• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil dengan Gangguan Bipolar

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil dengan Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil dengan Gangguan Bipolar

Apa saja yang perlu diperhatikan ibu hamil dengan gangguan bipolar? Tetap mengonsumsi obat, melakukan rencana perawatan, menjalani terapi psikologis, serta merencanakan apakah menyusui bayi atau tidak setelah melahirkan.“

Halodoc, Jakarta – Jika ibu hamil memiliki gangguan bipolar, sangat penting untuk memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatannya, agar ibu hamil bisa mendapatkan perawatan dan dukungan yang dibutuhkan.

Ibu hamil dengan gangguan bipolar tetap bisa memiliki kehamilan sehat dan melahirkan bayi sehat, asal memperhatikan beberapa hal terkait kesehatannya. Jika ibu hamil memiliki gangguan bipolar, ia berisiko mengembangkan psikosis pascapersalinan dan mengembangkan depresi pascakelahiran. Simak selengkapnya hal-hal yang perlu diperhatikan ibu hamil dengan gangguan bipolar di sini!

Aturan Konsumsi Obat sampai Menyusui

Jangan berhenti minum obat sebelum berbicara dengan dokter. Kalau kamu kehabisan obat, jangan menunda-nunda lagi, segera gunakan Halodoc untuk membeli obat tanpa harus keluar rumah! Terlambat minum obat bisa menyebabkan gejala penarikan dan membuat kondisi kesehatan memburuk.

Baca juga: Kenali Fase Gejala Gangguan Bipolar

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar memiliki efek samping selama kehamilan dan menyusui. Namun, beberapa ibu hamil masih perlu minum obat karena manfaat mengelola bipolar lebih besar daripada risiko terhadap kehamilan.

Apa saja yang perlu diperhatikan ibu hamil dengan gangguan bipolar?

1. Tetap mengonsumsi obat 

Ibu hamil dengan gangguan bipolar harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi apakah tetap mengonsumsi obat yang sama atau beralih ke obat lain. Untuk kondisi tertentu, dokter bisa jadi merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan obat atau mengurangi dosis obat. 

Pastikan ibu hamil tahu risiko dan manfaat dari semua pilihan yang dilakukan sebelum memutuskan hendak menjalani yang mana. Obat sodium valproate yang biasa dikonsumsi pengidap gangguan bipolar diketahui dapat meningkatkan risiko cacat lahir spesifik, termasuk cacat tabung saraf seperti spina bifida. Jika ibu hamil ingin mengonsumsi valproate, segera hubungi dokter untuk meminta saran profesional 

Baca juga: Kapan Sebaiknya Pengidap Bipolar Menghubungi Psikiater?

2. Melakukan rencana perawatan

Spesialis kesehatan mental dan dokter akan bekerja sama untuk membuat rencana perawatan tentang bagaimana kondisi mental ibu hamil dan rencana kelahiran. Ini harus mencakup bagaimana ibu hamil akan menjalani kehamilan, persalinan, apakah menyusui dan kemungkinan kambuh setelah melahirkan. Setelah mengetahui rencana kehamilan dan persalinan tersebut, ada baiknya ibu hamil membagikan rencana ini dengan siapa pun yang terlibat dalam perawatan kehamilan.

3. Perencanaan terapi psikologis

Spesialis kesehatan mental mungkin menawarkan terapi perilaku kognitif atau terapi bicara lainnya untuk menurunkan kemungkinan kondisi ibu hamil kembali selama dan setelah kehamilan. Jika ibu hamil tetap mengalami mania atau depresi berat dan sudah minum obat, ia harus segera menemui dokter. 

4. Aturan menyusui

Jika ibu hamil sedang minum obat untuk gangguan bipolar dan berencana untuk menyusui, dokter harus memastikan keamanan dan kemungkinan efek samping jika minum obat menjadi keputusan. Bayi harus diperiksa kesehatannya untuk mengetahui efek samping dari obat yang dikonsumsi ibu hamil.

Baca juga: Peran Keluarga dalam Menangani Gangguan Bipolar

Lithium dapat melalui ASI, sehingga tidak cocok untuk tetap dikonsumsi ketika ibu menyusui. Namun, beberapa wanita dengan gangguan bipolar perlu mengonsumsi lithium agar tetap sehat. Jika ibu hamil menggunakan lithium, mintalah bantuan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran dan rekomendasi terbaik.

Ada alasan lain mengapa menyusui bukan ide terbaik untuk ibu. Misalnya, jika ibu tidak bisa tidur karena sedang menyusui bayi. Beberapa ibu memutuskan untuk memberikan susu formula atau memompa ASI supaya bayi bisa minum susu dari botol. Jika ibu memutuskan untuk tidak menyusui untuk menghindari kurang tidur, ibu tidak perlu merasa bersalah karenanya. 

Mau konsultasi lebih jelas mengenai hal ini? Download langsung aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan berkonsultasi dengan dokter.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Tommys.org. Diakses pada 2021. Bipolar disorder in pregnancy
WebMD. Diakses pada 2021. Bipolar Disorder in Pregnancy