4 Hal yang Perlu Diketahui tentang MRSA

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Hal yang Perlu Diketahui tentang MRSA

Halodoc, Jakarta - Tubuh manusia termasuk sangat berisiko mengalami infeksi. Jika kamu tinggal di lingkungan yang tidak terjaga kesehatannya, maka risiko terkena infeksi semakin tinggi. Salah satu bakteri yang dapat menyerang kamu adalah staphylococcus. Bakteri ini menyebabkan banyak gangguan kesehatan ketika terjadi.

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada seseorang ketika bakteri tersebut menginfeksi adalah MRSA. Gangguan ini terbilang tidak berbahaya, tetapi sulit diobati dibandingkan bakteri sejenis. Berikut ini hal yang harus kamu ketahui tentang MRSA!

Baca juga: Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko MRSA

Fakta MRSA yang Harus Diketahui

  1. Apa Itu MRSA?

MRSA atau Methicillin-resistant Staphylococcus aureus adalah bakteri yang menyebabkan infeksi di berbagai bagian tubuh. Bakteri ini lebih sulit untuk diobati karena tahan terhadap beberapa antibiotik yang sering diberikan dokter untuk mengatasi infeksi.

Gejala dari MRSA tergantung dari tempat infeksi menyerang. Umumnya, gangguan tersebut menyebabkan infeksi ringan pada kulit, seperti luka, bisul, hingga abses. Selain itu, gangguan ini juga menyebabkan infeksi kulit yang serius, gangguan pada aliran darah, paru-paru, hingga saluran kemih.

  1. Penyebab MRSA

Staphylococcus adalah bakteri yang dapat hidup di dalam tubuh manusia. Kebanyakan orang sehat membawa bakteri tersebut tanpa terinfeksi olehnya. Sekitar sepertiga populasi manusia memiliki bakteri tersebut pada hidungnya tanpa mengalami gangguan.

Tetapi, bakteri tersebut menyebabkan penyakit jika dapat masuk ke tubuh, yang umumnya melalui luka. Ketika masuk ke tubuh, kamu bisa mengalami infeksi. Kamu mungkin mengalami infeksi kulit dan diberikan antibiotik. Hal ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti pneumonia.

Meski diberikan antibiotik, MRSA dapat kebal terhadap beberapa antibiotik. Beberapa antibiotik yang resisten terhadap bakteri tersebut adalah metisilin, amoksisilin, penisilin, oksasilin, dan sefalosporin. Hal tersebut karena bakteri tersebut terus beradaptasi terhadap obat yang dapat membunuhnya.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait MRSA, dokter dari Halodoc dapat menjawab kebingungan kamu. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Fitur pembelian obat dapat kamu maksimalkan untuk mendapatkan obat tanpa harus keluar rumah.

Baca juga: Inilah 2 Tipe MRSA yang Perlu Diketahui

  1. Seseorang yang Berisiko Terserang MRSA

MRSA disebarkan melalui kontak dengan bakteri tersebut. Jadi, kamu bisa mengalami gangguan setelah menyentuh seseorang yang terdapat bakteri tersebut di kulitnya. Kamu juga mungkin terserang ketika menyentuh benda yang mengandung bakteri penyebab gangguan infeksi tersebut.

Seseorang mungkin mengalami gangguan tersebut ketika berada di rumah sakit atau area perawatan kesehatan lainnya. Selain itu, seseorang yang memiliki sistem kekebalan lemah rentan terserang infeksi dari bakteri tersebut. Terlebih lagi jika orang tersebut mendapat perawatan di rumah sakit.

  1. Cara Diagnosis MRSA

Dokter awalnya melakukan wawancara dengan pengidapnya terkait infeksi MRSA yang terjadi. Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikannya. Pemeriksaan penunjang juga dilakukan seperti pengambilan sampel dari darah atau urine untuk diperiksa di laboratorium.

Baca juga: Jika Diabaikan, MRSA Dapat Berakibat Fatal

Jika infeksi tersebut terjadi pada organ bagian dalam, seperti tulang, kamu mungkin mengalami pemeriksaan penunjang, seperti biopsi. Hal tersebut agar gangguan yang terjadi dapat dipastikan dan pengobatan yang diambil dapat tepat. Setelah itu, dokter menentukan antibiotik yang akan diberikan agar gangguan tersebut lekas sembuh.

Referensi:
Get Healthy Stay Healthy.Diakses pada 2019.What You Need to Know About MRSA
WebMD.Diakses pada 2019.Understanding MRSA Infection -- the Basics