• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gejala Umum yang Dialami Pengidap Gastroparesis

4 Gejala Umum yang Dialami Pengidap Gastroparesis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Gejala umum yang dialami pengidap gastroparesis adalah mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa kenyang pasca makan, dan sakit perut. Dalam kasus ekstrem, ketidakmampuan mencerna makanan dan cairan dengan baik juga dapat menyebabkan malnutrisi, penurunan berat badan, dan dehidrasi pada pengidap gastroparesis.

Gastroparesis adalah suatu kondisi yang memengaruhi gerakan spontan normal otot-otot (motilitas) di perut. Biasanya, kontraksi otot yang kuat mendorong makanan melalui saluran pencernaan. Namun, untuk pengidap gastroparesis, motilitas perut melambat atau tidak berfungsi sama sekali, sehingga menghambat proses pengosongan perut yang benar.

Gejala Umum Pengidap Gastroparesis

Gejala gastroparesis dapat mengganggu aktivitas normal kehidupan sehari-hari. Ini dapat menyebabkan kelelahan, perubahan mood, tegang, dan kecemasan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai gejala umum yang dialami pengidap gastroparesis, berikut ini adalah penjelasan detailnya.

Baca juga: Diabetes Meningkatkan Risiko Alami Gastroparesis

1. Mual

Salah satu gejala utama gastroparesis adalah rasa mual yang bisa disertai muntah. Meskipun modifikasi pola makan dan obat yang diresepkan dapat membantu mengatasi gejala ini, ada juga beberapa pendekatan lain yang dapat mengurangi mual. 

Menggunakan jahe untuk membuat teh, sebagai bahan dalam resep, atau mengonsumsi kapsul jahe, diketahui dapat meredakan mual dan mempercepat pengosongan lambung pada beberapa orang. 

2. Kembung

Perut kembung biasanya dikaitkan dengan gastroparesis. Perubahan pola makan dapat mengurangi perut kembung dan ketidaknyamanan. Berdiskusi dengan dokter dapat memandu kamu mendapatkan pola makan yang tepat. Sedangkan untuk kasus yang parah dibutuhkan konsultasi dengan ahli gizi.

Baca juga: 4 Jenis Gangguan Lambung

Informasi selengkapnya mengenai gejala gastroparesis bisa ditanyakan langsung di Halodoc.   Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

3. Nyeri Perut

Banyak orang dengan gastroparesis mengalami sakit perut dan ketidaknyamanan. Gastroparesis umumnya tidak menyebabkan nyeri menusuk yang tajam, melainkan nyeri yang tidak jelas dan bersifat kram. Kondisi ini biasanya diperparah dengan makan, dan dapat mengganggu tidur di malam hari.

4. Depresi dan kecemasan

Pengidap gastroparesis biasa mengalami kecemasan atau depresi. Ini bisa jadi dipicu oleh gejala itu sendiri, atau masalah lain seperti keluarga, hubungan, tekanan keuangan, atau bahkan peristiwa penting yang memperparah kondisi gastroparesis. 

Penanganan Gejala Umum Pengidap Gastroparesis

Menggunakan pereda nyeri dalam bentuk mengoleskan kompres panas ke perut untuk waktu yang singkat dapat membantu. Frekuensi dan tingkat keparahan episode nyeri juga dapat dikurangi dengan mengobati gastroparesis dengan modifikasi pola makan secara alami, tanpa resep, dan obat yang diresepkan. 

Obat berbasis opiat (misalnya morfin) sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan peningkatan gejala dalam jangka panjang dan sangat adiktif. Nyeri pada gastroparesis dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. 

Baca juga: 4 Cara Pilih Makanan Terbaik untuk Pengidap Maag

Mempelajari teknik untuk mengatasi gejala merupakan strategi yang efektif untuk membuat hidup dengan gastroparesis lebih mudah. Teknik yang dapat membantu dalam menangani nyeri termasuk yang digunakan oleh psikolog, misalnya terapi perilaku kognitif.

Mengubah kebiasaan makan adalah salah satu cara terbaik untuk mengontrol gejala gastroparesis. Kamu bisa mencoba makan enam porsi kecil setiap hari daripada tiga porsi besar. Dengan cara ini, kamu memiliki lebih sedikit makanan di perut dan tidak merasa kenyang.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak cairan juga direkomendasikan seperti kaldu rendah lemak, sup, jus, dan minuman olahraga. Hindari makanan berlemak tinggi yang dapat memperlambat pencernaan, dan makanan berserat tinggi yang lebih sulit dicerna.

Jangan berbaring sebelum dua jam setelah makan. Gravitasi dapat membantu pencernaan bekerja maksimal dan mencegah makanan atau asam masuk ke tenggorokan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu kamu merasa lebih baik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gastroparesis.
Gastroparesis Clinic.org. Diakses pada 2020. Symptoms of gastroparesis.
WebMD. Diakses pada 2020. Gastroparesis.