• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Bipolar

4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Perubahan suasana hati sangat umum untuk dialami oleh seseorang. Namun, hati-hati ketika perubahan suasana hati tersebut luar biasa intens, diikuti dengan perubahan perilaku yang tidak seperti biasanya. Beberapa gejala tersebut bisa menjadi tanda dari gangguan bipolar. 

Baca juga: Apa yang Membedakan Gangguan Bipolar dengan Depresi?

Gangguan bipolar adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan emosi yang sangat drastis pada pengidapnya. National Institute of Mental Health mengungkapkan, periode yang berbeda tersebut adalah episode suasana hati. Nah, sebaiknya ketahui lebih banyak tentang gangguan bipolar, agar dapat mencegah gangguan ini pada diri sendiri maupun kerabat dekat.

Fakta Tentang Gangguan Bipolar

Saat mengalami gangguan bipolar, mereka dapat mengalami episode manik, yaitu merasa sangat senang dan episode depresif, yaitu saat mereka merasa sangat sedih. Berikut ini beberapa hal lainnya tentang gangguan bipolar, yaitu:

1.Anak-Anak Dapat Mengalami Gangguan Bipolar

Bukan hanya pada orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami gangguan bipolar. Meskipun dapat dialami oleh anak-anak pada usia berapa saja, gangguan bipolar kerap ditemukan pada anak-anak yang beranjak remaja.

Melansir Mayo Clinic, gejala yang ditunjukkan pada gangguan bipolar yang dialami oleh anak-anak hampir mirip dengan gangguan bipolar pada orang dewasa yang menyebabkan perubahan suasana hati dari episode manik menuju depresif. Penanganan dini terhadap gangguan bipolar yang dialami oleh anak-anak menurunkan risiko gangguan kesehatan mental yang lebih parah lagi ke depannya.

2.Faktor Genetik Picu Gangguan Bipolar

Umumnya, gangguan bipolar disebabkan adanya gangguan pada neurotransmitter dalam otak. Namun tidak hanya itu, melansir Web MD, faktor genetik juga berkaitan langsung dengan gangguan bipolar. Anak-anak yang memiliki orangtua dengan gangguan bipolar juga rentan mengalami hal yang serupa dengan orangtuanya. 

Hal ini disebabkan anak-anak yang tumbuh dengan orangtua pengidap gangguan bipolar akan mengalami pertumbuhan dengan dikelilingi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko stres atau depresi. Akhirnya, lingkungan ini memicu seorang anak mengalami hal yang serupa dengan orangtuanya.

Baca juga: Kenali Fase Gejala Gangguan Bipolar

3.Perubahan Suasana Hati yang Ekstrim Menjadi Gejala Gangguan Bipolar

Umumnya, pengidap gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati yang begitu ekstrem dan dikenal sebagai gejala depresif dan gejala manik. Melansir National Health Service UK, saat pengidap mengalami episode depresif, umumnya menyebabkan pengidap bipolar merasa sedih, putus asa, dan tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Selain itu, pengidap gangguan bipolar kehilangan konsentrasi, merasa sendiri, kesepian, merasa bersalah, hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Berbeda saat mengalami gejala manik, pengidap akan merasa sangat berenergi dan bersemangat yang disertai dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi, penuh dengan ide, hingga tidak dapat tidur dan tidak mengonsumsi makanan apapun. Jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc ketika kamu atau kerabat mengalami gejala tersebut agar dapat mengatasi gangguan mental ini dengan tepat.

4.Hidup dengan Pengidap Gangguan Bipolar

Tentunya hidup bersama pengidap bipolar bukanlah hal yang mudah. Namun, dukungan dari kerabat dan keluarga tentunya menjadi andil yang cukup besar dalam menangani gangguan bipolar.

Melansir Help Guide, kamu bisa mendampingi keluarga yang mengidap bipolar dengan mencari tahu lebih banyak informasi mengenai gangguan bipolar. Selain itu, jangan ragu untuk mengajak pengidap mengunjungi ke rumah sakit terdekat dan lakukan perawatan serta penanganan agar gejala tidak sering muncul.

Gangguan bipolar memerlukan perawatan yang cukup panjang agar pengidap tetap dalam fase normal. Sebaiknya bersabar saat menghadapi kerabat atau keluarga yang mengidap bipolar saat mengalami fase apapun.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Mengidap Bipolar?

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai gangguan bipolar. Mulai sekarang, dampingi dan berikan dukungan keluarga atau kerabat yang mengalami gangguan bipolar. Sebaiknya lakukan berbagai hal menyenangkan bersama agar mampu menekan risiko stres pada pengidap bipolar. Stres yang tidak diatasi dengan baik menyebabkan pengidap bipolar mengalami kondisi yang lebih buruk lagi.

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2020. Helping Someone With Bipolar Disorder
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder
Web MD. Diakses pada 2020. Causes of Bipolar Disorder
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder in Children: Is It Possible
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder