumlah Penyakit Berbahaya

Kadar kolesterol yang sangat tinggi akan menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, seperti stroke dan serangan jantung. Pada pengidap stroke, aliran darah menuju otak tersumbat oleh gumpalan darah, sehingga terjadi kerusakan sel otak yang menjadi penyebab stroke.

Sedangkan pada pengidap serangan jantung, terjadi penumpukan plak pada pembuluh darah jantung. Jika plak ini robek, gumpalan darah akan terbentuk pada area robekan tersebut, sehingga akan menghentikan aliran darah menuju otot jantung.

Untuk mencegah bertambah parahnya kondisi, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan melakukan sejumlah penanganan guna meringankan gejala yang muncul.

Baca juga: Kelebihan Kolesterol, Ini Penyebab Hiperkolesterolemia

Langkah Pencegahan Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia biasanya terjadi karena gaya hidup tidak sehat yang kamu lakukan. Untuk itu, kamu dapat melakukan pencegahan  dengan melakukan beberapa langkah ini:

  • Konsumsi daging tanpa lemak.

  • Konsumsi produk susu rendah lemak.

  • Konsumsi makanan berserat tinggi.

  • Hindari konsumsi makanan cepat saji atau junk food.

  • Batasi konsumsi makanan olahan.

  • Batasi konsumsi makanan dengan cara digoreng.

  • Konsumsi banyak air putih.

  • Jaga berat badan ideal.

  • Berhenti konsumsi minuman beralkohol.

  • Olahraga secara teratur, minimal 2 kali seminggu.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hiperkolesterolemia

Selain penerapan gaya hidup sehat, berhenti merokok juga diperlukan. Pasalnya, merokok dapat melukai pembuluh darah dan meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan stroke. Selain itu, kamu dapat melakukan pemeriksaan rutin guna mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes darah guna mengukur jumlah total zat lemak (kolesterol dan trigliserida) dalam darah.

Referensi: 
NIH. Diakses pada 2019. Hypercholesterolemia. 
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2019. High Cholesterol (Hypercholesterolemia).