23 February 2019

4 Hal Ini Akan Terjadi Jika Kena Bradikardia

4 Hal Ini Akan Terjadi Jika Kena Bradikardia

Halodoc, Jakarta - Dalam kebanyakan kasus, aktivitas denyut jantung seseorang dipengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Misalnya, orang yang berolahraga pasti denyutnya akan lebih cepat ketimbang mereka yang bersantai. Yang perlu diketahui, bila jumlah denyut jantung yang berlebihan atau berdetak lebih lambat dari biasanya, maka bisa menimbulkan masalah pada kesehatan tubuh.

Baca juga:Harus Tahu, Fakta-Fakta Penting Mengenai Bradikardia

Lambatnya denyut jantung dalam dunia medis biasa disebut dengan bradikardia. Melambatnya detak jantung ini kebanyakan tak menimbulkan gejala. Tapi, bila lambatnya detak jantung sering terjadi dan diiringi gangguan irama jantung, inilah yang mesti diperhatikan.

1. Berdetak di Bawah Rata-Rata

Bradikardia ini bisa berdampak pada organ dan jaringan tubuh lain yang tidak terpenuhi pasokan darah. Meski bradikardia umumnya terjadi pada lansia, tapi gangguan jantung ini sebenarnya bisa dialami oleh semua usia.

Cara paling mudah untuk melihat normal atau tidaknya detak jantung bisa diketahui secara tidak langsung dengan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama satu menit. Misalnya, detak jantung normal orang dewasa berkisar 60–100 kali dalam satu menit. Anak-anak usia 1–12 tahun di antara 80–110, sedangkan bayi (kurang dari satu tahun) berkisar 100–160 kali dalam satu menit.

2. Mengalami Sederet Gejala

Meski terkadang tak menimbulkan gejala, tapi ada kalanya Bradikardia bisa menimbulkan berbagai kondisi fisik seperti di bawah ini:

  • Sesak napas.

  • Hampir pingsan atau pingsan.

  • Kelelahan.

  • Pusing.

  • Nyeri pada dada.

  • Kelemahan.

  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik.

  • Linglung atau masalah pada ingatan.

Baca juga:Ini 5 Penyebab Gangguan Jantung Bradikardia

3 . Gangguan Listrik di Jantung

Jantung yang berdetak melambat pada remaja, atlet, ataupun orang yang sedang tidur, memang dapat terjadi dan hal tersebut normal. Tapi, bila kondisi ini sering terjadi, maka bisa menimbulkan gejala berupa pusing atau sesak napas. Nah, ini bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan aktivitas listrik pada jantung yang berperan sebagai pengatur detak jantung.

Penyebab gangguan listrik di jantung ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Salah satu contohnya, kebiasaan merokok atau penyalahgunaan obat-obatan yang bisa memicu terjadinya gangguan pada listrik jantung. Nah, inilah yang bisa menyebabkan detak jantung melambat.

4. Tubuh Mengalami Komplikasi

Kondisi bradikardia yang parah dan tak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Mulai dari hipertensi, hipotensi, sinkop (pingsan), angina pektoris, hingga gagal jantung.

Yang mesti diperhatikan, dalam tahap yang parah dampak bradikardia bisa menyebabkan kematian. Nah, karena seseorang yang memasuki usia 65 tahun atau lebih cenderung memiliki detak jantung yang lambat dan lemah, makanya para lansia membutuhkan penanganan dan perawatan khusus.

Ketahui Cara Pengobatannya

Untuk mengobati kasus bradikardia tentunya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Bila disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti hipotiroidisme, maka dokter akan memberikan terapi yang sesuai untuk mengobatinya.

Baca juga:5 Tips Sederhana Mencegah Bradikardia

Tapi, bila bradikardia disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, maka dokter akan menghentikan pemberian obat tersebut. Selain itu, bisa juga dengan mengganti jenis obat atau menurunkan dosisnya. Bagaimana bila tindakan tersebut tak menunjukkan adanya perbaikan?

Bila kondisinya semakin memburuk dan bisa membahayakan otak dan organ tubuh lain, maka dokter jantung akan menganjurkan penggunaan alat picu jantung. Alat ini berfungsi sebagai pengirim sinyal listrik ke jantung, sehingga detak jantung dapat lebih cepat.

Memiliki keluhan pada jantung atau organ tubuh lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!